Sanksi Zina dalam Pasal 411 KUHP Nasional Perspektif Maqashid Syariah

Authors

  • Muhammad Irwanto IAIN Datuk Laksemana Bengkalis
  • Askana Fikriana IAIN Datuk Laksemana Bengkalis
  • M. Irsyad Alfikri IAIN Datuk Laksemana Bengkalis

DOI:

https://doi.org/10.61104/jq.v4i3.7163

Keywords:

Sanksi Zina, Pasal 411 KUHP Nasional, Maqashid Syariah.

Abstract

Sanksi zina dalam Fiqh Jinayah termasuk dalam kategori jarimah Hudud berdasarkan alquran, Surah Al-Isra’ ayat 32 dijelaskan bahwa dilarang mendekati zina. Sedangkan di Indonesia yang menjadi dasar hukum terhadap pelaku zina diatur dalam pasal 411 KUHP Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sanksi zina dalam pasal 411 KUHP Nasional perspektif Maqashid Syariah. Metode penelitian ini adalah hukum normatif (yuridis-normati) dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan. Hasil penelitian bahwa sanksi zina dalam pasal 411 KUHP Nasional dijelaskan setiap orang yang melakukan persetubuhan dengan orang yang bukan suami atau istrinya baik sudah menikah atau tidak menikah dipidana karena perzinaan, dengan ancaman penjara paling lama 1 tahun atau denda kategori II. Menurut Imam As-Syathibi, Sanksi zina dalam Pasal 411 KUHP Nasional Perspektif Maqashid Syariah dikategorikan kepada tingkat Primer dalam menjaga Kemaslahatan (Al-Dharuriyyat) yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Untuk cara menjaga kemaslahatan Al-Dharuriyyat tersebut termasuk kepada Min Janib al-‘Adam, maksudnya Menjaga dari sisi ancaman (tindakan kuratif/hukuman), seperti hukuman larangan zina untuk menjaga keturunan. Selain itu, penerapan sanksi tersebut memiliki nilai preventif dan edukatif dalam mencegah terjadinya pelanggaran moral di masyarakat. Sehingga pasal 411 KUHP Nasional selaras dengan konsep menjaga keturunan dalam maqashid syariah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Lubisa, S., Husein, A., & Hasanah, U. (2026). Epistimologi hukum Islam. Jurnal Kajian Hukum dan Kebijakan Publik, 3(2), 461–467. https://doi.org/10.62379/4hj5va72

Muzakir, K. (2022). Zina dalam perspektif hukum Islam dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Formosa Journal of Science and Technology (FJST), 1(1), 33–46

Anggraini, S. D., & Akli, Z. (n.d.). ANALISIS PERBANDINGAN PENGATURAN TINDAK PIDANA PERZINAHAN DALAM KUHP LAMA DAN KUHP BARU (UNDANG-UNDANG No. 1 TAHUN 2023). Retrieved https://ojs.unimal.ac.id/jimfh/

Aulia Ramdan Daenuri, M., Hadi Imawan Al Hurriyah, D., Hukum Islam, J., & Hadi Imawan, D. (n.d.). conditions of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License-(CC-BY-SA) (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/) THE SYSTEM OF PROVING ZINA IN ACEH QANUN FROM THE PERSPECTIVE OF MAQASHID SHARIA. https://doi.org/10.30983/al-hurriyah.v10i2.9615

Bintang Okta Ramadhani, Intan Rosari Andini, Nazwa Felinda, Ricy Hilmayandani, Sephia Wulandari, & Wismanto Wismanto. (2024). Tinjauan Hukum Islam dan Kuhp terhadap Perbuatan Zina. Ikhlas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 2(1), 106–114. https://doi.org/10.61132/ikhlas.v2i1.288

Faridah, H., & Mustahal, M. (n.d.). PENGESAHAN ANAK ZINA MENURUT PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI DALAM PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH.

Hanafi, F., Shahputra, M. A., Furqotun, N. I., Info, A., Artikel, A. S., & Kunci, K. (n.d.). Hukum Zina Dalam Perspektif Pidana Islam: I.

HIRARKI MAQASHID ASY-SYARI’AH DALAM PERSPEKTIF IMAM AL-GHAZALI. (n.d.).

Matondang, M. J., Nabila, P., Pituah, D., & Surbakti, F. (n.d.). DELIK ZINA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM, KUHP DAN RKUHP. In Jurnal Syariah & Hukum Bisnis (Vol. 1, Number 2). Retrieved https://jurnal.ishlahiyah.ac.id/index.php/jl

musdaasmara,+[alistinbath-02]+1-Budi+Kisworo. (n.d.).

Musyafa, Yassir, M., & Fachri Zain, B. R. (2024). Penegakan Hukum Zina Dalam Hukum Islam dan Hukum Positif: Kritik terhadap Putusan Hakim dan Tawaran Solusinya. Jurnal Al-Qadau: Peradilan Dan Hukum Keluarga Islam, 11(2), 94–114. https://doi.org/10.24252/al-qadau.v11i2.52493

Noor Izzati Amelia, Radiatus Sholehah, & Khairunnisa Khairunnisa. (2024). Tindak Pidana Zina dan Penuduhan Zina: Kajian Hukum Pidana Islam. Hukum Inovatif : Jurnal Ilmu Hukum Sosial Dan Humaniora, 1(2), 140–150. https://doi.org/10.62383/humif.v1i2.172

Nurdaim, A. (2024). TINDAK PIDANA ZINA MENURUT UU NO 1 TAHUN 1946, UU NO 1 TAHUN 2023 (KUHP) DAN HUKUM ISLAM. Journal of Law and Nation (JOLN), 3(1), 1–13.

QAZI : Journal Of Islamic Studies. (n.d.). Retrieved https://ejournal.hsnpublisher.id/index.php/qazi

Syarif, M., Zakaria, Z., Zulhamdi, Z., Hasbi, H., & Nazir, M. (2024). Punishment for Prostitution Offenders in the Review of Maqashid Syariah. Al-Hiwalah : Journal Syariah Economic Law, 3(2), 163–180. https://doi.org/10.47766/al-hiwalah.v3i2.4715

Tatri, E. D., Suradi, A., Satrisno, H., & Mukasafah, D. R. (n.d.). Bukti dan Prosedur dalam Kasus Zina Menurut Fiqih Jinayah dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam. https://doi.org/10.35964/munawwarah.v17i1.444

Wirotomo, H. A., & Putra, M. D. (2024). Perbandingan Tindak Pidana Perzinaan Antara Aturan Hukum Dalam KUHP Tahun 1946 Dengan KUHP Tahun 2023 (Vol. 06, Number 2). https://journalversa.com/s/index.php/jhm

Downloads

Published

2026-05-30

How to Cite

Muhammad Irwanto, Askana Fikriana, & M. Irsyad Alfikri. (2026). Sanksi Zina dalam Pasal 411 KUHP Nasional Perspektif Maqashid Syariah. QOSIM : Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 4(3), 1092–1099. https://doi.org/10.61104/jq.v4i3.7163

Issue

Section

Articles