Visualisasi Alam Ghaib: Mekanisme Istiarah dan Kontribusi Imajinasi Eskatologi dalam Shahih Bukhari dan Muslim
DOI:
https://doi.org/10.61104/ihsan.v4i3.7164Keywords:
Istiarah, Sahih Bukhari and Muslim, Eskatologi, Konstruksi Imajinasi, Alam Ghaib, Ilmu al-Bayan.Abstract
Bahasa agama sering kali menghadapi tantangan epistemologis dalam menjembatani kognisi manusia yang terbatas dengan realitas metafisika yang absolut, khususnya dalam narasi eskatologi. Penelitian ini bertujuan untuk membedah mekanisme Istiarah (metafora) sebagai instrumen konstruksi imajinasi alam ghaib dalam Sahih Bukhari dan Muslim. Menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan retoris-hermeneutik berbasis kerangka Ilmu al-Bayan, penelitian ini melakukan analisis mikro-struktural terhadap hadis-hadis eskatologi pilihan yang memiliki intensitas visual tinggi. Data dikumpulkan melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode dekonstruksi unsur retoris (Musta’ar Minhu, Musta’ar Lahu, Alaqah, dan Qarinah). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa narasi eskatologi dalam Sahih Bukhari dan Muslim secara dominan menggunakan Istiarah Makniyyah (50%) dan Istiarah Tamtsiliyyah (30%) untuk mentransformasikan konsep abstrak menjadi citraan konkret. Temuan spesifik menunjukkan bahwa personifikasi kematian sebagai entitas biologis dan animasi fenomena alam (seperti napas neraka dan sujudnya matahari) berfungsi sebagai visualizing agent yang mereduksi kompleksitas ontologis menjadi skema pengalaman duniawi. Hal ini membuktikan bahwa mekanisme Istiarah bekerja melalui pemetaan fungsional yang memungkinkan audiens membangun peta mental yang jelas mengenai realitas transenden. Implikasi teoretis dari penelitian ini memperluas fungsi Balagah klasik dari sekadar hiasan stilistika menjadi epistemologi visualisasi iman, sementara secara praktis memberikan kerangka interpretatif baru bagi pengajaran hadis agar terhindar dari bias literalisme kaku. Penelitian ini menegaskan posisi retorika kenabian sebagai mahakarya kognitif yang mengintegrasikan estetika linguistik dengan kedalaman teologis dalam diskursus akademik internasional.Bahasa agama sering kali menghadapi tantangan epistemologis dalam menjembatani kognisi manusia yang terbatas dengan realitas metafisika yang absolut, khususnya dalam narasi eskatologi. Penelitian ini bertujuan untuk membedah mekanisme Istiarah (metafora) sebagai instrumen konstruksi imajinasi alam ghaib dalam Sahih Bukhari dan Muslim. Menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan retoris-hermeneutik berbasis kerangka Ilmu al-Bayan, penelitian ini melakukan analisis mikro-struktural terhadap hadis-hadis eskatologi pilihan yang memiliki intensitas visual tinggi. Data dikumpulkan melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan metode dekonstruksi unsur retoris (Musta’ar Minhu, Musta’ar Lahu, Alaqah, dan Qarinah). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa narasi eskatologi dalam Sahih Bukhari dan Muslim secara dominan menggunakan Istiarah Makniyyah (50%) dan Istiarah Tamtsiliyyah (30%) untuk mentransformasikan konsep abstrak menjadi citraan konkret. Temuan spesifik menunjukkan bahwa personifikasi kematian sebagai entitas biologis dan animasi fenomena alam (seperti napas neraka dan sujudnya matahari) berfungsi sebagai visualizing agent yang mereduksi kompleksitas ontologis menjadi skema pengalaman duniawi. Hal ini membuktikan bahwa mekanisme Istiarah bekerja melalui pemetaan fungsional yang memungkinkan audiens membangun peta mental yang jelas mengenai realitas transenden. Implikasi teoretis dari penelitian ini memperluas fungsi Balagah klasik dari sekadar hiasan stilistika menjadi epistemologi visualisasi iman, sementara secara praktis memberikan kerangka interpretatif baru bagi pengajaran hadis agar terhindar dari bias literalisme kaku. Penelitian ini menegaskan posisi retorika kenabian sebagai mahakarya kognitif yang mengintegrasikan estetika linguistik dengan kedalaman teologis dalam diskursus akademik internasional.
References
Al-Asqalani, A. bin ’Ali bin H. 1379. “Fath Al-Bari Syarh Sahih Al-Bukhari.” Dar al-Ma’rifah.
Al-Qazwini, Al-Khatib. 2003. Al-Idhah fi Ulum al-Balaghah. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Al-Sakkaki, Abu Ya’qub Yusuf. 1987. Miftah al-Ulum. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Alharbi, M. F., M. S. E.-D. A. Fath, and A. I. Nasirudeen. 2025. “The Multiplicity And Probability Of Meanings In The Prophetic Hadith: A Study In Linguistic, Rhetorical, And Da ‘wah Aspects/التعدد والاحتمال لمعاني الحديث النبوي الشريف: دراسة دعوية لغوية بلاغية.” Ijaz Arabi Journal of Arabic Learning: 8.
Alhusban, Amani M, and Mohammad Alkhawaldah. 2018. “Meaning Construction of Selected Quranic Metaphors.” International Journal of Linguistics 10(6): 134–48.
Ali, Yassir Mohammed Nasr. 2015. “Mystique in Arabic Poetics: An Inquiry into Cultural Dominant.”
Brown, Jonathan. 2007. “Critical Rigor vs. Juridical Pragmatism: How Legal Theorists and Hadīth Scholars Approached the Backgrowth of Isnāds in the Genre of’Ilal Al-Hadīth.” Islamic Law and Society 14(1): 1–41.
Bukhāriy, A. ʻAbdillāh M. ibn I. al-. 1933. “Ṣaḥīḥ Al-Bukhāriy (M. D. Al-Bagā, Ed.; Vols. 1–7).” Dār Ibn Kaṡīr.
Creswell, John W, and Dana L Miller. 2000. “Determining Validity in Qualitative Inquiry.” Theory Into Practice 39(3): 124–30.
Ghayas, Saba, and Syeda Shahida Batool. 2017. “Construction and Validation of Afterlife Belief Scale for Muslims.” Journal of religion and health 56(3): 861–75.
Ghuddah, A. al-F. A. 2017. “Ghuddah, A. Al-F. A. (2017). Prophet Muhammad: The Teacher (Y. D. Shah, Ed.; M. Z. A. Ghuddah, Trans.).”
Gibbs, Jr., and R. W. (Ed.). 2008. “The Cambridge Handbook of Metaphor and Thought (1st Ed.).” Cambridge University Press. doi:https://doi.org/10.1017/CBO9780511816802.
Gubman, Boris. 2015. “Presenting History: Past and Present.”
Haleem, M A S Abdel. 2018. “The Role of Context in Interpreting and Translating the Qur’an.” Journal of Qur’anic Studies 20(1): 47–66.
Hesse, J. 2023. “Metaphors, Religious Language and Linguistic Expressibility.” International Journal for Philosophy of Religion: 239–258. doi:https://doi.org/10.1007/s11153-023-09865-2.
Hussin, M., M. Alaqad, S. Rifa’in, and M. Rifain. 2025. “Figures of Speech in the Hadith of Prophet Muhammad: An Analysis of Tashbīh, Isti’ārah, and Kināyah.” Southeastern Philippines Journal of Research and Development: 77–92.
Jablonski, Przemyslaw, Jan van der Lans, and Chris Hermans. 1998. “Metaphor Theories and Religious Language Understanding.” Metaphor and Symbol 13(4): 287–92.
Bin Jamil, Khairil Husaini. 2019. “Islamic Scriptures and Voice Intonation: A Preliminary Survey in Arabic Linguistic Thought and? Ad? Th Interpretive Discourse.” KEMANUSIAAN The Asian Journal of Humanities 26(Supp. 1): 1–21.
Khan, S., and R. Ali. 2021. “Dichotomy of Language & Thought in the Interpretation of Metaphor in the Quran.” Journal of Nusantara Studies (JONUS) 6(1): 95–117. doi:https://doi.org/10.24200/jonus.vol6iss1pp95-117.
Kholid, N., and B. Solichah. 2026. “Retorika Tasybih Dalam Hadis:Kajian Balaghah Shahih Al-Bukhari.” Al Mi’yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab Dan Kebahasaaraban 9(1): 197. doi:https://doi.org/10.35931/am.v9i1.6404.
Kinberg, L. 2000. “The Individual’s Experience as It Applies to the Community: An Examination of Six Dream Narrations Dealing with the Islamic Understanding of Death.” Al-Qanṭara: 425.
Kueny, K. 2020. “Tasting Fire: Affective Turn in Qur’anic Depictions of Divine Punishment.” Body And Religion: 5–26.
Lincoln, Yvonna S, and Egon G Guba. 1985. Naturalistic Inquiry. Beverly Hills: SAGE Publications.
Ma’mun, R. M. 2025. Majāz Lugawī Dalam Surah Al-Taubah (Studi Analisis Ayat-Ayat Surga Dan Neraka Dalam Tafsīr Al-Mīzān Karya Muḥammad Ḥusain Al-Ṭabāṭabā’ī (W. 1401 H)) [Skripsi].
Milah, A. S., M. Rohman, and A. N. Rasikhullah. 2023. “Internalization Of Arabic Syntactic In The Interpretation Of Legal Verses.” IJAS: Indonesian Journal of Arabic Studies 5(2): 159. doi:https://doi.org/10.24235/ijas.v5i2.14840.
Murdiono, M., M. Amin, and H. N. Taufiq. 2022. “Majaz Isti’arah in Qur’an Surah Al-Baqarah: A Balaghah Science Perspective Based Analysis.” Buletin Al-Turas: 77–90.
Nathir, K. A. M., A. Samah, R., Nawi, M. Y. Abdul Majid, and B. Abd Zaman. 2025. “Islamic Art And Eschatology In The Kemas Community Dakwah At Media: An Quran Rhetorical Approach.” Ijaz Arabi Journal of Arabic Learning 8(3). doi:https://doi.org/10.18860/ijazarabi.v8i3.32455.
Osborne, L. E. 2019. “Feeling the Words: Sayyid Qutb’s Affective Engagement with the Qur’an in Al-Taswir Al-Fanni Fi Al-Qur’an.” Religion Compass. doi:https://doi.org/10.1111/rec3.12338.
Patton, M. Q. 2015. “Qualitative Research & Evaluation Methods (4th Ed.).” SAGE Publications. https://www.sagepub.com.
Rizapoor, Habiburrahman, Aminullah Poya, and Zaifullah Athari. 2023. “The Relationship between Prophetic Hadith and Intellect: A Critical Examination of the Scholarly Discourse.” International Journal of Islamic Studies Higher Education 2(2): 134–51.
Saleh, F. 2020. “Teori Formalisme – Balaghah.” 20(1): 147–58. doi:https://doi.org/10.15408/bat.v20i1.3753.
Schreier, Margrit. 2012. Qualitative Content Analysis in Practice. London: SAGE Publications.
Stafford, John K. 2013. “Conceptions Of The Sacred. Reflections On Transcendence In Christian Discourse.” Perichoresis 11(2): 72–85.
Sullivan, K., and W. Wachowski. 2020. “Everyone ‘Leaves’ the World Eventually: Culture-Based Homogeneity and Variation in Death Is Departure.” Review of Cognitive Linguistics: 75–93.
Taheri, J. 2024. “Analogical Dialectics in Religious Language: Beyond Literal/Metaphorical Reductionism.” Religions: 1343.
Vestrucci, Andrea. 2022. “Language of Religion, Religions as Languages. Introduction to the Special Issue ‘Religions and Languages: A Polyphony of Faiths.’” Sophia (Melbourne, Vic.) 61(1): 1.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aang Saeful Milah, Muhammad Faqih Choiruddin, Clarisa Aulia Dewi, Anisa Fitriyani, Ilhamiyatul Hidayah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










This work is licensed under a