Mahar Mitsil dalam Perspektif Sosio Historis, Normatif dan Ekonomi
DOI:
https://doi.org/10.61104/jq.v4i3.6525Keywords:
Mahar Mitsil, Hukum Islam, Perkawinan, Sosial Ekonomi, Hukum Keluarga IslamAbstract
Penelitian mengenai mahar dalam hukum Islam umumnya masih berfokus pada aspek fikih normatif dan praktik sosial secara parsial, sehingga kajian yang mengintegrasikan perspektif sosio-historis, normatif, dan ekonomi terhadap mahar mitsil masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep mahar mitsil melalui ketiga perspektif tersebut untuk menjelaskan pergeseran makna mahar dalam masyarakat modern. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui analisis terhadap literatur hukum Islam, kitab fikih, jurnal ilmiah, dan regulasi terkait perkawinan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahar mitsil pada dasarnya merupakan instrumen perlindungan hak perempuan dalam hukum Islam, tetapi dalam praktik sosial modern mengalami pergeseran menjadi simbol prestise dan stratifikasi sosial. Kondisi tersebut memunculkan ketegangan antara prinsip kemudahan dalam hukum Islam dan konstruksi budaya masyarakat yang menjadikan mahar sebagai legitimasi status sosial dan ekonomi. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integratif antara dimensi sosio-historis, normatif, dan ekonomi dalam memahami mahar mitsil sebagai fenomena hukum sekaligus fenomena sosial. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian hukum keluarga Islam yang tidak hanya berorientasi pada teks normatif, tetapi juga mempertimbangkan realitas sosial masyarakat. Implikasi penelitian menunjukkan pentingnya rekonstruksi pemahaman masyarakat terhadap fungsi mahar agar lebih berorientasi pada keadilan, kesederhanaan, dan keberlanjutan rumah tangga sesuai tujuan syariat Islam.
Downloads
References
Al-Zuhaili, W. (2006). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu (Juz IX). Damaskus: Dar al-Fikr.
Apriyanti. (2017). Historiografi Mahar dalam Pernikahan. An-Nisa’: Jurnal Kajian Gender dan Anak, 12(2). https://jurnal.iain-bone.ac.id/index.php/annisa
Hartono, R., Asman, A., Siregar, R. W., Ghufron, M., & Rifa’i, A. (2025). Urgensi Mahar sebagai Bentuk Komitmen dalam Ikatan Pernikahan Islam. Reflection: Islamic Education Journal, 2(2), 240–255. https://doi.org/10.61793/rief.v2i2.61. https://ojs.daarulhuda.or.id/index.php/RIEF/article/view/61
Ibn Katsir, I. (1999). Tafsir Al-Qur’an al-‘Azhim (Juz II). Riyadh: Dar Thayyibah.
Kompilasi Hukum Islam. (1991). Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam. Jakarta: Direktorat Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam.
Kususiyah, A. (2021). Keadilan Gender dalam Kewarisan Islam: Kajian Sosiologis Historis. Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum, 9(1), 45–60. https://doi.org/10.14421/al-mazaahib.v9i1.2198. https://ejournal.uin-suka.ac.id/syariah/almazahib/article/view/2198
Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Al-Mubarakfuri, Syaikh Shafiyyurrahman. (2020). Shahih Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 2. Juz 3-6. Jakarta: Pustaka Ibnu Katsir.
Murdiana, E., Zulaikha, S., & Mahmudah, N. (2021). Telaah Nilai Kepastian dan Keadilan pada Regulasi Mahar dalam Pembangunan Hukum Keluarga. Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah, 5(1), 30–44. https://doi.org/10.32332/tapis.v5i1.3367. https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/tapis/article/view/3367
Nasution, K. (2015). Hukum Perkawinan Islam Indonesia. Yogyakarta: Academia + Tazzafa.
Pratama, Dody. (2022). Eksistensi Larangan Perceraian Dalam Adat Lampung Pepadun Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Di Kec. Gunung Labuhan Kab. Way Kanan). Institut Agama Islam Negeri Metro Lampung. http://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/6229/1/PDF TESIS DODY PRATAMA LENGKAP -18002774 - Dody Pratama.pdf.
Pratama, Dody. (2023). “Hak Anak Perempuan Lampung Pepadun Terhadap Waris Menurut Hukum Islam (Studi Kasus Di Kampung Gedung Pakuon Kab. Way Kanan).” Al-Gharra: Jurnal Ilmu Hukum Dan Hukum Islam, 1(1), 50–65.
Sabiq, S. (1973). Fiqh al-Sunnah (Juz II). Beirut: Dar al-Kitab al-‘Arabi.
Saputra, N. Y., Ramadhani, A. S., Alfarizi, M. S., & Pratama, D. (2025). Kajian konseptual tentang hubungan antara sumber hukum Islam dan hukum positif dalam penyelesaian sengketa keluarga di Indonesia (Studi Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan). AL-GHARRA: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 5(1), 40–55.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an (Vol. 2). Jakarta: Lentera Hati.
Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Zed, M. (2018). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Zulaikha, S. (2017). Permintaan Mahar Perkawinan dan Stigmatisasi Negatif terhadap Perempuan. Istinbath: Jurnal Hukum, 17(1), 116–132. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/istinbath. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/istinbath/article/view/1518.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Desrianto, Mohammad Yasir Fauzi, Eko Hidayat, Muhammad Alvin Saputra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a