Strategi Guru Pesantren Dalam Membangun Emotional Bonding Dengan Santri: Kajian Fenomenologi Berdasarkan Disiplin Positif Di Lingkungan Pesantren
DOI:
https://doi.org/10.61104/ihsan.v4i1.4928Keywords:
Emotional Bonding, Disiplin Positif, Santri, Pesantren.Abstract
Ada beberapa masalah psikologis santri yang mungkin dipicu oleh tingkat disiplin tinggi dan dorongan untuk beradaptasi, contoh seperti santri yang cenderung introvert dan belum terbiasa jauh dari orang tua, mengalami penurunan motivasi dalam belajar, mengalami tekanan, kesepian atau masalah psikologis lainnya, sehingga berpotensi untuk kabur atau lebih ekstrimnya lagi bisa melukai diri sendiri. Hal tersebut dikarenakan dukungan psikososial dan konseling yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi yang digunakan guru pesantren dalam membangun emotional bonding dengan santri berdasarkan kajian fenomenologi disiplin positif di lingkungan pesantren, hal ini dilakukan karena disiplin positif menjadi pendekatan pertama yang perlu diterapkan sebelum menerapkan aturan-aturan pendisiplinan dan konsekuensi lainnya, sehingga guru bisa membangun pola pikir yang terbuka dan empatik menghadapi santri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka sebagai pendekatan utama dalam menggali pemahaman konseptual dan teoritis terhadap fenomena yang diteliti, langkah awal adalah mengidentifikasi dan memilih sumber pustaka yang relevan dengan topik penelitian, analisis dan sintesis dilakukan untuk menggali temuan, konsep, teori, dan penarikan kesimpulan secara objektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa emotional bonding (pendekatan emosional) dengan santri merupakan proses penting dalam membangun hubungan kuat dan saling percaya antara guru pesantren dan santri, sehingga meningkatkan efektivitas pembinaan karakter dan disiplin, melalui teknik; 1.) koneksi sebelum koreksi, 2.) menyapa secara rutin, 3.) menyediakan waktu khusus untuk berinteraksi, 4.) validasi perasaan, dan 5.) mendengarkan secara aktif. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa, pendekatan ini tidak hanya menciptakan lingkungan belajar yang hangat dan mendukung, tetapi juga membantu santri merasa dihargai, aman, dan dipedulikan, sehingga mereka lebih terbuka dan termotivasi untuk berkembang secara emosional dan spiritual.
References
Adler, A. (1929). The Science of Living. New York: Greenberg.
Bowlby, J. (1969). Attachment and Loss: Volume 1. Attachment. New York: Basic Books.
Burden, P. R. (2020). Classroom Management: Creating a Successful K-12 Learning Community (7th ed.). Hoboken, NJ: Wiley.
Centers for Disease Control. (2015). School connectedness. September 1. http://www.cdc.gov/healthyyouth/protective/connectedness.htm
Husserl, E. (1913). Ideas Pertaining to a Pure Phenomenology and to a Phenomenological Philosophy (F. Kersten, Trans.). The Hague: Nijhoff.
Nelsen, J. (2006). Positive Discipline: The Classic Guide to Helping Children Develop Self-Discipline, Responsibility, Cooperation, and Problem-Solving Skills. New York: Ballantine Books.
Nelsen, J., & Gfroerer, K. (2017). Positive Discipline Tools for Teachers: Effective Classroom Management for Social, Emotional, and Academic Success. Amerika Serikat: Harmony/Rodale.
Nelsen, J., & Lott, L. (2000). Positive Discipline for Teenagers: Empowering Your Teens and Yourself Through Kind and Firm Parenting. Amerika Serikat: Crown Publishing Group.
Nelsen, J., Tamborski, M. N., & Ainge, B. (2016). Positive Discipline Parenting Tools: The 49 Most Effective Methods to Stop Power Struggles, Build Communication, and Raise Empowered, Capable Kids. Amerika Serikat: Harmony Rodale.
Zainab, S. H. (2024). Advance Disiplin Positif bagi Guru dan Pengasuh Pesantren. Jakarta: Penerbit.
Oluka, A. (2025). Phenomenological Research Strategy: Descriptive and Interpretive Approaches. F1000Research, 14, 725–725. https://doi.org/10.12688/f1000research.166273.1
Laila, ST. N. F., Mutohar, P. M., & Mufarokah, A. (2022). Character-based Prophetic Education in Pondok Pesantren Wali Songo Ponorogo Indonesia. KnE Social Sciences, 86–97. https://doi.org/10.18502/kss.v7i10.11211
Buto, Z. A., & Hafifuddin, H. (2021). Strategi Mendisiplinkan Anak dalam Perspektif Praktisi dan Psikologi Anak. https://doi.org/10.47766/saree.v3i1.552
Haki, U., Prahastiwi, E. D., & Selatan, U. T. (2024). Strategi Pengumpulan dan Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif Pendidikan. 3(1), 1–19. https://doi.org/10.46306/jurinotep.v3i1.67
Yunus, M. (2019). Pesantren sebagai Lembaga Pendidikan Islam Asli Indonesia. 1(1), 111–118. https://doi.org/10.37092/EJ.V1I1.87
Herlina, H., & Ibrahim, I. (2023). Mengoptimalkan Peran Pondok Pesantren Dalam Pendidikan Islam. 1(3), 157–168. https://doi.org/10.47861/jkpu-nalanda.v1i3.237
Purnomo, M. H. (2017). MANAJEMEN PENDIDIKAN PESANTREN
Ilahi, R., Putra2, M. N., Munip3, A., & Mawardi4. (2019). Peran Guru Dalam Pembentukan Karakter Displin. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 07, 2162–2172.
Jibriel, M. (2020). Fenomenologi. Deepublish: Yogyakarta.
Data, T. P. (2015). Instrumen Penelitian. Kisi-Kisi Instrumen.
Setyawan, B. (2022). Peran Guru Bk Dalam Mengimplementasikan Disiplin Positif. Prosiding Konseling Kearifan Nusantara. https://doi.org/10.29407/yswy4b40
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Cindy Soraya, Sri Mulyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








This work is licensed under a