Menjawab Tantangan Krisis Moral Pelajar: Rekonstruksi Figur Guru Berdasarkan Karakteristik Mu'allim Rasulullah SAW
DOI:
https://doi.org/10.61104/ihsan.v4i3.7427Keywords:
Krisis Moral, Guru Modern, Rasulullah Pendidik, Rasul mu’allim, Metode mengajar RasulullahAbstract
Dunia pendidikan saat ini sedang menghadapi tantangan berat berupa penurunan moral di kalangan pelajar, seperti maraknya kasus perundungan (bullying), tawuran, hingga kecanduan judi online dan obat-obat terlarang. Maraknya fenomena tersebut turut menambah keprihatinan terhadap kondisi pendidikan zaman modern yang sangat disayangkan dihadapkan dengan pergeseran peran guru di sekolah yang cenderung hanya fokus mengejar nilai akademik dan menuntaskan materi pelajaran, sehingga mengabaikan pembentukan akhlak anak didiknya yang pada akhirnya menemui jalan buntu untuk memperbaiki generasi muda abad ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggali kembali karakteristik Nabi Muhammad SAW sebagai seorang guru (mu'allim) pilihan dan bagaimana cara menerapkannya pada sosok guru modern saat ini sebagai solusi atas krisis moral tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengumpulkan dan menelaah data dari berbagai sumber tertulis, seperti ayat Al-Qur'an, hadis-hadis Nabi, serta kitab Ar-Rasul al-Mu'allim karya Syekh Abdul Fattah Abu Ghuddah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kunci kesuksesan Rasulullah SAW dalam mendidik watak manusia terletak pada kekuatan kepribadian beliau. Rasulullah SAW mengajar dengan memberikan contoh nyata (keteladanan), penuh kasih sayang dan kelembutan, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, serta sangat menghargai keunikan karakter setiap siswanya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk menyelamatkan moral generasi muda, guru modern harus mengubah paradigmanya dari sekadar "pengajar materi" menjadi "pendidik jiwa". Dengan menghidupkan kembali gaya mengajar ala Rasulullah SAW di ruang kelas, guru akan menjadi sosok teladan yang dihormati, sehingga siswa dengan sukarela meniru perilaku baik gurunya. Sekolah pun dapat kembali berfungsi sebagai tempat yang aman untuk mencetak generasi yang cerdas otaknya sekaligus mulia akhlaknya.
References
Al-Qur'an dan Terjemahannya. (2017). Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Abu Ghuddah, A. F. (2021). Ar-Rasul al-Mu'allim wa asalibuhu fi al-ta'lim (Nabi Muhammad sebagai guru dan metode mengajarnya). (A. Sanusi, Trans.). Pustaka Arafah.
Al-Attas, S. M. N. (2023). Konsep pendidikan dalam Islam: Rangka dasar filsafat pendidikan Islam kontemporer (H. Bagir, Trans.). Mizan.
Fitriani, A. (2021). Dampak disfungsi keluarga terhadap pembentukan karakter dan moralitas anak usia remaja. Jurnal Konseling dan Pendidikan Islam, 2(1), 45-58.
Hidayat, R., & Wahyuni, S. (2024). Rekonstruksi pendidikan moral: Menanamkan nilai spiritual di tengah gempuran era digital. Pustaka Pemuda.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2024). Laporan tahunan pelanggaran hak anak di lingkungan satuan pendidikan. KPAI.
Lickona, T. (2012). Educating for character: Bagaimana sekolah dapat mengajarkan sikap hormat dan bertanggung jawab (J. A. Wamaungo, Trans.). Bumi Aksara.
Nizar, S. (2022). Sejarah dan filsafat pendidikan Islam: Merekonstruksi figur pendidik ideal di era modern. Kalam Mulia.
Pratama, M. A. (2022). Analisis kontrol diri dan peran guru dalam mengatasi kemerosotan akhlak siswa di sekolah menengah. Jurnal Kependidikan Islam, 12(3), 210-225.
Pusat Pelaporan dan Analistik Transaksi Keuangan. (2024). Laporan strategis satgas pemberantasan perjudian daring di kalangan usia produktif dan anak. PPATK.
Ramadhan, F., Sulistyo, B., & Utami, T. (2025). Pengaruh paparan media sosial terhadap pergeseran nilai etika dan maraknya judi online di kalangan pelajar. Jurnal Riset Media dan Masyarakat, 7(1), 89-104.
Ramayulis, R. (2022). Ilmu pendidikan Islam (10th ed.). Kalam Mulia.
Samani, M., & Hariyanto. (2011). Konsep dan model pendidikan karakter. Remaja Rosdakarya.
Saputra, A., & Handayani, T. (2023). Ancaman kemerosotan moral terhadap keberlangsungan mutu pendidikan nasional. Jurnal Etika dan Kebijakan Pendidikan, 4(2), 134-148.
Sari, D. P., & Lestari, W. (2023). Faktor internal dan eksternal penyebab perilaku perundungan (bullying) pada remaja usia sekolah. Jurnal Psikologi Perkembangan Anak, 5(2), 112-126.
Tafsir, A. (2021). Ilmu pendidikan dalam perspektif Islam (11th ed.). Remaja Rosdakarya.
Zuriah, N. (2011). Metodologi penelitian sosial dan pendidikan: Teori-Aplikasi. Bumi Aksara.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurul Mardhatillah, Zul Ikromi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










This work is licensed under a