Tradisi Khataman AL Qur'an di Desa Pintasan Kecamatan Gaung
Studi Living Al Qur'an Pembentuk Keagamaan Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.61104/jq.v4i3.6091Keywords:
Living Qur’an, Tradisi Khataman, Nilai Spiritual, Identitas Sosial, Desa PintasanAbstract
Tradisi keagamaan berbasis Al-Qur’an yang hidup di tengah masyarakat merupakan bagian penting dalam membentuk spiritualitas, budaya, dan identitas religius komunitas Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi khataman Al-Qur’an di Desa Pintasan Kecamatan Gaung, mengungkap nilai-nilai religius, sosial, dan edukatif yang terkandung di dalamnya, serta menganalisis makna keberadaan tradisi tersebut dalam perspektif Living Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi khataman di Desa Pintasan bukan hanya ritual ibadah, tetapi juga sarana pembinaan spiritual, penguatan solidaritas sosial, media pendidikan keagamaan, serta simbol kelestarian budaya religius masyarakat. Tradisi ini mampu menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperkuat identitas keislaman, dan menjaga kontinuitas nilai keagamaan di tengah perubahan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa Living Qur’an benar-benar hadir sebagai realitas sosial yang hidup dalam kehidupan masyarakat Muslim
Downloads
References
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (Eds.). (2011). The Sage handbook of qualitative research (4th ed.). Sage Publications.
Gade, A. M. (2012). The Qur’an: An introduction. Oneworld Publications.
Graham, W. A. (1987). Beyond the written word: Oral aspects of scripture in the history of religion. Cambridge University Press.
Graham, W. A., & Kermani, N. (2006). Recitation and aesthetic reception. In J. D. McAuliffe (Ed.), Encyclopaedia of the Qur’an. Brill.
Hirschkind, C. (2006). The ethical soundscape: Cassette sermons and Islamic counterpublics. Columbia University Press.
Junaedi, D. (2015). Living Qur’an: Sebuah pendekatan baru dalam kajian Al-Qur’an. Journal of Qur’an and Hadith Studies, 4(2), 169–190.
Larkin, B. (2014). Techniques of inattention: The mediality of loudspeakers in piety and prayer. Anthropological Quarterly, 87(4), 989–1015.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Mustaqim, A. (2014). Metode penelitian Living Qur’an: Model penelitian kualitatif. In M. Mansur et al. (Eds.), Metodologi penelitian Living Qur’an dan Hadis. TH-Press.
Nasr, S. H. (2002). The heart of Islam: Enduring values for humanity. HarperCollins.
Rafiq, A. (2012). The reception of the Qur’an in Indonesia: A case study of the place of the Qur’an in a non-Arabic speaking community. Temple University.
Saeed, A. (2006). Interpreting the Qur’an: Towards a contemporary approach. Routledge.
Syamsuddin, S. (2007). Ranah-ranah penelitian dalam studi Al-Qur’an dan hadis. In Metodologi penelitian Living Qur’an dan Hadis. TH-Press.
Zuhri, S. (2013). Budaya tilawah Al-Qur’an dan pembentukan karakter religius masyarakat Muslim. Jurnal Studi Islam, 8(1), 45–60.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Abdullah, Rudoul Wahidi, Syafril

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








This work is licensed under a