Efektivitas Metode Keteladanan (Uswah Hasanah) dan Pendekatan Dialogis Guru PAI dalam Pembinaan Akhlak Siswa Bermasalah Kelas X
DOI:
https://doi.org/10.61104/ihsan.v4i3.3489Keywords:
Guru PAI, Keteladanan, Pendekatan Dialogis, Pembinaan Akhlak, Siswa BermasalahAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode keteladanan (uswah hasanah) dan pendekatan dialogis yang diterapkan oleh Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam pembinaan akhlak siswa bermasalah kelas X di MA Pembangunan UIN Jakarta. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya peran Guru PAI tidak hanya sebagai pengajar materi keagamaan, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan spiritual dalam membentuk karakter dan akhlak siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah Guru PAI sekaligus wali kelas, sedangkan objek penelitian meliputi peran guru, bentuk pembinaan akhlak, pendekatan bimbingan, serta dampak pembinaan terhadap perilaku siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru PAI berperan aktif dalam membimbing siswa melalui pembiasaan kegiatan keagamaan seperti tadarus Al-Qur’an, salat dhuha dan dzuhur berjamaah, serta pemberian kultum. Metode keteladanan diterapkan secara konsisten melalui sikap, tutur kata, dan perilaku guru yang menjadi contoh langsung bagi siswa. Selain itu, pendekatan personal dan dialogis digunakan untuk membangun kedekatan emosional, sehingga siswa merasa nyaman dan terbuka dalam menerima bimbingan. Pembinaan akhlak juga didukung oleh kerja sama antara Guru PAI, Guru BK, dan wali kelas dalam menangani siswa bermasalah secara terpadu. Dampak dari bimbingan tersebut terlihat pada perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih positif, seperti meningkatnya kesopanan, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan ketaatan dalam beribadah. Dengan demikian, metode keteladanan dan pendekatan dialogis terbukti efektif dalam pembinaan akhlak siswa bermasalah di sekolah.
References
Apiyani, R. (2022). Peran pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter peserta didik. Jurnal Pendidikan Islam, 13(2), 145–156.
Baharun, H. (2016). Manajemen kinerja dalam meningkatkan competitive advantage pada lembaga pendidikan Islam. At-Tajdid: Jurnal Ilmu Tarbiyah, 5(2), 243–262.
Djamarah, S. B. (2019). Guru dan anak didik dalam interaksi edukatif. Jakarta: Rineka Cipta.
Gunawan, H. (2014). Pendidikan karakter: Konsep dan implementasi. Bandung: Alfabeta.
Moleong, L. J. (2016). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Musyadad, V. F. (2022). Peran guru pendidikan agama Islam dalam pembinaan akhlak peserta didik. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 9(1), 23–34.
Nata, A. (2017). Akhlak tasawuf dan karakter mulia. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Rahmat. (2013). Pendidikan agama Islam dan pembentukan karakter. Bandung: Citapustaka Media.
Ramayulis. (2018). Ilmu pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.
Syach, M. (2022). Pendidikan agama Islam sebagai upaya pembentukan kepribadian muslim. Jurnal Studi Islam, 18(1), 67–78.
Ulwan, A. N. (2007). Pendidikan anak dalam Islam. Jakarta: Pustaka Amani.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Heni Anggraini Anggraini, Siti Dian Nurfitri, Firda Audina Manih Tada, Brilliant Leony Syavira

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a