Hambatan dan Solusi Pembelajaran Anak Tunarungu di Era Digital dalam Meningkatkan Keterampilan Komunikasi
DOI:
https://doi.org/10.61104/ihsan.v4i3.8739Keywords:
Anak Tunarungu, Pembelajaran Digital, Pendidikan Inklusif, Keterampilan Komunikasi, Teknologi Pendidikan.Abstract
Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk pada proses pembelajaran anak tunarungu. Meskipun teknologi memberikan berbagai kemudahan dalam akses informasi dan pembelajaran, anak tunarungu masih menghadapi berbagai hambatan yang memengaruhi perkembangan keterampilan komunikasi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan pembelajaran anak tunarungu di era digital serta merumuskan solusi yang efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan guru, siswa tunarungu, dan orang tua sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama meliputi keterbatasan media pembelajaran digital yang ramah tunarungu, rendahnya kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi secara inklusif, kendala komunikasi dalam pembelajaran daring, serta kurangnya dukungan lingkungan keluarga. Di sisi lain, penggunaan media digital berbasis visual seperti video bersubtitel, bahasa isyarat, dan aplikasi pembelajaran interaktif terbukti mampu membantu meningkatkan pemahaman serta keterampilan komunikasi siswa. Selain itu, kolaborasi antara guru, orang tua, dan lembaga pendidikan menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan teknologi digital yang aksesibel dan strategi pembelajaran yang adaptif dapat mendukung peningkatan keterampilan komunikasi anak tunarungu secara optimal.
References
Anti Muthmainnah. (2025). Strategi Peningkatan Kompetensi Guru Di Era Digital Untuk Sekolah Dasar. 12(1), 229–240. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.25157/jwp.v12i1.16817
Ardiansyah, M. Z., & Widowati, E. (2024). Hubungan Kebisingan dan Karakteristik Individu dengan Kejadian Hipertensi pada Pekerja Rigid Packaging. 8(1), 141–151. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/higeia.v8i1.75362
Damayanti, M. M. (n.d.). Hambatan yang Dihadapi Anak Tunarungu dalam Proses Pembelajaran Anak Tunarungu. 2(2022), 88–100. https://doi.org/https://doi.org/10.54180/joeces.v5i1.481
Darmawan, I. A. A., Zamsir, M. P., Widiastiti, A. A. I. P., Sos, S., Sugiharni, G. A. D., Amir, F. L., & Par, S. E. M. (2025). Pengembangan Instrumen Penelitian. PENERBIT NAGA PUSTAKA.
Junari, Q. P., Audina, N., Azhari, R. Z., & Sari, W. P. (2025). Strategi Pembelajaran yang Cocok Digunakan untuk Anak Berkebutuhan Khusus ( ABK ). 1(1), 37–48.
Mais, A. (2016). Media pembelajaran anak berkebutuhan khusus (ABK): Buku referensi untuk guru, mahasiswa dan umum. Pustaka Abadi.
Marentek, L. K. M., & Spec, M. E. (2026). Pendidikan Anak Tunarungu. PT Bukuloka Literasi Bangsa.
Nofiaturrahmah. (2018). Problematika Anak Tunarungu Dan Cara Mengatasinya. 6, 1–15. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.21043/quality.v6i1.5744
Olifia, S., Ambulani, N., Andini, D. T., Nahdiana, N., Azis, F., Haqiqi, P., Laksono, R. D., Gusma, A. Y. T., Kontessa, T. K., & Fuadi, M. H. (2024). Seni komunikasi: Membangun keterampilan komunikasi yang kuat di era digital. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Paramansyah, A., & Parojai, M. R. (2024). Pendidikan Inklusif Dalam era Digital. Penerbit Widina.
Prasetyo, D. Y. (2024). Audio-Visual Lerning Media Using PECS ( Picture Exchange Communication System ) Method In Public Special School ( SLBN ) 033 Tembilahan. 6, 333–340. https://doi.org/https://doi.org/10.32520/jupel.v6i2.3440
Putri. (2025). Peran Intervensi Dini dan Stimulasi Konsisten dalam Mendukung Perkembangan Anak Tunarungu. 567–572. https://doi.org/https://doi.org/10.61104/ihsan.v3i3.1404
Qaulan Raniyah. (2024). Peran Teknologi Pelatihan Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan. 3(4), 4859–4884.
Siti Mariah Ulfah. (2023). Penerapan Bahasa Isyarat dalam Pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tuna Rungu. 2(1), 29–43. https://doi.org/https://doi.org/10.30631/jdsr.v2i1.1764
Syafei, I. (2025). Media Pembelajaran. Penerbit Widina.
Windi Vindy Ani. (n.d.). Peranan Guru Sebagai Fasilitator dalam Perkembangan Peserta Didik. 51–60.
Yusuf, A. (2025). Strategi Bimbingan Konseling untuk Mendukung Siswa Berkebutuhan Khusus dalam Pendidikan Inklusif. 1(2020), 98–112. https://doi.org/https://doi.org/10.71049/7n8kqq77
Zahra, R. A. (n.d.). Strategi Guru Dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial-Anak Dengan Gangguan Kecemasan. 13(1), 17–29. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/kc.v13i1.96918
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 lukman adha, Lu’lu’ul Maknunah, Maryam, Nayla Alwiyatuzzahra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










This work is licensed under a