Analisis Penanaman Nilai Toleransi Antar Siswa Berbeda Agama Pada Pembelajaran PAI di SMPN 18 Semarang
DOI:
https://doi.org/10.61104/ihsan.v4i1.3095Keywords:
Toleransi, Pembelajaran PAI, Siswa Berbeda AgamaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dan efektivitas penanaman nilai toleransi antarumat beragama melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 18 Semarang, dengan fokus pada peran guru, praktik pembelajaran, serta respons siswa dalam konteks keberagaman. Menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa penanaman toleransi dilakukan secara terintegrasi melalui tiga ranah: (1) pembelajaran PAI di kelas yang mengacu pada Kurikulum Merdeka dan profil Pelajar Pancasila, dengan materi yang secara eksplisit mengangkat moderasi beragama serta penguatan nilai kearifan lokal; (2) kegiatan kokurikuler kolaboratif seperti penyembelihan dan pengolahan ayam oleh siswa Muslim dan Kristen yang memungkinkan siswa melakukan toleransi secara nyata sesuai prinsip keyakinan masing-masing; serta (3) partisipasi aktif dalam OSIS inklusif, di mana siswa lintas agama terlibat setara dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan, termasuk pembagian takjil di bulan Ramadan. Temuan lain menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki respons kognitif terbuka, afektif positif (nyaman, aman, diakui), dan perilaku inklusif, bahkan mampu membedakan antara keyakinan pribadi dan etika sosial publik, Faktor pendukung utama meliputi kompetensi guru berbasis pelatihan moderasi beragama, dukungan kepala sekolah, serta keterlibatan orang tua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PAI di sekolah umum berpotensi menjadi wahana strategis pembinaan moderasi beragama dan karakter Pancasila, asalkan dilaksanakan secara kontekstual, partisipatif, dan berbasis pengalaman nyata.
References
Adha, M. and Darmiyanti, A. (2022). “Implementasi pendidikan karakter islam dalam pembelajaran pendidikan agama islam masa pandemi covid-19 di sekolah dasar.” Edukatif Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(1), 917-924. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i1.2008
Banks, J. A. (2019). Cultural Diversity and Education: Foundations, Curriculum, and Teaching (6th ed.). Routledge.
Faturrahman, M., Afriyadi, M., Romlah, L., Baharudin, B., & Sabira, Q. (2025). “Analisis trend pendidikan multikultural dalam konteks pendidikan islam di sma : systematic literature review.” Manajerial Jurnal Inovasi Manajemen Dan Supervisi Pendidikan, 5(2), 350-365. https://doi.org/10.51878/manajerial.v5i2.5348
Fitriani, D., & Suryani, A. (2024). “Tantangan Implementasi Moderasi Beragama dalam Pembelajaran PAI di Sekolah Umum”. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 8(1), 45–60. https://doi.org/10.21070/jpii.v8i1.2021
Fitriani, D., & Suryani, A. (2024). Digital literacy and religious moderation among junior high school students. Journal of Islamic Education Research, 7(1), 34–50. https://doi.org/10.18860/jier.v7i1.32215
Haynes, F. (2023). Tolerance Education in Plural Societies: From Theory to Practice. Journal of Moral Education, 52(1), 45–61. https://doi.org/10.1080/03057240.2022.2094734
Hazmar, A. and Saputri, A. (2024). “Aktivitas projek penguatan profil pelajar pancasila dalam membentuk toleransi antar agama pada mata pelajaran pendidikan agama islamdi smkn 1 kuala cenaku”. Al-Fikra Jurnal Ilmiah Keislaman, 23(2), 254. https://doi.org/10.24014/af.v23i2.35115
Hermawan, A. (2022). “Pendidikan multikultural berbasis nilai lokal: Studi kasus di sekolah Indonesia”. Pustaka Pelajar.
Hermawan, A. (2022). “Pendidikan Multikultural dalam Pembelajaran PAI: Strategi dan Tantangan di Sekolah Umum”. Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 15(2), 112–128.
Hilali, M. (2023). “Implementasi kurikulum merdeka belajar pada mata pelajaran pendidikan agama islam (pai) dalam mewujudkan profil pelajar pancasila di smpn 1 soko kabupaten tuban.” Progressive of Cognitive and Ability, 2(3), 103-111. https://doi.org/10.56855/jpr.v2i3.484
Normilawati, N. (2025). Eksplorasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan multikultural kurikulum merdeka. Scientiva, 1(1), 1-10. https://doi.org/10.62504/scientiva.v1i1
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2022). “Modul pengembangan kompetensi moderasi beragama untuk guru PAI”. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Kementerian Agama RI. (2022). Modul Moderasi Beragama untuk Pendidik. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta: Kemdikbudristek.
Kurniawan, B. (2023). “Interaksi Sosial Lintas Agama di Kalangan Remaja Sekolah Menengah. Jurnal Sosiologi Pendidikan”, 7(1), 33–47.
Lisa, R., Buwono, S., Barella, Y., Aminuyati, A., & Wiyono, H. (2024). Penanaman nilai multikultural dalam mengembangkan sikap toleransi sosial pada peserta didik di smp negeri 2 singkawang. PTK Jurnal Tindakan Kelas, 4(2), 305-315. https://doi.org/10.53624/ptk.v4i2.359
Muhaimin, A. (2020). Paradigma pendidikan Islam: Upaya mengefektifkan pendidikan agama Islam di sekolah. Surabaya: Remaja Rosdakarya.
Muhaimin. (2020). Rekonstruksi Pendidikan Islam: Paradigma Baru Pendidikan Islam di Indonesia. Depok: Rajawali Pers.
Nasution, A. R. (2021). “Nilai-nilai Toleransi dalam Al-Qur’an dan Relevansinya bagi Pendidikan Multikultural”. Jurnal Ilmiah Didaktika, 22(1), 1–14.
Nuryanto, T. (2021). “Praktik Toleransi dalam Ekstrakurikuler Sekolah Menengah”. Jurnal Ilmu Pendidikan, 27(3), 401–415.
Prasetyo, A., & Susilowati, E. (2022). Pembelajaran Kolaboratif Lintas Agama sebagai Strategi Penguatan Moderasi Beragama di Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan Karakter, 12(2), 189–204. https://doi.org/10.21831/jpk.v12i2.45671
Purnami, N. and Nurhidayati, W. (2024). “Meningkatkan nilai kebhinekaan global melalui bahan ajar berbasis budaya lokal di kelas tiga sd bali bilingual school.” Dharmas Education Journal (De_journal), 5(2), 1144-1151. https://doi.org/10.56667/dejournal.v5i2.1618
Rachmawati, N., Marini, A., Nafiah, M., & Nurasiah, I. (2022). Projek penguatan profil pelajar pancasila dalam impelementasi kurikulum prototipe di sekolah penggerak jenjang sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(3), 3613-3625. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2714
Rahman, F. A. (2021). “Religious education and social cohesion in plural societies.” Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 59(2), 321–344. https://doi.org/10.14421/ajis.2021.592-321
Rahman, F. A. (2021). “Tantangan Pendidikan Agama dalam Mewujudkan Moderasi Beragama di Sekolah”. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 189–204.
Rahmawati, E., Wardhani, N., & Ummah, S. (2023). Pengaruh proyek profil pelajar pancasila terhadap karakter bernalar kritis peserta didik. Jurnal Educatio Fkip Unma, 9(2), 614-622. https://doi.org/10.31949/educatio.v9i2.4718 Santoso, W. (2024).
Sutanto, S. (2024). Studi kasus penerapan prinsip understanding by design pada pembelajaran matematika kelas 5 di sd negeri 1 selo kecamatan tawangharjo. JGSD, 1(3), 27-34. https://doi.org/10.70277/jgsd.v1i3.4
Wright, S. C., Aron, A., McLaughlin-Volpe, T., & Ropp, S. A. (1997). The extended contact effect: Knowledge of cross-group friendships and prejudice. Journal of Personality and Social Psychology, 73(1), 73–90. https://doi.org/10.1037/0022-3514.73.1.73
Zamroni. (2020). Pendidikan kewargaan dan demokrasi: Membangun karakter bangsa. Pusat Studi Pancasila, Universitas Gadjah Mada.
Zamroni. (2020). Pendidikan Untuk Demokrasi Dan Toleransi. Jakarta: PSAP Muhammadiyah.
Zuhdi, M. H. (2019). Pendidikan Karakter dan Multikultural dalam Perspektif Islam. Jakarta: RajaGrafindo Persada
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ainurrifda Sakinatullatifah, Amaliya Fajriyyatin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








This work is licensed under a