Representing Social Actors in FIFA World Cup Qatar 2022 Controversies

Authors

  • Hannafirsta Seroja Mujapasa Universitas Islam Bandung
  • Jamilah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

DOI:

https://doi.org/10.61104/jq.v4i3.6509

Keywords:

Analisis Wacana Kritis, representasi aktor sosial, wacana media, Piala Dunia FIFA Qatar 2022, ideologi

Abstract

Piala Dunia FIFA Qatar 2022 menimbulkan kontroversi global terkait hak pekerja migran dan representasi LGBTQ+ yang menarik perhatian media internasional secara luas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana aktor sosial direpresentasikan dalam pemberitaan kontroversi Piala Dunia FIFA Qatar 2022 oleh The Guardian, Al Jazeera, dan The Jakarta Post. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Critical Discourse Analysis dan teori representasi aktor sosial Theo van Leeuwen. Data penelitian berupa enam belas artikel berita daring yang dipublikasikan selama Piala Dunia FIFA Qatar 2022 berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga media menggunakan strategi eksklusi dan inklusi dalam merepresentasikan aktor sosial. The Guardian cenderung merepresentasikan FIFA dan Qatar secara kritis melalui isu hak asasi manusia dan diskriminasi. Al Jazeera cenderung mengurangi kritik terhadap Qatar melalui strategi suppression dan konstruksi pasif, sedangkan The Jakarta Post menampilkan representasi yang relatif seimbang. Strategi activation menjadi strategi inklusi yang paling dominan pada ketiga media. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wacana media bersifat ideologis dan berpengaruh terhadap pembentukan persepsi publik terhadap isu internasional kontroversial

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Faki, I. M. (2014). Political speeches of some African leaders from linguistic perspective.

Al-Saaidi, A., & Matrood, S. (2018). Representation of Iraqi refugees in media discourse.

Bernard, H. R. (2018). Research methods in anthropology.

Bogdan, R., & Taylor, S. (1998). Introduction to qualitative research methods.

Bonyadi, A. (2010). Critical discourse analysis and media discourse.

Creswell, J. W. (2012). Educational research: Planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches.

Denzin, N. K. (2007). Triangulation in qualitative research.

Fairclough, N. (1995). Media discourse.

Fairclough, N., & Wodak, R. (2008). Critical discourse analysis.

Fowler, R. (1997). Language in the news.

Hammerberg, K., Kirkman, M., & de Lacey, S. (2016). Qualitative research methods.

Hashmi, S. (2012). Al Jazeera and Middle Eastern media representation.

Leeuwen, T. van. (2008). Discourse and practice: New tools for critical discourse analysis.

Maalej, Z. (2012). Critical discourse analysis and ideology.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis.

Ojala, M. (2021). Media trustworthiness and neutrality.

Poorebrahim, F., & Zarei, G. (2013). Representation of Islam in Western media.

Said, E. (1979). Orientalism.

Van Dijk, T. A. (1993). Principles of critical discourse analysis.

Widdowson, H. G. (2000). Critical discourse analysis.

Winata, A. (2014). Online news media and information dissemination.

Downloads

Published

2026-06-06

How to Cite

Mujapasa, H. S., & Jamilah. (2026). Representing Social Actors in FIFA World Cup Qatar 2022 Controversies. QOSIM : Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 4(3), 1740–1747. https://doi.org/10.61104/jq.v4i3.6509

Issue

Section

Articles