Kedudukan Guru dalam Kepemimpinan Pendidikan

Authors

  • Rahmatia. R Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Syamsuddin Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.61104/ihsan.v4i3.7200

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji peranan dan kedudukan guru, kepemimpinan pendidikan, serta peran kepemimpinan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Guru memiliki posisi strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik, pembimbing, motivator, teladan, dan penggerak perubahan di lingkungan sekolah. Selain itu, kepemimpinan pendidikan menjadi faktor penting dalam keberhasilan lembaga pendidikan karena berkaitan dengan kemampuan memengaruhi, mengarahkan, dan menggerakkan seluruh komponen pendidikan agar tujuan pendidikan tercapai secara efektif dan efisien. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya hubungan antara peran guru dan kepemimpinan pendidikan dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas serta pembentukan karakter peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, artikel, peraturan, dan sumber relevan lainnya. Pengumpulan data dilakukan melalui membaca, mencatat, memahami, dan mengelompokkan informasi terkait peran guru dan kepemimpinan pendidikan. Data kemudian dianalisis secara kualitatif dengan menelaah literatur, membandingkan pendapat ahli, serta menghubungkan teori yang relevan dengan fokus kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sangat penting dalam keberhasilan pendidikan sebagai pelaksana utama pembelajaran dan pembentuk karakter peserta didik. Kepemimpinan pendidikan juga berpengaruh besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, disiplin, dan inovatif. Peran kepemimpinan yang efektif mampu meningkatkan kerja sama, motivasi, serta arah organisasi pendidikan. Kesimpulannya, keberhasilan pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas guru dan kepemimpinan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru dan kepemimpinan secara berkelanjutan untuk menghasilkan peserta didik yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

References

Dirawat, dkk. 1986. Pengantar Kepemimpinan Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.

Kosasih, Soecipto Reflis. 2007. Profesi Keguruan. Jakarta: Rineka Cipta. Makawimbang, Jery H. 2012. Kepemimpinan Pendidikan yang Bermutu. Bandung: Alfa Beta.

Nasution. S. 2004. Sosiologi Pendidikan. Cet Ketiga: Jakarta: Bumi Aksara.

Overton, Rodney. 2002. Leadership Made Simple, Singapura: Wharton Books, Pte. Ltd.

Owens, Robert G. 1995. Organizational Behaviour in Education, Boston: Allyn and Bacon.

Poerwadanminta. WJS. 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Cet, V: Jakarta: Balai Pustaka.

Rivai, Veithzal, 2003. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi, Jakarta: Rajawali Press.

Sally Wehmeier, Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English. Edition 7th: Oxford University Press.

Syafaruddin dan Asrul. 2013. Kepemimpinan Pendidikan Kontemporer, Bandung: Cita Pustaka Media.

Wahab, Abdul Aziz. 2008. Anatomi Organisasi dan Kepemimpinan Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Makawimbang, Jery H. 2012. Kepemimpinan Pendidikan yang Bermutu. Bandung: Alfabeta.

Wiyani, Novan Ardy. 2015. Etika Profesi Keguruan. Cet. I, Yogyakarta: Penerbit Gava Media.

Downloads

Published

2026-06-02

How to Cite

Rahmatia. R, & Syamsuddin. (2026). Kedudukan Guru dalam Kepemimpinan Pendidikan. IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam, 4(3), 621–631. https://doi.org/10.61104/ihsan.v4i3.7200

Issue

Section

Articles