Pentingnya Rasa Malu Bagi Pelajar Dalam Bermedia Sosial Dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam

Authors

  • Wikayatin Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Bustanul ‘Ulum Lampung Tengah
  • Ari Arkanudin Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Bustanul ‘Ulum Lampung Tengah
  • Wakib Kurniawan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Bustanul ‘Ulum Lampung Tengah
  • Syarif Maulidin Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Bustanul ‘Ulum Lampung Tengah

DOI:

https://doi.org/10.61104/jq.v4i3.6608

Keywords:

Rasa Malu, Media Sosial, Pelajar, Pendidikan Agama Islam

Abstract

Perkembangan media sosial memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan remaja, khususnya pelajar. Media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup modern. Namun, penggunaan media sosial yang tidak terkendali dapat menyebabkan lunturnya nilai moral dan etika, seperti penggunaan bahasa kasar, penyebaran konten negatif, hingga cyberbullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya rasa malu (haya’) bagi pelajar dalam bermedia sosial ditinjau dari perspektif Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui kajian Al-Qur’an, hadits, buku, jurnal, dan referensi ilmiah lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasa malu merupakan bagian dari iman yang berfungsi sebagai benteng moral dan kontrol diri dalam penggunaan media sosial. Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai rasa malu agar pelajar mampu menggunakan media sosial secara bijak, sopan, dan bertanggung jawab.

Kata Kunci: Rasa Malu, Media Sosial, Pelajar, Pendidikan Agama Islam

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abu Ahmadi. 2009. Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta.

Hamzah Ya’qub. 2016. Etika Islam. Bandung: Penamaradya.

Ibnu Katsir. 2000. Tafsir Ibnu Katsir. Riyadh: Maktabah Darus Salam.

Lexy J. Moleong. 2017. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muhammad Al-Ghazali. 2008. Fikih Al-Haya’. Jakarta: Robbani Press.

Nasrullah. 2017. Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Nurudin. 2017. Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta: Rajawali Pers.

Ramayulis. 2018. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia.

Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2026-06-08

How to Cite

Wikayatin, Ari Arkanudin, Wakib Kurniawan, & Syarif Maulidin. (2026). Pentingnya Rasa Malu Bagi Pelajar Dalam Bermedia Sosial Dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam. QOSIM : Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 4(3), 1874–1878. https://doi.org/10.61104/jq.v4i3.6608

Issue

Section

Articles