Analisis Konflik Tradisi dan Pelanggaran Moralitas dalam Narasi Sewu Dino Karya SimpleMan: Kajian Sosiologi Sastra
DOI:
https://doi.org/10.61104/jq.v4i3.5935Keywords:
Sewu Dino, Sosiologi Sastra, Konflik Tradisi, Moralitas, Sastra JawaAbstract
Penelitian ini menganalisis representasi konflik tradisi dan pelanggaran moralitas dalam narasi Sewu Dino karya SimpleMan melalui pendekatan sosiologi sastra. Dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif dan kerangka homologi struktural Goldmann, penelitian ini mengkaji bagaimana tradisi Jawa berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial dan legitimasi moral dalam teks. Temuan penelitian menunjukkan terdapat tiga lapisan konflik tradisi, yaitu antara tokoh utama dengan sistem kepercayaan lokal, antara nilai modern dengan adat istiadat, dan konflik batin tokoh. Narasi membangun moralitas berbasis dualisme sakral-profan di mana hukuman supranatural menjadi metafora sanksi kolektif. Dimensi gender juga menonjol, dengan tokoh perempuan diposisikan paling rentan terhadap sanksi tradisi. Fungsi sosial narasi ini bersifat ganda, yakni memperkuat pemertahanan nilai tradisi sekaligus membuka ruang negosiasi kritis. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi sosiologi sastra Indonesia dengan membuktikan bahwa sastra horor populer berbasis tradisi lokal menyimpan diskursus sosiologis yang signifikan tentang relasi sastra, tradisi, dan moralitas dalam masyarakat Jawa kontemporer.
Downloads
References
Damono, S. D. (2020). Sosiologi sastra: Sebuah pengantar ringkas. Editum.
Endraswara, S. (2021). Metodologi penelitian sastra Jawa. Penerbit Ombak.
Faruk. (2019). Pengantar sosiologi sastra: Dari strukturalisme genetik sampai post-modernisme (3rd ed.). Pustaka Pelajar.
Goldmann, L. (2019). The hidden god: A study of tragic vision in the Pensees of Pascal and the tragedies of Racine. Verso Books.
Prasetyo, A., & Widodo, T. (2022). Representasi horor folklor Jawa dalam karya sastra digital. Jurnal Ilmu Budaya, 10(2), 115–130. https://doi.org/10.34050/jib.v10i2.19234
Ratna, N. K. (2021). Teori, metode, dan teknik penelitian sastra: Dari strukturalisme hingga postrukturalisme, perspektif wacana naratif. Pustaka Pelajar.
Swingewood, A. (2020). The novel and revolution. Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1007/978-1-349-86072-4
Wellek, R., & Warren, A. (2019). Theory of literature (3rd ed.). Penguin Books.
Wieringa, S., & Katjasungkana, N. (2019). Propaganda and the genocide in Indonesia: Imagined evil. Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315109343
Yuliana, D. (2023). Konflik nilai tradisi dan modernitas dalam sastra populer Indonesia kontemporer. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 23(1), 45–60. https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v23i1.55321
Zheng, Y., & Chen, L. (2022). Cultural conflict and moral transgression in contemporary Asian horror literature: A sociological approach. Journal of World Literature, 7(3), 312–330. https://doi.org/10.1163/24056480-00703003
Zuchdi, D. (2022). Humanisasi pendidikan: Menemukan kembali pendidikan yang manusiawi. Bumi Aksara.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Laila Almira, Dunkha Suhairi, Ashri Aprilia Syahputri, Mutia Haelani, Sri Kurnia Hastuti Sebayang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








This work is licensed under a