Alih Kode dan Campur Kode Interaksi Sosial Antar Warga Desa Gesik Kabupaten Cirebon: Kajian Sosiolinguistik

Authors

  • Sindy Putri Utami Universitas Negeri Semarang
  • Imam Baehaqie Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.61104/jq.v4i2.5373

Keywords:

Alih Kode, Campur Kode, Kedwibahasaan.

Abstract

Masyarakat yang mampu menggunakan lebih dari satu bahasa disebut masyarakat dwibahasawan. Dalam situasi kedwibahasaan, penggunaan bahasa tidak selalu berlangsung secara tetap, tetapi sering mengalami peralihan dan pencampuran bahasa saat proses interaksi berlangsung. Fenomena tersebut mengakibatkan munculnya alih kode dan campur kode dalam percakapan sehari-hari. Kondisi ini umumnya terjadi pada masyarakat yang hidup dalam lingkungan multilingual dengan latar belakang sosial dan budaya yang beragam, seperti masyarakat Desa Gesik Blok Kembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan secara mendalam fenomena kebahasaan yang berkaitan dengan berbagai bentuk alih kode dan campur kode, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya alih kode dan campur kode dalam interaksi masyarakat.


Desa Gesik Blok Kembang.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap, perekaman, dan pencatatan terhadap tuturan masyarakat dalam situasi komunikasi alami. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik deskripsi, identifikasi, dan klasifikasi untuk menentukan jenis alih kode dan campur kode yang muncul serta faktor yang melatar belakanginya.Hasil penelitian menunjukkan adanya alih kode internal antar bahasa dan alih kode internal antar ragam bahasa. Selain itu, ditemukan pula campur kode yang berupa penyisipan kata dan penyisipan frasa dalam tuturan. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya alih kode dan campur kode meliputi faktor mitra tutur, kebiasaan penggunaan bahasa, serta maksud dan tujuan penutur dalam berkomunikasi agar pesan dapat tersampaikan secara lebih efektif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustinuraida, I. (2017) ‘Alih Kode dan Campur Kode dalam Tuturan Bahasa Indonesia oleh Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Uiversitas Galuh Ciamis’, Diksatrasia, 1. Available at: https://jurnal.unigal.ac.id/index.php/diksatrasia/article/view/583.

Aryani, N. (2020) ‘Alih Kode dan Campur Kode Guru-Siswa dalam Pembelajaran Tematik Kelas V Sekolah Dasar Negeri 05 Indralaya Kabupaten Ogan Ilir’, Jurnal Pembahsi, 10. doi: DOI: http://dx.doi.org/10.31851/pembahsi.v10i1.4474.

Bahri dan Rasyid (2018) ‘Fenomena Kedwibahasaan di Sekolah Dasar; Sebuah Kondisi dan Bentuk Kesantunan Berbahasa’, Jurnal Bidang Pendidikan Dasar, 2. doi: DOI: https://doi.org/10.21067/jbpd.v2i2.2649.

Chaer, A. (2004) Sosiolinguistik: Perkenalan Awal (Edisi Revisi). Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Chaer dan Agustina (2010) Sosiolinguistik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Fauziyah dkk. (2019) ‘Fenomena Alih Kode dan Campur Kode dalam Angkutan Umum (ELF) Jurusan Sindang Terminal, Harjamukti Cirebon’, Sebasa, 2. doi: DOI: https://doi.org/10.29408/sbs.v2i2.1334.

Kridalaksana, H. (2008) Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka.

Kurniasih dan Zuhriyah (2017) ‘Alih Kode dan Campur Kode di Pondok Pesantren Mahasiswa Darussalam’, 3(1), pp. 53–65. Available at: http://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/jeill/ .

Mustikawati, D. A. (2015) ‘Alih Kode dan Campur Kode antara Penjual dan Pembeli (Analisis Pembelajaran Berbahasa Melalui Studi Sosiolinguistik)’, Jurnal Dimensi Pendidikan dan Pembelajaran, 3. doi: DOI : 10.24269/dpp.v2i2.154.

Putri Lestari (2022) “Alih Kode dan Campur Kode dalam Interaksi Sosial antara Penjual dan Pembeli” DOI: http://dx.doi.org/10.29300/disastra.v4i1.4703

Ningrum, F. (2019) ‘Alih Kode dan Campur Kode dalam Postingan Instagram Yowessorry’, Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia, 8. Available at: https://ejournal-pasca.undiksha.ac.id/index.php/jurnal_bahasa/article/view/3048.

Rahayu dan Khalimah (2020) ‘Alih kode dan Campur Kode antara Penjual dan Pembeli pada Masa Pandemi’, Semantika, 2(01), pp. 52–61. Available at: file:///D:/SEMESTER 7/264-Article Text-394-1-10- 20200831.pdf.

Rohmadi dan Saddhono (2018) ‘Tuturan dalam pembelajaran bahasa indonesia (kajian sosiolinguistik alih kode dan campur kode)’, 3, pp. 119–130.

Rosnaningsih, A. (2019) ‘Analisis Campur Kode dan Alih Kode Bahasa Inggris ke Dalam Bahasa Indonesia pada Novel Wandu Berhentilah Menjadi Pengecut Karya Tasaro’, Lingua Rima, 8. doi: DOI: http://dx.doi.org/10.31000/lgrm.v8i2.1784.

Siswanto dkk. (2016) Pengantar Linguistik Umum. Yogyakarta: Media Perkasa.

Suandi, I. N. (2014) Sosiolinguistik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sudarja, K. (2019) ‘Alih Kode dan Campur Kode dalam Proses Pengajaran Bahasa Indonesia’, Alfabeta, 2. doi: DOI: https://doi.org/10.33503/alfabeta.v2i2.613.

Sugiono (2015) Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tarigan, H. G. (2009) Pengajaran Kedwibahasaan. Bandung: Angkasa.

Downloads

Published

2026-04-15

How to Cite

Utami, S. P., & Imam Baehaqie. (2026). Alih Kode dan Campur Kode Interaksi Sosial Antar Warga Desa Gesik Kabupaten Cirebon: Kajian Sosiolinguistik. QOSIM : Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 4(2), 86–102. https://doi.org/10.61104/jq.v4i2.5373

Issue

Section

Articles