Simbol Visual Sebagai Petunjuk Perkembangan Karakter dan Alur Cerita dalam Film Viva La Vida

Authors

  • Ain Ratu Syafana Universitas Mulawarman
  • Silviana Purwanti Universitas Mulawarman
  • Johantan Alfando WS Universitas Mulawarman
  • Dony Kristian Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.61104/jq.v4i3.7056

Keywords:

Alur Cerita, Film Viva La Vida, Perkembangan Karakter, Simbol Visual

Abstract

Film tidak hanya menyampaikan cerita melalui dialog, tetapi juga melalui simbol visual. Namun, kajian tentang peran simbol visual dalam membentuk karakter dan alur cerita masih terbatas, termasuk pada film Viva La Vida karya Han Yan. Oleh karena itu, diperlukan analisis untuk mengungkap makna simbol visual dalam film tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana simbol visual dalam film Viva La Vida berkontribusi terhadap perkembangan karakter dan alur cerita. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Peirce. Sumber data penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu dokumentasi dan observasi.  Teknik Analisis Data menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce melalui tiga unsur utama yaitu representament, objek, dan interpretant. Berdasarkan hasil dan pembahasan diperoleh bahwa simbol visual dalam film Viva La Vida berfungsi sebagai sistem tanda yang membentuk perkembangan karakter dan mengarahkan alur cerita melalui proses semiosis menurut Charles Sanders Peirce. Warna, pencahayaan, komposisi visual, dan gestur karakter menjadi representamen yang merujuk pada kondisi biologis, relasi antar tokoh, serta pilihan hidup, sehingga menghasilkan interpretant yang berubah seiring perkembangan narasi. Pada tahap awal, dominasi warna pucat, ruang sempit, pencahayaan redup, dan gestur terbatas membentuk makna keterbatasan dan stagnasi hidup tokoh utama. Memasuki tahap konflik, perubahan komposisi ruang, jarak visual, dan gestur konfrontatif menandai ketegangan hubungan serta pergeseran nilai dan keputusan. Pada tahap akhir, pencahayaan yang lebih terang, ruang terbuka, dan gestur yang tegas membentuk makna penerimaan dan keberlanjutan hidup.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Kautsar, A. R. A. R., Avicena, M. R., Febrian, N. M., Muksin, N. N., & Febianto, R. (2024). Analisis Komunikasi Antar Budaya Dalam Film “Buya Hamka.” Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ.

Azizah, F. N., Dayudin, & Mardiansyah, Y. (2025). Nilai Kepahlawanan Pada Film Salahudin Al Ayyubi (Semiotika Charles Sanders Peirce). SeBaSa, 8(1), 117–132. https://doi.org/https://doi.org/10.29408/sbs.v8i1.29744

Das, S. (2023). The Evolution Of Visual Effects In Cinema: A Journey From Practical Effects To CGI. Journal of Emerging Technologies and Innovative Research, 10(11), 303–309. https://doi.org/https://doi.org/10(11):e303-e309

Faqih, M., Muksin, N. N., Defulloh, W., Febrianto, E., Selewang, E., & Fikri, N. R. (2024). Analisis Semiotika Dari film Badarawuhi (2024). Prosiding Seminar Nasional Penelitian LPPM UMJ.

Fransiska, J., & Manesah, D. (2025). Penerapan Plot Linear terhadap Perkembangan Cerita dalam Film Dua Hati Biru Karya Sutradara Gina S. Noer. Abstrak : Jurnal Kajian Ilmu Seni, Media Dan Desain, 2(1), 176–186. https://doi.org/https://doi.org/10.62383/abstrak.v2i1.528

Ghofur, M. A., Ramadhan, M. Y., & Adi, E. B. (2021). Representasi Kepemimpinan dalam Film Menolak Diam. Jurnal Komunikasi Nusantara, 3(2), 113–118. https://doi.org/https://doi.org/10.33366/jkn.v3i2.83

Gong, C. (2021). A little red flower: Life struggle from the perspective of positive psychology. Proceedings of the 2nd International Conference on Language, Communication and Culture Studies (ICLCCS 2021), 405–408. https://doi.org/https://doi.org/10.2991/assehr.k.211025.066

Jauza, M. H., & Walisyah, T. (2024). Analisis semiotika pesan dakwah dalam film Air Mata di Ujung Sajadah (2023) karya Ronny Irawan. Jurnal Ilmu Komunikasi UHO: Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Sosial Dan Informasi, 9(3), 579–589.

Joesoef, M. V., & Adrallisman. (2023). The Analysis of an IT Film Using Charles Sanders Pierce’s Semiotic Theory. E-LinguaTera, 3(1). https://doi.org/https://doi.org/10.31253/lt.v3i1.2250

Kartini, Deni, I. F., & Jamil, K. (2022). Representasi Pesan Moral Dalam Film Penyalin Cahaya (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce). Siwayang Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, Dan Antropologi, 1(3), 121–130. https://doi.org/https://doi.org/10.54443/siwayang.v1i3.388

Maharani, A. (2021). Representasi Visual Hedonisme Pada Film Parasite. Layar: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam, 8(1), 3–16. https://doi.org/https://doi.org/10.26742/layar.v8i1.1919

Masnani, S. W., Mutmainnah, I. A., & Agussalim, A. (2024). Semangka: Representasi Solidaritas Palestina Melalui Trikotomi Tanda Charles Sanders Pierce. Nady Al-Adab: Jurnal Bahasa Arab, 21(22), 113–124.

Maulana, M., & Yulianti. (2023). Representasi Visual Kesehatan Mental pada Film Dear David. Conference Series: Communication Management.

Muni, A., & Ihwan, K. (2021). Perancangan sistem informasi film berbasis web. Juti Unisi, 5(2), 28–33.

Natasari, N. (2023). Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Representasi Simbolis Dalam Film Kembang Api: Kajian Terhadap Bahasa Visual Dan Makna. Jurnal Stars /, 2(1).

Pandiangan, F. S., & Rosadi, M. (2023). Analisis Dialek Dalam Bentuk Bahasa Percakapan Dalam Film “Imperfect” Karya Meira Anastasia. Journal of Educational Research and Humaniora (JERH), 1(3).

Rejanta, M. I. A., Astuti, S. Y., & Suprapto, D. (2025). Simbol Maskulinitas Tokoh Jenderal Nanisca dalam Mise en Scene Film The Woman King. Mediakom, 9(1).

Rohmadiansyah, L., & Darmawan, A. (2022). Analisis Pemaknaan Pesan Dalam Foto Meme Versi Haji Lulung. RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi, 2(2), 24–32. https://doi.org/https://doi.org/10.69957/relasi.v2i02.403

Sidik, M., & Witarti, D. I. (2021). Representasi Peran Ayah Dalam Mendidik Anak Pada Film “A Man Called Ahok” (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce). Jurnal Manager, 3(1).

Umami, S., Efendi, E., & Mawwaddah, H. D. (2024). Semiotika Roland Barthes dalam poster film The Space Between.Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya, 6(3), 463–471. https://doi.org/https://doi.org/10.30998/vh.v6i3.11147

Wang, X. (2025). A study on the tragic consciousness of Han Yan’s directed works: A case study of A Little Red Flower. Studies in Social Science & Humanities, 4(2), 72–76. https://doi.org/https://doi.org/10.56397/sssh.2025.03.10

Zhong, Z., Tu, B., & Yang, S. (2023). The Identity Development of Onscreen Legendary Heroes: A Visual Affect Analysis of Mulan in Three Movie Adaptions. Sage Open, 13(4). https://doi.org/https://doi.org/10.1177/21582440231218584

Downloads

Published

2026-06-13

How to Cite

Ain Ratu Syafana, Silviana Purwanti, Johantan Alfando WS, & Dony Kristian. (2026). Simbol Visual Sebagai Petunjuk Perkembangan Karakter dan Alur Cerita dalam Film Viva La Vida. QOSIM : Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 4(3), 2513–2535. https://doi.org/10.61104/jq.v4i3.7056

Issue

Section

Articles