Resiliensi Mahasiswa Broken Home dalam Menghadapi Dampak Perceraian Orang Tua
DOI:
https://doi.org/10.61104/jq.v4i3.6932Keywords:
dukungan sosial, mahasiswa broken home, penyesuaian diri, perceraian orang tua, resiliensi.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana resiliensi mahasiswa broken home dalam menghadapi dampak perceraian orang tua. Perceraian orang tua dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi psikologis anak, terutama ketika anak sudah memasuki masa dewasa awal dan menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai perasaan seperti sedih, kecewa, marah, bingung, dan kehilangan rasa nyaman dalam keluarga. Meskipun demikian, mahasiswa yang mengalami perceraian orang tua tidak selalu larut dalam keadaan negatif, karena sebagian dari mereka mampu beradaptasi dan membangun kekuatan diri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan menggali pengalaman mahasiswa secara lebih mendalam. Pengumpulan data dapat dilakukan melalui wawancara kepada mahasiswa yang berasal dari keluarga bercerai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi mahasiswa terbentuk melalui proses yang tidak singkat. Mahasiswa perlu menerima keadaan, mengelola tekanan emosional, serta mencari cara untuk tetap menjalani kehidupan dengan baik. Strategi yang digunakan antara lain melakukan kegiatan positif, menyalurkan emosi melalui hobi, menulis jurnal, berolahraga, dan mencari dukungan dari orang terdekat. Selain faktor dari dalam diri, dukungan sosial juga memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa menghadapi dampak perceraian orang tua. Dukungan dari keluarga, teman, maupun pasangan dapat membuat mahasiswa merasa lebih dihargai, didengar, dan tidak sendirian. Dengan demikian, resiliensi menjadi salah satu faktor utama yang membantu mahasiswa broken home untuk bangkit dari pengalaman sulit dan tetap berkembang secara positif dalam kehidupan akademik maupun sosial.
Downloads
References
Afifah, J. N., & Trimulyaningsih, N. (2025). The role of social support and self-efficacy on resilience of late adolescence with divorced parents. Psikologika: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 30(1), 131–148. https://doi.org/10.20885/psikologika.vol30.iss1.art8
Alfaruqi, M. M. D., & Laksmawati, H. (2023). Penyesuaian diri pada remaja pasca perceraian orang tua. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 10(3), 511–530. https://doi.org/10.26740/cjpp.v10i03.54362
Amato, P. R. (2010). Research on divorce: Continuing trends and new developments. Journal of Marriage and Family, 72(3), 650–666. https://doi.org/10.1111/j.1741-3737.2010.00723.x
Apriyanti, K., & Nur, H. (2025). Resiliensi anak dan remaja yang mengalami broken home. Syntax Idea, 7(5). https://doi.org/10.46799/syntaxidea.v7i5.12925
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Devapramod, V. B. (2024). The psychological impact of parental divorce on adolescents: A comprehensive analysis of coping mechanisms and support networks. Sinergi International Journal of Psychology, 2(1), 14–26. https://doi.org/10.61194/psychology.v2i1.508
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33–54. https://doi.org/10.21831/hum.v21i1.38075
Kallio, H., Pietilä, A. M., Johnson, M., & Kangasniemi, M. (2016). Systematic methodological review: Developing a framework for a qualitative semi-structured interview guide. Journal of Advanced Nursing, 72(12), 2954–2965. https://doi.org/10.1111/jan.13031
Murniasih, F., & Irvan, M. (2023). Promoting resilience in adolescents from divorced family: The role of social support and self-efficacy. Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi, 8(2), 278–293. https://doi.org/10.33367/psi.v8i2.4346
Nowell, L. S., Norris, J. M., White, D. E., & Moules, N. J. (2017). Thematic analysis: Striving to meet the trustworthiness criteria. International Journal of Qualitative Methods, 16(1), 1–13. https://doi.org/10.1177/1609406917733847
Palinkas, L. A., Horwitz, S. M., Green, C. A., Wisdom, J. P., Duan, N., & Hoagwood, K. (2015). Purposeful sampling for qualitative data collection and analysis in mixed method implementation research. Administration and Policy in Mental Health and Mental Health Services Research, 42(5), 533–544. https://doi.org/10.1007/s10488-013-0528-y
Purnama Devi, N. P. L., & Tobing, D. H. (2024). Resiliensi pada remaja dengan latar belakang keluarga broken home. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(2), 1390–1404. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i2.8586
Rahmah, S., Fredita, S. Y., Nurdin, M., & Komalasari, S. (2025). Strategi pengelolaan diri mahasiswa rantau dari keluarga broken home: Studi fenomenologi. Character Jurnal Penelitian Psikologi, 12(1), 113–122. https://doi.org/10.26740/cjpp.v12n01.p113-122
Redulfin, G., Tenebroso, D. C., Tagare, R. L., Jr., Siocon, A. T. F., Gaspar, R. L. P., & Adlaon, G. (2025). Resilience in the classroom: A qualitative inquiry on how parental separation affects college students’ learning and their coping abilities. Indonesian Journal of Education Research, 6(1), 1–11. https://doi.org/10.37251/ijoer.v6i1.1181
Solimin, H., & Susilawati, N. (2025). Resiliensi anak korban perceraian orang tua. Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi dan Pendidikan, 8(4), 446–457. https://doi.org/10.24036/perspektif.v8i4.1178
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Marchelia Nugra Pradana Putri, Denok Setiawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a