Legitimasi Regulasi Dan Kesiapan Sertifikasi Halal
Studi Kualitatif UMK Ledeng, Bandung Menuju Wajib Halal 2026
DOI:
https://doi.org/10.61104/jq.v4i3.6738Keywords:
Keadilan Prosedural, Legitimasi Regulasi, Sertifikasi Halal, Usaha Mikro dan Kecil (UMK), Wajib Halal 2026Abstract
Pemberlakuan Wajib Halal 2026 menuntut kesiapan adaptasi dari seluruh lapisan pelaku usaha di Indonesia. Namun, realitas operasional sektor informal masih menunjukkan berbagai kendala struktural. Penelitian bertujuan mengkaji legitimasi regulasi dan kesiapan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di kawasan Ledeng, Bandung. Fokus utamanya adalah mengevaluasi kesiapan pedagang dalam menghadapi tenggat kewajiban sertifikasi halal 2026. Studi kualitatif ini mengumpulkan data lapangan melalui metode wawancara mendalam. Seluruh data kemudian dianalisis secara komprehensif menggunakan teknik analisis tematik dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan tingginya kesadaran hukum normatif pedagang tidak sejalan dengan kapasitas administratif mereka. Kesenjangan ini diperburuk oleh keterbatasan waktu operasional pelaku usaha untuk mengurus birokrasi pendaftaran. Selain itu, model sosialisasi pasif terbukti gagal mengatasi hambatan keterlacakan bahan baku di pasar tradisional. Kerumitan prosedur secara langsung telah melemahkan legitimasi sosiologis kebijakan wajib halal di tingkat lapangan. Disimpulkan bahwa peningkatan rasio kepatuhan memerlukan transformasi model pelayanan pemerintah. Studi merekomendasikan pembentukan unit layanan proaktif yang mendatangi langsung lokasi usaha di tingkat kelurahan. Langkah pendampingan aktif penting untuk menjamin pemenuhan keadilan prosedural bagi pedagang kecil. Intervensi kebijakan pada sektor pemasok utama bahan baku di pasar tradisional juga sangat krusial. Langkah intervensi ini bertujuan memastikan ketersediaan pasokan bahan dasar halal secara terstruktur bagi kelompok mikro.
Downloads
References
Almunawar, M. N., Ubaedillah, A., Amalia, E., & Thoha, A. (2025). Implementing halal principles and regulations in business governance. IGI Global. https://doi.org/10.4018/979-8-3373-3917-7
Asro, M., & Sofyan, A. (2021). Enhancing legal certainty and institutional models for halal certification in Indonesia’s food and beverage sector. Al-Muamalat: Jurnal Ekonomi Syariah, 8(2), 88–102. https://doi.org/10.15575/am.v8i2.44160
BPJPH. (2020). Laporan Tahunan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal. Kementerian Agama Republik Indonesia.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Dilla, Z. U., & Fathurohman, M. S. (2021). Implementasi Halal Traceability Supply Chain Dengan Model Supply Chain Operation Reference (Scor) Industri Makanan Halal. Jurnal Ekonomi Syariah Teori Dan Terapan, 8(5), 617. https://doi.org/10.20473/vol8iss20215pp617-629
Gunawan, I., Wahyuni, H. C., Vanany, I., Cahyana, A. S., & Mansur, A. (2026). Halal traceability: Building a foundation from farm to fork. In Integrating Halal Principles Into Modern Supply Chain Strategies (pp. 147–176). IGI Global. https://doi.org/10.4018/979-8-3373-4197-2.ch005
Haryono, H., & Handayani, D. I. (2018). Pemodelan Sistem Traceability Halal Supply Chain dalam menjaga Integritas Produk Makanan Halal Dengan Pendekatan Interpretive Structural Modeling (ISM). PROZIMA (Productivity, Optimization and Manufacturing System Engineering), 2(2), 70–79. https://doi.org/10.21070/prozima.v2i2.2196
Juliana, J., Mardiatunnisa, M., Rosida, R., Nasim, A., Budiwati, N., Azim, M., & Rusydiana, A. S. (2025). Moderator Effect of Halal Certification Awareness on Millennials’ and Generation Z’s Purchasing Decisions of Non-Halal Beauty Products. Indonesian Journal of Halal Research, 7(2), 92–109. https://doi.org/10.15575/ijhar.v7i2.38344
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Raimi, L., & Animashaun, U. A. (2025). Contemporary discourse on the farm-to-fork concept of the blue economy: Exploration for halal industry sustainability. In Sustainable Halal Ecosystem Journal / Blue Economy Framework. Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-96-1729-6_16
Salam, T., Muhamad, N., & Ghani, M. A. (2019). Exploring muslim millennials’ perception and value placed on the concept of ‘halal’ in their tourism preferences and behaviours. Journal of Islamic Marketing, 10(4), 1146–1163. https://doi.org/10.1108/JIMA-08-2018-0138
Sugiyono. (2018). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Talib, M. S. A., Hamid, A. B. A., & Zulfakar, M. H. (2016). Halal logistics certification: An investigation of its benefits, challenges and competitiveness. Journal of Islamic Marketing, 7(4), 439–453.
Tyler, T. R. (1990). Why people obey the law. Yale University Press.
Utami, C. B., Slamet, Sartika, R. C., & Bakhri, M. S. (2025). Pengaruh harga, label halal, persepsi kualitas, dan kesadaran halal terhadap niat dan perilaku pembelian produk perawatan diri. Journal of Halal Industry Studies, 4(2), 99–119.
Warto, W., & Rachman, A. (2026). Meningkatkan kepercayaan konsumen melalui sertifikasi halal reguler pada produk pangan olahan di Indonesia. Indonesian Journal of Halal, 8(2), 18–33.
Warto, W., Waluya, A. H., & Rachman, A. (2025). Analisis kesiapan UMKM dalam menghadapi sertifikasi halal wajib 2026 di Indonesia. Hayyin: Journal of Halal Studies and Research, 1(2), 72–92.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fakhri Muhamad Mi’raj, Putri Mentari Fauzani, Alifiani Nilam Sari, Chantiqa Putri Pratama, Nabil Fauzil Adhim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a