Analisis Resepsi Komunitas Kejar Mimpi Terhadap Pesan Meritokrasi dalam Konten Tiktok Vina Muliana
DOI:
https://doi.org/10.61104/jq.v4i3.7058Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis resepsi anggota Komunitas Kejar Mimpi Samarinda terhadap pesan meritokrasi dalam konten TikTok Vina Muliana. Fokus penelitian terletak pada bagaimana audiens memaknai narasi keberhasilan yang berbasis kerja keras di tengah realitas sosial yang beragam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis resepsi model encoding-decoding Stuart Hall. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap informan yang terdiri dari anggota aktif dan alumni komunitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya pemetaan posisi resepsi yang dipengaruhi oleh latar belakang pengalaman hidup dan pencapaian profesional informan. Informan pada posisi dominant-hegemonic cenderung berasal dari kalangan alumni yang telah merasakan manfaat sistem meritokrasi dalam karier mereka, bahkan mengimplementasikan pesan tersebut dengan menjadi motivator internal di komunitas. Sebaliknya, informan pada posisi negotiated menerima nilai kerja keras namun memberikan catatan kritis terhadap adanya perbedaan garis start sosial, ekonomi, dan geografis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun pesan Vina Muliana diterima sebagai motivasi yang efektif bagi komunitas pengembangan diri, audiens tetap memiliki kesadaran kritis terhadap bias kelas dan hambatan sistemik yang tidak tertampilkan dalam konten video pendek.
Downloads
References
Andzani, D., & Irwansyah. (2023). Dinamika komunikasi digital: Tren, tantangan, dan prospek masa depan. Jurnal Syntax Admiration, 4(11), 1964–1976.
Blumer, H. (1969). Symbolic interactionism: Perspective and method. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.
Darmayasa, Purwanti, S., Minarsi, A., Alfando, J., Sucipta, W., Molekandella, K., Simamora, J., Luhukay, M. S., Kasim, M., Rastitiati, N. K. J., & Widjanarko, W. (2025). Pengantar Ilmu Komunikasi: Buku Ajar (p. 28).
DataReportal. (2025). Digital 2025: Indonesia.
Giddens, A. (1991). Modernity and Self-Identity. Cambridge: Polity Press.
Girsang, C. N. (2020). The Use of Micro-Influencer on Social Media as Public Relations Strategy in Digital Era. Ultimacomm: Jurnal Ilmu Komunikasi, 12(2), 206–225.
Hall, S. (1980). Culture media language.
Kapferer, J.-N. (2008). The New Strategic Brand Management: Creating and Sustaining Brand Equity Long Term (4th Ed.). New York: Kogan Page.
Littler, J. (2018). Against Meritocracy. Routledge.
McNamee, S. J., & Jr., R. K. M. (2004). The Meritocracy Myth. Lanham, Md. : Rowman & Littlefield.
Putri, N. N., Khoirunnisa, D. A., Ilhamy, D. W., Ikhsan, M., & Purwanto, E. (2025). Pergeseran Budaya: Media Baru sebagai Tiktok dan Aparatus Ideologi. CONVERSE Journal Communication Science, 2(1), 20.
Sandel, Mi. (2020). The Tyranny of Merit.
Setiawan, A. (2025). OPINI PUBLIK: Teori dan Praktek.
Sugiyono. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sutrisno, S. (2023). Changes in media consumption patterns and their implications for people’s cultural identity. Technology and Society Perspectives (TACIT), 1(1), 18–25.
Vimala, F. C., Ningsih, M., & Dewi, R. Z. (2022). Pemanfaatan Aplikasi TikTok Sebagai Media Edukasi Di Bidang Karir Pada Akun TikTok Vina Muliana. Universitas Islam Majapahit Mojokerto.
Young, M. (1958). The Rise of the Meritocracy, 1870-2033: An Essay on Education and Equality. Penguin Books.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Natasya Ferta Ananda, Nurliah, Dony Kristian, Harry Isra Muhammad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a