Moderasi Beragama dalam Perspektif Maqasid al-Shariah
Analisis Terhadap Tantangan Radikalisme Digital di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.61104/jq.v4i4.8744Keywords:
Moderasi Beragama, Maqasid Al-Shariah, Radikalisme Digital, Daruriyyat, WasatiyyahAbstract
Moderasi beragama telah menjadi agenda strategis nasional Indonesia dalam menghadapi ancaman radikalisme yang kini semakin bermigrasi ke ruang digital. Artikel ini menganalisis moderasi beragama melalui perspektif maqasid al-shariah sebagai kerangka normatif-teleologis yang menyediakan fondasi filosofis bagi praktik moderasi beragama, sekaligus merespons tantangan radikalisme digital yang mengancam kelima daruriyyat (perlindungan fundamental) dalam maqasid. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis literatur sistematis, penelitian ini mengembangkan kerangka kerja komprehensif lima dimensi yang mencakup dimensi teologis-normatif (hifz al-din), digital-teknologis (hifz al-'aql), sosiologis-komunitas (hifz al-nasl), institusional-struktural (hifz al-mal), dan kultural-identitas (hifz al-nafs). Temuan menunjukkan bahwa radikalisme digital secara sistematis mengancam seluruh daruriyyat melalui mekanisme distorsi teologis, manipulasi algoritmik, fragmentasi sosial, kooptasi institusional, dan erosi identitas moderat. Model transformasi empat fase yang dikembangkan terdiri dari identifikasi, mitigasi, resiliensi, dan transformasi, memberikan peta jalan operasional bagi institusi keagamaan. Studi kasus terhadap Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Kementerian Agama RI mengungkapkan keragaman pendekatan dan tantangan kontekstual. Analisis kritis mengidentifikasi empat risiko utama: reduksi maqasid menjadi formalisme, disinformasi dan algoritma radikalisasi, eksklusionisme komunitas, dan kooptasi politis. Artikel ini berkontribusi pada pengembangan model moderasi beragama berbasis maqasid yang responsif terhadap dinamika radikalisme digital
Downloads
References
Abou El Fadl, K. (2005). The Great Theft: Wrestling Islam from the Extremists. New York: HarperCollins.
Akhmadi, A. (2019). Moderasi beragama dalam keragaman Indonesia. Jurnal Diklat Keagamaan, 13(2), 45–55.
Al-Raysuni, A. (2005). Imam Al-Shatibi’s Theory of the Higher Objectives and Intents of Islamic Law. London: International Institute of Islamic Thought (IIIT).
Andriani, Y., & Khairul, M. (2025). Reading of da’wah and religious moderation through maqasid al-syari’ah in Indonesia. KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam.
Auda, J. (2008). Maqasid Al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: International Institute of Islamic Thought (IIIT).
Chodir, F. (2024). Moderasi beragama perspektif maqashid al-shariah. Syariah: Journal of Fiqh Studies.
Esposito, J. L. (2010). The Future of Islam. New York: Oxford University Press.
Hilmy, M. (2013). Whither Indonesia’s Islamic moderatism? A reexamination on the moderate vision of Muhammadiyah and NU. Journal of Indonesian Islam, 7(1), 24–48.
Husain, M. Z. (2025). Religious moderation and the development of multicultural societies in Indonesia: A normative-Islamic legal study. ASEAN Journal of Islamic Studies and Civilization.
Junaidi, M., Presetiyo, W. H., & Setiawati, D. (2025). Deradicalization through religious moderation in the Pancasila legal state concept based on maqasid sharia. Journal of Transcendental Law.
Kamali, M. H. (2008). Shari’ah Law: An Introduction. Oxford: Oneworld Publications.
Kamali, M. H. (2015). The Middle Path of Moderation in Islam: The Qur’anic Principle of Wasatiyyah. Oxford: Oxford University Press.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Moderasi Beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Komarudin, K. (2025). Muslim urban and religious mindset: Assessing religious moderation amidst the digital radicalism wave. Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam.
Marchal, R., & Qadir, A. (2017). Islamic State and Radicalization in the Digital Age. London: Hurst.
Mubarok, H., & Rustam, D. G. (2019). Islam Nusantara and religious moderation in Indonesia. Indo-Islamika.
Muvid, M. B. (2024). Ibn Taymiyya’s Sufism education model in strengthening the religious moderation of Indonesian society. Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam.
Nurjanah, T. (2024). Literasi digital dan ketahanan moderasi beragama: Telaah integratif dalam perspektif maqashid al-syari’ah. JSHI: Jurnal Syariah Hukum Islam.
Pane, F. M., & Nasution, F. (2026). Contemporary issues: Islamization of knowledge and religious moderation. Tabligh: Journal of Islamic Studies.
Saeed, A. (2006). Islamic Thought: An Introduction. London: Routledge.
Umar, N. (2019). Islam Nusantara: Jalan Panjang Moderasi Beragama di Indonesia. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Wibisono, S., Louis, W. R., & Jetten, J. (2019). A multidimensional analysis of religious extremism. Frontiers in Psychology, 10, 2560
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fithri Mehdini Addieningrum, Muhammad Faisal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a