Integrasi Nilai Multikultural Berbasis Kearifan Lokal dalam Pendidikan Dasar di Majalengka pada Era Globalisasi

Authors

  • Shafinna Al-Zahra Universitas Majalengka
  • Wina Dwi Puspitasari Universitas Majalengka
  • Ari Yanto Universitas Majalengka

DOI:

https://doi.org/10.61104/jq.v4i3.5987

Keywords:

multikulturalisme, pendidikan dasar, kearifan lokal, Majalengka, globalisasi.

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai multikultural berbasis kearifan lokal dalam pendidikan dasar di Kabupaten Majalengka pada era globalisasi. Indonesia sebagai negara multikultural memiliki keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya yang perlu ditanamkan sejak dini melalui pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar sebagai fase pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang bersumber dari jurnal, buku, dan artikel ilmiah relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Majalengka memiliki potensi kearifan lokal seperti nilai budaya Sunda silih asah, silih asih, silih asuh, tradisi Gaok, dan kesenian Sampyong yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran kontekstual dalam menanamkan nilai toleransi, kerja sama, dan penghargaan terhadap keberagaman. Namun, globalisasi menghadirkan tantangan berupa dominasi budaya global, perkembangan teknologi digital, serta menurunnya minat generasi muda terhadap budaya lokal. Oleh karena itu, diperlukan strategi integrasi melalui pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal, pengintegrasian dalam mata pelajaran, pembiasaan budaya sekolah, serta pemanfaatan media digital edukatif. Dengan demikian, integrasi nilai multikultural berbasis kearifan lokal dalam pendidikan dasar berperan penting dalam membentuk peserta didik yang toleran, berkarakter, dan memiliki kesadaran terhadap identitas budaya lokal di tengah arus globalisasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Banks, J. A. (2009). Multicultural education: Dimensions and paradigms. In J. A. Banks (Ed.),

The Routledge international companion to multicultural education (pp. 9–32). Routledge.

Giddens, A. (2000). Runaway world: How globalization is reshaping our lives. Routledge.

Jamaludin, J., Araniri, N., & Nahriyah, S. (2023). Nilai-nilai multikultural dalam pendidikan

Pancasila dan Budi Pekerti di Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, 10(2), 115–126.

Mahfud, C. (2016). Pendidikan multikultural. Pustaka Pelajar.

Nur, M., & Saraswati, A. (2023). Gaok as a unique cultural and religious identity expression from

Majalengka, West Java. International Journal of Social Science and Human Research, 6(4), 2145–2152.

Nurhidayah, N., Rahmawati, R., & Saputra, D. (2022). Pendidikan multikultural berbasis kearifan

lokal. Jurnal Basicedu, 6(5), 8245–8253.

Purwitasari, E. (2024). On the Majalengka Sundanese: Lexical variations and morphology.

International Journal of Linguistics, Literature and Translation, 7(1), 45–53.

Sofiasyari, I., & Maghribi, R. (2025). The necessity analysis of Majalengka wisdom-based

teaching materials to enhance students’ critical thinking skills. Journal of Elementary Education Studies, 8(1), 55–67.

Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-tantangan global masa depan dalam

transformasi pendidikan nasional. Grasindo.

Zaenal, A., Kusnandar, D., & Rahmat, H. (2016). Edukasi Sampyong untuk menguatkan eksistensi

kesenian tradisional di Majalengka. Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat, 5(2), 98–103.

Downloads

Published

2026-05-07

How to Cite

Shafinna Al-Zahra, Wina Dwi Puspitasari, & Ari Yanto. (2026). Integrasi Nilai Multikultural Berbasis Kearifan Lokal dalam Pendidikan Dasar di Majalengka pada Era Globalisasi. QOSIM : Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 4(3), 382–389. https://doi.org/10.61104/jq.v4i3.5987

Issue

Section

Articles