Transformasi Pembelajaran Akidah: Dari Konvensional ke Digital Learning di Era Society 5.0
DOI:
https://doi.org/10.61104/ihsan.v4i2.5555Keywords:
Pendidikan Akidah, Transformasi Digital, Society 5.0, Pembelajaran Islam, Integrasi Teknologi.Abstract
Pergeseran pembelajaran Aqidah dari metode tradisional ke pendekatan berbasis digital telah menjadi tak terhindarkan di era Masyarakat 5.0, yang menekankan integrasi teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan. Studi ini bertujuan untuk meneliti proses transformasi, serta tantangan dan peluang yang terkait dengan pembelajaran Aqidah digital. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, dengan memanfaatkan tinjauan pustaka dan analisis studi relevan dalam pendidikan Islam dan pembelajaran digital. Temuan menunjukkan bahwa transformasi digital dalam pembelajaran Aqidah meningkatkan partisipasi siswa, memperluas akses, dan menawarkan fleksibilitas yang lebih besar melalui media interaktif, platform daring, dan sumber daya multimedia. Meskipun demikian, isu-isu seperti rendahnya literasi digital, akses yang tidak merata terhadap teknologi, dan risiko pemahaman yang dangkal tetap menjadi tantangan yang signifikan. Selain itu, mengintegrasikan pembelajaran berorientasi nilai dengan alat digital mengharuskan pendidik untuk berinovasi dalam strategi pedagogis sambil tetap menjaga prinsip-prinsip inti Aqidah. Dapat disimpulkan bahwa transformasi digital dalam pembelajaran Aqidah diperlukan dan menguntungkan, selama diimbangi dengan penguatan nilai-nilai spiritual dan moral.
References
Anderson, T. (2016). The theory and practice of online learning. Athabasca University Press.
Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III. Kencana.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The “what” and “why” of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227–268.
Fauzi, A. (2023). Digital competence of Islamic education teachers in the era of Society 5.0. Jurnal Pendidikan Islam, 9(2), 145–160.
Fukuyama, M. (2018). Society 5.0: Aiming for a new human-centered society. Japan Spotlight, 27(5), 47–50.
Hidayat, N. (2020). Pemanfaatan media digital dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 6(1), 85–98.
Koehler, M. J., & Mishra, P. (2009). What is technological pedagogical content knowledge (TPACK)? Contemporary Issues in Technology and Teacher Education, 9(1), 60–70.
Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning (2nd ed.). Cambridge University Press.
Ng, W. (2012). Can we teach digital natives digital literacy? Computers & Education, 59(3), 1065–1078.
Putri, D., & Anwar, S. (2022). Digital learning platforms in Islamic education: Opportunities and challenges. Jurnal Teknologi Pendidikan Islam, 8(1), 55–68.
Rahman, A. (2021). Multimedia interaktif dalam pembelajaran akidah. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 7(2), 120–135.
Ribble, M. (2015). Digital citizenship in schools (3rd ed.). International Society for Technology in Education.
Siemens, G. (2005). Connectivism: A learning theory for the digital age. International Journal of Instructional Technology and Distance Learning, 2(1), 3–10.
Suryadi, B. (2019). E-learning dalam pendidikan Islam: Tantangan dan peluang. Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 101–115.
UNESCO. (2021). Reimagining our futures together: A new social contract for education. UNESCO Publishing.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Fiza, Eva Dwi Friana, Fibri Melani, Paninggoran, Said Najibul Hariri, Swi Wahyuni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a