Rekonsiliasi Sains Islam: Konsep, Prinsip dan Implementasi Humanisasi Ilmu
DOI:
https://doi.org/10.61104/ihsan.v4i1.3184Keywords:
Rekonsiliasi sains Islam, Humanisasi ilmu, Tauhid, Epistemologi IslamAbstract
Krisis sains modern yang cenderung sekuler dan reduksionistik memunculkan kebutuhan mendesak untuk menghadirkan kembali dimensi etika, spiritual, dan kemanusiaan dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui rekonsiliasi sains dan Islam. Penelitian ini bertujuan menguraikan konsep, prinsip, dan implementasi humanisasi ilmu sebagai kerangka integratif dalam membangun epistemologi Islam yang memadukan wahyu, akal, dan pengalaman empiris. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap pemikiran Al-Attas, Nasr, Al-Faruqi, Al-Jabiri, dan Guessoum. Hasil kajian menunjukkan bahwa humanisasi ilmu berakar pada prinsip tauhid, kemaslahatan manusia, dan integrasi ilmu agama serta sains modern tanpa dikotomi, yang terejawantah dalam integrasi kurikulum, penguatan unity of sciences, serta pembelajaran dialogis yang membentuk insan kamil. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa humanisasi ilmu bukan sekadar wacana konseptual, melainkan strategi epistemologis dan pedagogis untuk membangun tradisi keilmuan Islam yang relevan, bermakna, dan berorientasi pada kemaslahatan umat manusia di era kontemporer.
References
Adinugraha, H. H., & Khobir, A. (2025). Harmonisasi sains dan agama. CV Rizquna. http://repository.uingusdur.ac.id/1071/1/Harmonisasi.pdf
Al-Attas, S. M. N. (2022). Naquib al-Attas' Islamization of impact on Malay religious life, literature, language and culture. University of Hawai'i Press.
Albayrak, I. (2022). Modernity, its impact on Muslim world knowledge: Its general characteristics of 19–20th-century revivalist–reformists’ re-reading of the Qur’an. Religions, 13(5). https://doi.org/10.3390/rel13050424
Al-Faruqi, I. R., & AbuSulayman, A. H. (2020). Islamization of knowledge: Yesterday and today. International Institute of Islamic Thought.
Fahrudin, H. D. M., & Ichsan, A. S. (2020). Islamisasi ilmu sebagai identitas keagamaan. Alfuad, 4(1), 67–79.
Guessoum, N. (2023). Islam's quantum question (Edisi diperbarui). I.B. Tauris.
Latri, W. S. (2016). Implementasi konsep humanisme (manootniyom) dalam pembelajaran PAI (Studi kasus di Seangprathip Wittaya Mulniti School, Pattani Thailand Selatan) (Disertasi doktor, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan).
Makiah, Z. (2021). Rekonsiliasi Islam dan sains dalam perspektif Nidhal Guessoum. Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 19(1), 61–82. https://doi.org/10.18592/khazanah.v19i1.4150
Nasr, S. H. (2019). The need for a sacred science (Edisi revisi). State University of New York Press.
Guessoum, N. (2021). Islam quantum question: Reconciling Muslim tradition and modern science (edisi 2011). Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 19(1).
Omer, S. (2024). Islam on civilization, humanism and knowledge. Journal of Islamic Studies, 15(3), 112–130.
Sholihan. (2021). Falsafah kesatuan ilmu paradigma keilmuan Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. RaSAIL Media Group.
Zulfa, F., & Abdillah, J. (2023). Strategi humanisasi ilmu-ilmu keislaman dalam pandangan Muhammad Abid al-Jabiri. Tasamuh: Jurnal Studi Agama dan Budaya, 1(1), 1–15.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Shania, Arditya Prayogi, Lutfiyah, Minkhatul Maula

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








This work is licensed under a