Rekonstruksi Materi Hari Akhir sebagai Counter-Narrative terhadap Fenomena Nihilisme dan Keputusasaan Remaja
DOI:
https://doi.org/10.61104/ihsan.v4i3.8977Keywords:
Yauumul Jaza, Nihilisme, Keputusasaan Remaja, pendidikan agama islam, optimismeAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi materi Hari Akhir sebagai counter-narrative terhadap fenomena nihilisme dan keputusasaan remaja. Fokus kajian diarahkan pada pengembangan konsep Yauumul Jaza dalam pembelajaran pendidikan agama Islam bukan hanya sebagai ancaman hukuman, tetapi sebagai bentuk keadilan tertinggi yang mampu membangun harapan hidup dan optimisme peserta didik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research). Data diperoleh melalui buku, jurnal ilmiah, artikel, tafsir, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan nihilisme remaja, pendidikan agama Islam, dan konsep Hari Akhir dalam Islam. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi materi Hari Akhir dengan pendekatan yang lebih humanis dan reflektif dapat membantu peserta didik memahami kehidupan secara lebih bermakna. Konsep Yauumul Jaza dapat menjadi sumber harapan, motivasi, dan ketahanan mental bagi remaja karena memberikan keyakinan bahwa setiap perjuangan dan kebaikan manusia akan memperoleh balasan yang adil dari Allah Swt. Pembelajaran PAI yang kontekstual juga berperan dalam membangun optimisme dan kesadaran spiritual peserta didik di tengah tantangan kehidupan modern.
References
Aisi, R. (2026). Rekonstruksi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran PAI : Integrasi Nilai Religius dan Sosial pada Siswa Sekolah Dasar. 5, 34–41.
Akhtar, M., Atif, M., Rao, A., & Kaplan, D. (2023). Islamic Intellectualism versus Modernity: Attempts to Formulate Coherent Counter Narrative. 13(1).
Aprilianto, D., Aslamiyah, S. S., Zahidi, S., & Alifiya, N. (2025). Religious Moderation as a Counter-Narrative of Intolerance in Schools and Universities. 6(1), 188–212.
Erwin, B. (2026). Digital Counter-Narrative Strategy : A Model for Preventing Radicalism Through Social Media. 9(1), 160–180.
Harmonika, S. (2023). Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Pesantren: Konstruksi Akhlakul Karimah di Era Disrupsi Digital. 368–386.
Humanis, D. A. N., Mengurangi, D., Wacana, K., Serta, M., Bahasa, S., & Dan, P. (2026). Model Komunikasi Anti-Radikalisme Berbasis Ragam Bahasa Persuasif, Dialogis, dan Humanis, dalam Mengurangi Kerentenan Wacana Masyarakat serta Sinergi Bahasa Partisipasi dan Counter-Narrative Strategy dalam Upaya Sosialisasi Bahaya Radikalisme Ruang Publik. 3(1), 134–138.
Rohmatin, A. (2023). Rekonstruksi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Aktivitas Modul Peace Education di Sekolah Dasar. 1, 35–43.
Supandi, M. D., Agustono, I., Munawar, A. M., & Gontor, U. D. (2025). The Qur ’ anic Counter-Narrative : A Systematic Literature Review on Deconstructing Zionist Territorial Claims and Establishing Epistemic Hegemony. 6(4), 718–735. https://doi.org/10.37274/mauriduna.v6i4.58
Taqy, A., Syakur, A., & Ibrahim, R. (2026). Moderasi Beragama Sebagai Berrier Radikalisme Dan Sekulerisme. 13(1), 36–45.
The, S., Journal, I., Justice, S., & Tarrant, A. (2022). Independent Living as a Counter- Narrative A Work of Resistance and Repair. 2(1), 48–73. https://doi.org/10.13169/intljofdissocjus.2.1.0048
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Khilwatissalamah, Dwi Naili Hidayah, Mohammad Syaifuddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










This work is licensed under a