Makna keadilan Dalam Q.S al- Baqarah (2): 178 Studi perbandingan Hermeneutika Fazlur Rahman dan Fondasionalisme Normatif al- Ghazali

Authors

  • M. Ilham Firmansyah Universitas Al- Qolam Malang
  • Achmad Mudzakkir Yusuf Universitas al-Qolam Malang

DOI:

https://doi.org/10.61104/ihsan.v4i2.4431

Keywords:

Keadilan, Hermeneutika, Double Movement, Fazlur Rahman, Fondasionalisme, Al- Ghazali, Qishas, Diyat

Abstract

Keadilan menjadi pijakan utama dalam ajaran Islam, salah satunya tampak dalam QS. Al Baqarah ayat 178 yang mengatur prinsip qishās dan alternatif maaf atau diyat. Ayat ini menegaskan kesetaraan hukum dan pembatasan pembalasan untuk mencegah ketidakadilan. Penelitian ini membandingkan dua pendekatan pemikiran besar dalam memahami makna keadilan tersebut: hermeneutika kontekstual Fazlur Rahman dan fondasionalisme normatif Al  Ghazali. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis kualitatif komparatif. Pertama, dijelaskan prinsip hermeneutika gerakan ganda Rahman yang menelaah konteks historis dan kemudian menggeneralisasi prinsip universal untuk relevansi masa kini, termasuk fleksibilitas penerapan qishās, penekanan pada maaf dan diyat, serta rasionalisasi hukum. Kedua, diuraikan fondasionalisme Al Ghazali melalui kerangka maqāṣid al‑syarī‘ah, khususnya prinsip menjaga jiwa sebagai dasar hukum qishās, serta hierarki darūriyyāt, ḥājiyyāt, dan taḥsīniyyāt yang menegaskan landasan normatif dan spiritual Hasil analisis menunjukkan bahwa Rahman menekankan kontekstualisasi dan adaptasi untuk menciptakan keadilan yang relevan dengan dinamika modern, sementara Al Ghazali menegaskan kepedulian pada tujuan dasar syariat yang tetap kokoh sebagai pijakan moral dan hukum. Perbandingan ini memberikan gambaran keragaman interpretasi keadilan dalam Islam dan implikasinya bagi pengembangan pemikiran hukum serta praktik sosial kontemporer.

References

2023, K. et al. (2021). No Title 済無 No Title No Title No Title. 32(3), 167–186.

Ahmad Syukri. (2005). Metodologi Tafsir Al-Quran Kontenperer Dalam Pemikiran Fazlur Rahman. KONTEKSTUALITA Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 20(1), 53–78.

Al-Ghazali, A. H. (1997/1418H). al-Mustasfa min Ilm al-Usul. tahq. al-Ashqar, Muhammad Sulayman.. Bayrut: Al-Risalah,

Al Jufri, K. A., Awang, M. S., & Mochammad Sahid, M. (2021). Maqasid Syariah Menurut Imam Al-Ghazali Dan Aplikasinya Dalam Penyusunan Undang-Undang Islam Di Indonesia. Malaysian Journal of Syariah and Law, 9(2), 75–87. https://doi.org/10.33102/mjsl.vol9no2.315

Dan, A., & Di, R. (2024). Muhamad alwi harton danu nim : 20651015.

Hafith, A., Taufik, Acim, S. A., & Jumarim. (2025). Modernitas Kontemporer Dan Prospeknya Dalam Islam. Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS), 1(2), 157–167.

Ibnu Kathir, F. (2003). Tafsir Ibnu Kathir. (Ishaq, M. A., Trans.). 1st ed. Pustaka Imam Syafii.

Ikhsan, M. (1919). TAFSIR KONTEKSTUAL AL-QUR ’ AN ( Telaah atas Metodologi Tafsir Fazlur Rahman ) A . Pendahuluan Selama empat belas abad ini , khazanah intelektual Islam telah diperkaya dengan berbagai macam perspektif dan pendekatan dalam menafsirkan Al-Qur ’ an . Walaupu. 99–120.

Muhammad Ihsan. (2017). Diyat sebagai Pengganti Qisas pada Jarimah Pembunuhan sebab Pemaafan. Jurnal Perundangan Undangan dan Hukum Pidana Islam. 1(2) 79-94, 30 Oktober 2017. Kampus IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa.

Quraysy Syihab, M. (2001). Tafsir al-Misbat Pesan, Kesan dan Keserasian al-Quran. Lentera Hati.

Paizah, I. (2013). Anak Tak Sah Taraf dari Perspektif Syariah dan Perundangan Islam di Malaysia. Jurnal Fiqh. No.10 (2013): 77-90. Konsultan Jabatan Fiqh dan Usul, Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya (UM).

Romadlon, A. M., Ushuluddin, F., Pemikiran, D. A. N., Islam, U., & Sunan, N. (2016). PENDEKATAN KONTEKSTUAL TERHADAP AYAT QISAS DALAM AL- QUR’AN (Sebuah Aplikasi Pendekatan Kontekstual Abdullah Saeed). S.

Roslan, M. M., & Zainuri, A. O. (2023). The Theory of Hifz Al-Nafs In Maqasid Syariah:Argumentation Analysis. Journal of Muwafaqat, 6(1), 1–12.

Sayyid Qutb. (2008). Tafsir fi Zilal al-Quran. 1st ed. Gema Insani Press.

YASIN, M. (2024). Teori hermeneutika double movement dalam penafsiran ayat hukuman potong tangan (telaah pandangan fazlur rohman atas Qs Al-Maidah:30. February, 4–6.

Downloads

Published

2026-04-13

How to Cite

M. Ilham Firmansyah, & Achmad Mudzakkir Yusuf. (2026). Makna keadilan Dalam Q.S al- Baqarah (2): 178 Studi perbandingan Hermeneutika Fazlur Rahman dan Fondasionalisme Normatif al- Ghazali. IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 134–143. https://doi.org/10.61104/ihsan.v4i2.4431

Issue

Section

Articles