Masjid Sebagai Pusat Pendidikan Pada Masa Klasik Islam
DOI:
https://doi.org/10.61104/ihsan.v4i3.6239Keywords:
Masjid, Pusat Pendidikan, Masa Klasik Islam.Abstract
Masjid selain untuk sarana beribadah, juga di manfaatkan sebagai lembaga pendidikan Islam pada masa klasik Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan masjid pada masa klasik Islam, pendidikan di masjid pada masa klasik Islam dan bagaimana sistem pendidikan pada saat itu. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang berbasis data akademik. Data di kumpulkan melalui penelusuran 15 referensi yang berupa jurnal, kemudian di analisis menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan masjid pada masa klasik Islam dimulai sejak nambi Muhammad meninggalkan mekkah dan hijrah ke Madinah. Masjid pertama yang di bangun adalah Masjid Quba dan Masjid Nabawi. Selain itu, studi ilmiah menunjukkan bahwa sebelum masjid di bangun, kegiatan pendidikan di lakukan di rumah-rumah. Sementara itu, sistem pendidikan di masjid pada masa klasik Islam menggunakan beberapa metode seperti Suffah dan Kuttab, pendekatan istima’, tahfidz, talaqqi, serta diskusi dan ceramah. Selain itu, sistem halaqah juga menjadi ciri khas dalam pembelajaran yang menekankan interaksi secara langsung antara murid dan guru. Materi pendidikan yang berkembang pada masa itu selain pendidikan Islam juga mencakup aspek sosial, hukum, akhlak, dan kehidupan bermasyarakat.
References
Ariani, R. (2025). Sejarah pendidikan Islam di Nusantara: Dari masa klasik hingga modern. Jurnal Peradaban, 5(2), 68-73.
Dawolo, S. R., Tanjung, Y. F., Zega, I. P. S., Zebua, A. I., & Budianti, Y. (2024). Evolusi Institusi Pendidikan Islam Klasik: Masjid, Kuttāb, Dan Madrasah. Jurnal Sains Dan Teknologi, 6(3), 279-286.
Elvan, N. A., Samad, D., & Zulheldi, Z. (2024). Sejarah pendidikan Islam dari klasik, pertengahan, dan modern. QOUBA: Jurnal Pendidikan, 1(2), 130-140.
Fadhilah, A. S., & Prabowo, S. L. (2025). Kontribusi Sejarah Pendidikan Islam 750–1350 M terhadap Pembentukan Sistem Pendidikan Islam Masa Kini: Tinjauan Hakikat dan Ruang Lingkup. Educational Studies and Research Journal, 2(3), 170-176.
Fathurrahman, F. (2015). Masjid sebagai Pusat Pendidikan Islam Masa Klasik. Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam, 13(1), 18-29.
Handoyo, T., & Khobir, A.(2025). Masjid Sebagai Pusat Pengembangan Ilmu Keislaman Periode Klasik. Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ibnu Sina Ajibarang, 2(1), 39-50.
Lannuria, L., Karinah, U., Yusuf, M., Dhuha, M. S., & Wismanto, W. (2023). Masjid sebagai pusat pendidikan Islam masa klasik. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran (JRPP), 6(2), 1-94.
Mulyono, M. (2017). Rekonstruksi Peran dan Fungsi Masjid sebagai Pusat Kegiatan Pendidikan Islam. Muaddib: Studi Kependidikan Dan Keislaman, 7(01), 13-32.
Rodi, & Iswantir. (2022). Pusat-Pusat Keilmuan (Center of Islam learning) Paling Awal, Pertumbuhan dan Perkembangan Halaqah di Nusantara. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 1(2), 441-448.
Rosadi, B. F. (2014). Masjid sebagai pusat kebudayaan Islam. AN-NUR: Jurnal Studi Islam, 6(1), 127-148.
Sipahutar, V., Widiyanti, R., Harahap, S. I., & Nst, F. (2026). Eksistensi Lembaga Pendidikan Islam Awal: Kuttab, Masjid, Dan Halaqah Sebagai Fondasi Pendidikan Umat. Jurnal Pendidikan Tambusai, 10(1), 506-515.
Solichin, M. M. (2008). Pendidikan Islam Klasik (Telaah Sosio-Historis Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam Masa Awal Sampai Masa Pertengahan). Tadrîs, 3(2), 193-210.
Surawardi, S. (2015). Sistem dan Kelembagaan Pendidikan Islam Periode Madinah. Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 94-104.
Suwanto., Sihotang, J., Lubis, A. S., Sumanti, S. T., & Budianti, Y. (2024). Evolusi institusi pendidikan Islam klasik: Masjid, kuttab dan madrasah. Mimbar Kampus: Jurnal Pendidikan dan Agama Islam, 23(2), 1121–1130.
Syarif, A. (2015). Lembaga Pendidikan Islam Klasik. Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 109-121.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ikram Humaidi, Mudhiatun Nuriyah, Feny Nursyahira, Annisa Nuri Amelia, Tiara Kasih, Veni Munawaroh, Angghi Surya Ramadhan, Jasma Hendra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










This work is licensed under a