fian Keterlemparan Dasein Martin Heidegger dalam Era Digital: Distorsi dan Pergeseran Menuju Digi-sein
DOI:
https://doi.org/10.61104/jq.v4i3.5776Keywords:
Keterlemparan, Era Digital, Digi-sein, Eksistensi Manusia, Martin Heidegger.Abstract
Artikel ini dilatarbelakangi oleh transformasi eksistensi manusia di era digital yang menimbulkan keterbelahan antara kehadiran nyata dan virtual, sehingga memunculkan distorsi terhadap makna keterlemparan (Geworfenheit) dalam pemikiran Martin Heidegger. Penelitian ini bertujuan untuk menyingkap bagaimana distorsi tersebut membentuk pergeseran eksistensi manusia menuju Digi-sein dalam dunia digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur filosofis dan sumber yang relevan secara kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlemparan Dasein mengalami distorsi dalam dunia digital karena eksistensi manusia tidak lagi singular dan otentik, melainkan dapat direproduksi dan diviralkan; (2) kehadiran manusia terbelah antara ruang korporeal dan virtual melalui fenomena telepresence yang menciptakan ambiguitas eksistensi; (3) munculnya Digi-sein sebagai bentuk keberadaan baru menandai pergeseran dari In-der-Welt-sein (berada dalam dunia) menuju cara berada dalam dunia virtual. Kesimpulannya, eksistensi manusia dalam dunia digital tidak lagi sepenuhnya dapat dipahami dalam kerangka Dasein Heideggerian, melainkan menunjukkan bentuk keberadaan yang mengalami distorsi dan transformasi seiring perkembangan teknologi.
Downloads
References
Aditya, R. (2014). Pandangan Paus Fransiskus Tentang Internet. In Okezone.com.
Boyd, D. (2014). It’s complicated: The social lives of networked teens. Yale University Press.
Capurro, R. (2017). Homo Digitalis: Beiträge zur Ontologie, Anthropologie und Ethik der Digitalen Technik. Springer.
Dey, S., Roy, A., & Das, S. (2016). Home Automation Using Internet of Thing. 2016 IEEE 7th Annual Ubiquitous Computing, Electronics & Mobile Communication Conference (UEMCON).
Dinkler, E. (1956). Christianity and the Existentialist (C. Michalson (ed.)). Charles Scribner’s Sons.
Drefus, L. H. (2009). On The Internet Thinking in Action. Routledge.
Drianus, O. (2018). Manusia di Era Kebudayaan Digital. Mawa’Izh: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 9(2), 178–199. https://doi.org/10.32923/maw.v9i2.784
Fakhrurrozi, M. R., & Wawaysadhya. (2024). Eksplorasi Pemikiran Heidegger: Teknologi dan Keterasingan dalam Masyarakat Modern. Praxis: Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat Dan Jejaring, 7(1), 43–50. https://doi.org/10.24167/praxis.v7i1.12593
Firdaus, B., & Thoriq. (2024). Relasi Manusia dengan Gawai Perspektif Enframing Martin Heidegger. Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, Dan Sosial Budaya, 30(2), 207–218.
Hardiman, F. B. (2016). Heidegger Mistik Keseharian: Suatu Pengantar Menuju Sein und Zeit. Kepustakaan Populer Gramedia.
Hardiman, F. B. (2021). Aku Klik Maka Aku Ada. Kanisius.
Heidegger, M. (1953). Sein und Zeit. Max Niemeyer.
Hidayat, M. A. (2018). Homo digitalis: manusia dan teknologi di era digital. Book.
Icsandi, M. D. R. (2024). Teknologi di Era Digital: Dampak Negatif dan Cara Menghadapinya. In Kompasiana.
Jones, T. W. (1975). The Twentieth Century to Wittgenstein and Sartre: A History of Western Philosophy. Harcourt Brace Jovanovich Publishers.
Khairul, R., & Anam. (2022). Pemikiran Eksistensialisme Martin Heidegger dan Relevansinya dengan Keberadaan Manusia di Dunia Teknologi. Paradigma, 28. https://doi.org/10.33503/paradigma.v28i4.2565
Kiko, A. Y. (2025). Dasein: Ada-di-dalam-dunia Merekonstruksi Eksistensi dalam Being and Time Divisi I. 20–37.
Luijpen, A. W. (1960). Existential Phenomenology. Duquesne University Press.
Mulyani, M., Suwar, A., & Athal, T. (2024). Challenges and strategies for maintaining Self-Authenticity in the digital age:: A philosophical and social analysis. Jurnal Ilmiah Teunuleh, 5(3), 111–126.
Przybylski, A. K., Murayama, K., DeHaan, C. R., & Gladwell, V. (2013). Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out. Computers in Human Behavior, 29(4), 1841–1848.
Richardson, J. W. (2003). Heidegger: Through Phenomenology to Thought (4th ed.). Fordham University Press.
Turkle, S. (2011). Alone Together: Why We Expect More from Technology and Less from Each Other. Basic Books.
Udu, J. D. (2022). Era Digital dan Problem Pasca-Manusia. In Literasi Digital. Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero.
Wahid, L. A. (2022). Filsafat Eksistensialisme Martin Heidegger dan Pendidikan Perspektif Eksistensialisme. Pandawa: Jurnal Pendidikan Dan Dakwah, 4(1), 1–13.
Walther, J. B. (2012). Interaction through technological lenses: Computer-mediated communication and language. Journal of Language and Social Psychology, 31(4), 397–414.
Yury, S. (2017). The Internet of Things in the Context of the Philosophy of Technique: The Transformation of Being. 2017 2nd International Conference on Computer and Communication Systems (ICCCS).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fransiskus Dose, Silfanus Jemadin, Flavianus Dakosta Sangguk, Yohanes Babtista Angelino Galus, Bernadus Subang Hayon

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








This work is licensed under a