Integrasi Keilmuan Islam Dalam Perspektif Filsafat Ilmu Kontemporer

Telah Ontologis, Epistemologis Dan Aksiologis

Authors

  • Resdin Efendi Pasaribu Universitas Darul ‘Ulum Lamongan
  • Muhammad Faisal STAIN Sultan Abdurrahman Kepri

DOI:

https://doi.org/10.61104/jq.v4i4.8788

Keywords:

Integrasi Keilmuan Islam, Filsafat Ilmu, Ontologi, Epistemologi, Aksiologi, Transdisiplinaritas

Abstract

Artikel ini mengkaji integrasi keilmuan Islam dalam perspektif filsafat ilmu kontemporer melalui telaah ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Pendekatan integrasi keilmuan Islam telah menjadi diskursus akademik yang signifikan dalam upaya mendamaikan tradisi keilmuan Islam dengan sains modern, namun masih menghadapi tantangan konseptual dan praktis yang mendasar. Melalui analisis filosofis komprehensif, penelitian ini mengembangkan kerangka lima dimensi yang mencakup dimensi ontologis, epistemologis, aksiologis, metodologis-integratif, dan teleologis-transformatif sebagai landasan teoretis integrasi keilmuan Islam. Selain itu, penelitian ini merumuskan model transformasi empat fase yang meliputi dekonstruksi, reorientasi, integrasi, dan transformasi transdisipliner untuk memandu proses rekonstruksi epistemik dalam pendidikan tinggi Islam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-filosofis dan analisis hermeneutik-kritis terhadap pemikiran Al-Attas, Al-Faruqi, dan Amin Abdullah, artikel ini menunjukkan bahwa integrasi keilmuan Islam mensyaratkan reorientasi ontologis dari dikotomi sacred-profane menuju kesatuan realitas tawhidi, rekonstruksi epistemologis yang mengintegrasikan sumber revelasi dengan rasionalitas ilmiah, serta reposisi aksiologis yang menempatkan nilai transendental sebagai landasan etika keilmuan. Temuan penelitian juga mengidentifikasi empat risiko kritis, yakni reduksi ontologis, fragmentasi epistemologis, instrumentalisme aksiologis, dan skolastisisme baru, yang berpotensi menghambat proses integrasi secara autentik

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, M. A. (2006). Islamic Studies di Perguruan Tinggi: Pendekatan Integratif-Interkonektif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Al-Attas, S. M. N. (1989). The concept of education in Islam: A framework for an Islamic philosophy of education. Muslim Education Quarterly, 5(3), 1–15.

Al-Attas, S. M. N. (1995). Prolegomena to the Metaphysics of Islam. Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).

Al-Faruqi, I. R. (1982). Islamization of Knowledge: General Principles and Work Plan. Herndon, Virginia: International Institute of Islamic Thought (IIIT).

Amin, M., Alfiyah, H. Y., & Sasmita, F. E. (2026). Paradigma integratif-holistik sebagai model transdisipliner pendidikan Islam abad ke-21: Kritik atas keterbatasan Islamisasi pengetahuan. Jurnal Al-Muta'aliyah.

Arbi, A., Herlina, H., & Syarifuddin, S. (2024). Mendamaikan Islam dan sains: Studi integrasi interkoneksi ilmu di sekolah dasar Islam terpadu Kabupaten Bengkalis. Potensia: Jurnal Kependidikan Islam.

Aulia, M. H., Abdussalam, A., & Kosasih, A. (2025). Integrating science and technology in Islamic education through the Tawhid paradigm. Mauriduna: Journal of Islamic Studies.

Hanifah, U. (2018). Islamisasi ilmu pengetahuan kontemporer (Konsep integrasi keilmuan di universitas-universitas Islam Indonesia). TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam, 13(2), 273–294.

Harahap, F. D. S., Arbi, A., & Yusrianto, E. (2025). Integrasi sains dan Islam dalam pendidikan Islam: Model, tantangan, dan implementasi di madrasah dan pesantren. Kutubkhanah.

Hassan, M. K. (2010). A return to the Qur'anic paradigm of development and integrated knowledge. Intellectual Discourse, 18(2), 183–210.

Jamaluddin, M., Hasib, K., & Wahyudi, A. (2025). Islamisasi dan integrasi ilmu pengetahuan dalam perspektif Syed Muhammad Naquib Al-Attas. Cognitive: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran.

Jamil, S., Dewi, E., & Toedien, F. A. (2025). Integrasi agama dan sains dalam perspektif Syed Muhammad Naquib Al-Attas serta relevansinya bagi pengembangan pendidikan agama Islam di era modern. Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam.

Mahfuzah, G. S., & Sabda, S. (2026). Integrasi Islam dan sains dalam pendidikan kontemporer. Kreatifitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam.

Marzuki, M., Ghifari, A., & Dirman, D. (2023). Relasi antar disiplin ilmu: Paradigma integrasi dan interkoneksi (transdisiplinaritas) ilmu pengetahuan dengan pendidikan Islam. Al-Ta'dib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan, 16(2), 163–179.

Mulyadhi Kartanegara. (2005). Integrasi Ilmu: Sebuah Rekonstruksi Holistik. Bandung: Arasy Mizan.

Nasr, S. H. (1988). The encounter of man and nature: The spiritual crisis of modern man. Islamic Studies, 27(2), 123–145.

Nasr, S. H. (1996). Religion and the Order of Nature. Oxford: Oxford University Press.

Nata, A. (2018). Integrasi Ilmu Agama dan Ilmu Umum. Jakarta: Rajawali Pers.

Nicolescu, B. (2008). Transdisciplinarity: Theory and Practice. New Jersey: Hampton Press.

Permadi, M. S., Fahmi, M., & Muluk, M. I. A. (2025). Quo Vadis the integrating Islam and science: A comparative study of the thoughts of Al-Faruqi, Al-Attas, and Amin Abdullah. Halaqa: Islamic Education Journal.

Qiso, A. A., Nafisah, A., & Pebrikarlepi, E. (2025). Merekonstruksi paradigma integratif pendidikan Islam: Analisis kritis terhadap sekolah Islam terpadu di Indonesia. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan Islam.

Sahin, A. (2018). Critical issues in Islamic education studies: Rethinking Islamic and Western liberal secular values of education. Religions, 9(11), 335

Downloads

Published

2026-06-17

How to Cite

Resdin Efendi Pasaribu, & Muhammad Faisal. (2026). Integrasi Keilmuan Islam Dalam Perspektif Filsafat Ilmu Kontemporer: Telah Ontologis, Epistemologis Dan Aksiologis. QOSIM : Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 4(4), 96–108. https://doi.org/10.61104/jq.v4i4.8788

Issue

Section

Articles