Pengaruh Tahfidz Al-Qur'an terhadap Kecerdasan Sosial Santri: Analisis Berbasis Dimensi SASSI di Pondok Pesantren Mamba'ul 'Ulum Sulawesi Selatan
DOI:
https://doi.org/10.61104/ihsan.v4i3.6324Keywords:
Kecerdasan Sosial, Tahfidz Al-Qur'an, Dimensi SASSI, Pendidikan Islam, Pesantren.Abstract
Penelitian ini menyajikan investigasi komprehensif mengenai pengaruh intensitas menghafal Al-Qur'an (Tahfidz) terhadap kecerdasan sosial santri di Pondok Pesantren Mamba'ul 'Ulum, yang berlokasi di Barabatu, Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Berpijak pada kerangka teoretis sintesis yang menggabungkan konstruksi kecerdasan sosial Karl Albrecht dengan etika antropologis-teologis yang digagas oleh Sassi (2020), penelitian ini mengukur kecerdasan sosial melalui lima dimensi fundamental: Situational Awareness ('Adl/Keadilan), Presence (Ukhuwah Insaniyyah/Persaudaraan Kemanusiaan), Honesty (Amanah/Tanggung Jawab), Charity (Khidmah/Pengabdian), dan Empathy (Tawasuth/Moderasi). Menggunakan desain penelitian kuantitatif ex-post facto, data primer dikumpulkan secara cermat dari sampel acak berstrata sebanyak 120 responden melalui kuesioner psikometrik skala Likert yang telah divalidasi. Data empiris dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dan korelasi Pearson Product-Moment melalui perangkat lunak IBM SPSS Statistics. Temuan penelitian mengungkapkan adanya pengaruh positif dan signifikan secara statistik dari aktivitas Tahfidz terhadap kecerdasan sosial (r = 0,520, p < 0,05), di mana intensitas menghafal menyumbang 27,1% dari varians kecerdasan sosial ( = 0,271). Model regresi menghasilkan persamaan , yang mengindikasikan hubungan prediktif yang kuat. Temuan ini mendekonstruksi paradigma umum yang memandang hafalan tekstual sebagai aktivitas kognitif yang soliter; sebaliknya, pedagogi komunal seperti sima'an (menyimak hafalan teman) dan muraja'ah (pengulangan bersama) berfungsi sebagai laboratorium sosial yang ketat. Praktik-praktik ini secara aktif menumbuhkan empati, integritas struktural, dan kehadiran sosial, yang secara efektif menjembatani teologi tekstual dengan praksis sosiologis. Pada akhirnya, integrasi program Tahfidz yang terstruktur dalam ekosistem pesantren secara signifikan memperkuat resiliensi psikologis, menekan kecemasan sosial di kalangan remaja, dan membekali generasi masa depan dengan kompas moral yang kuat untuk menghadapi kompleksitas multidimensional di Era Society 5.0.
References
Anjani, A. R., Amanah, P., & Chadidjah, S. (2025). Pesantren lembaga pendidikan tertua di Indonesia dan perkembangannya. At-Tabayyuun: Journal Islamic Studies, 7(1), 11–34.
Ardiningrum, T. D. (2025). Menanamkan Nilai Adab sebelum Ilmu dalam Pembelajaran Upaya Pembentukan Karakter dan Etika Peserta Didik. Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam, 2(3), 44–55.
Hasyim, A., Basyari, M. M. A. I., Ernawati, A. S., Puswanti, N., & Abdullah, F. D. (2025). Pendidikan Islam di Era Society 5.0: Perspektif Nurcholish Madjid dalam Dinamika Kontemporer. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02), 305–320.
Ke, K. A. (2026). E. Analisis Model Kurikulum PAI dengan. Telaah Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI): Teori, Tranformasi, Dan Tantangan Era Digital, 57.
Nurdiana, E. (2022). Antesenden Empathy Ethical Interaction Menuju Peningkatan Organizational Performance. Universitas Islam Sultan Agung (Indonesia).
Prayitno, A. (2025). Filsafat Pendidikan Syed Muhammad Naquib al-Attas dan Implementasinya dengan Kurikulum Pendidikan Islam. Penerbit Adab.
Rahayu, T., Rosyadah, M., & Siswanto, A. (2025). Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ), Kecerdasan Spritual (SQ) Dalam Pembentukan Karakter Siswa. Misbahul Ulum (Jurnal Institusi), 7(2), 102–196.
Rochbani, I. T. N. (2025). ILMU DAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM. Jurnal Dinamika Pendidikan Nusantara, 6(4).
Saputra, H., Rosmini, & Sohrah. (2026). Ukhūwah Islāmiyyah sebagai Pilar Moderasi Beragama dan Solidaritas Sosial di Era Modern. Aksioreligia, 3, 81–93. https://doi.org/10.59996/aksioreligia.v3i2.942
Syafi’i, I., & Sassi, K. (2025). Refleksi Qs. Ar-Ra’du: 11 Dan Qs. Al-Anfal: 53 Self Awareness Sebagai Kesalehan Sosial. At-Tafasir: Journal of Al-Qur’an Studies and Contextual Tafsir, 2(2), 224–247.
Tsurayya, F. A. J. (2023). Pengaruh aktivitas menghafal Al-Qur’an terhadap kecerdasan spiritual Santri Pondok Pesantren Riyadlul Qur’an Jepara [Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang]. https://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/21490
Udin, T., Inayah, S., Hamid, S., Hidayat, A., Aeni, A. N., & Ratnawati, E. (2021). Pendidikan Karakter Tanpa Kekerasan. TT.
Utomo, E. S. (2022). Rekonstruksi Regulasi Pengembangan Ekonomi Pesantren Menuju Kesejahteraan Masyarakat Yang Berbasis Nilai Keadilan. Universitas Islam Sultan Agung (Indonesia).
Yudistira, S. (2025). Institusionalisasi Nilai Qur’ani dalam Program Tahfidz Entrepreneur di Pesantren Baitul Izzah Nusantara (BIN). Al Mudzakarah, 2(2), 130–161.
Yusrianto, E. (2025). Membangun Karakter Peduli Sosial Melalui Sedekah: Integrasi Nilai Islam dan Sains dalam Pendidikan. Jurnal PAI Raden Fatah, 7(4), 502–515.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Afiq Siddiq, Sitti Jamilah Amin, Muhammad Saleh, Ahdar, Kaharuddin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










This work is licensed under a