Lamut dan Madihin sebagai Media Pewarisan Nilai Filosofis dan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal dalam Budaya Banjar

Authors

  • Aulia Azizatul Hidayah UIN Antasari Banjarmasin
  • Zulfa Jamalie UIN Antasari Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.61104/jq.v4i1.4131

Keywords:

Budaya Banjar, Lamut, Madihin, Seni Tutur

Abstract

Kesenian tradisional merupakan bagian penting dari kebudayaan yang merefleksikan nilai, identitas, dan cara pandang masyarakat terhadap kehidupan. Dalam masyarakat Banjar, kesenian tutur seperti Lamut dan Madihin tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai moral, sosial, dan religius yang berakar pada tradisi lokal dan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesenian Lamut dan Madihin sebagai seni tutur tradisional masyarakat Banjar ditinjau dari aspek sejarah, makna filosofis, identitas budaya, serta nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka melalui analisis terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, dan literatur relevan lainnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan cara mengkaji, mengelompokkan, dan mensintesis isi literatur sesuai dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lamut dan Madihin memiliki peran strategis sebagai media pewarisan nilai budaya dan pembentukan karakter masyarakat Banjar. Kedua kesenian ini merefleksikan pandangan hidup yang menekankan keseimbangan antara aspek duniawi dan spiritual. Nilai-nilai moral, religius, dan sosial disampaikan melalui cerita, pantun, simbol, serta humor yang komunikatif dan mudah diterima oleh masyarakat. Selain itu, proses akulturasi budaya dalam Lamut dan Madihin memperlihatkan kemampuan masyarakat Banjar dalam mempertahankan jati diri budaya sekaligus menyesuaikannya dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, Lamut dan Madihin memiliki relevansi sebagai media pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang perlu dilestarikan dan dikembangkan dalam konteks pendidikan formal maupun nonformal

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman. 2024. “Metode Penelitian KepuAbdurrahman. “Metode Penelitian Kepustakaan.” Adabuna : Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran 3(2):102–13.

Alfianti, Dewi. 2023. “Sistem Ideologi Dan Pewarisan Tradisi Lisan Lamut Di Kalimantan Selatan.” Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana UNNES 191–96.

Annabila, Naela Amelia, Ahmad Ghozi, Tisya Aprilina Ardian Putri, and Ero Kurnia Ramadani. 2024. “Akulturasi Budaya Islam Nusantara : Merajut Tradisi Dan Modernitas Menjadi Satu Kesatuan.” Maliki Interdiciplinary Journal 2(6):767–77.

Denada, Berlian. 2017. “Kesenian Madihin Di Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau.” KOBA : Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari Dan Musik 4(2):44–53.

Fauzan, Ahmad. 2022. “Variasi Bentuk Dan Fungsi Madihin.” Jurnal Bahasa, Sastra Dan Pembelajarannya 12(2):290–312.

Fitriana, Arina, Mu’in Fathul, Rusma Noortyani, and Ngalimun Ngalimun. 2025. “Lamut Sebagai Puisi Rakyat: Kajian Etnopedagogi.” Anterior Jurnal 24(1):65–70.

Jahdiah, Jahdiah. 2017. “Lamut Dan Madihin Kesenian Tradisional Banjar Di Tengah Arus Modernisasi.” Balai Bahasa Banjarmasin Vol 7(1).

Listyawati, Andayani. 2017. “Budaya Lokal Sebagai Upaya Memperkuat Nilai Kesetiakawanan Sosial Masyarakat.” Junal PKS 16(1):33–42.

Ridani, Muhammad Noor, Dian May Syifa, and Rena Zulfaidah. 2023. “Efektivitas Dakwah Melalui Pemanfaatan Budaya Madihin Sebagai Alat Komunikasi Masyarakat Kalimantan Selatan.” Istinarah: Riset Keagamaan, Sosial Dan Budaya 5(2):109–17.

Sam’ani, Sam’ani. 2005. Urang Banjar Dan Kebudayaannya. edited by S. Ideham, S. Sjarifuddin, M. Z. A. Anis, and W. Wajidi. Banjarmaisn: Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

Sani, M. Budi Zakia. 2017. “Kesenian Madihin Di Banjarmasin Kalimantan Selatan Dalam Tinjauan Aksiologi Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Karakter.” Imaji 15(1):80–96. doi: 10.21831/imaji.v15i1.14452.

Sani, Muhammad Budi Zakia, Wadiyo Wadiyo, Suminto A. Sayuti, and Syakir Syakir. 2023. “Kesenian Madihin Di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan: Tinjauan Filsafat Nilai Max Scheler.” Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana UNNES 536–40.

Shadiq, Gusti Muhammad, and Ahmad Harisuddin. 2025. “Kebudayaan Banjar, Dayak, Melayu Dan Interelasi Islam Terhadap Budaya Di Kalimantan Selatan.” Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory 3(3):2756–86.

Yulianto, Agus. 2015. “Revitalisasi Kesenian Lamut Di Kalimantan Selatan.” Naditira Widya 9(2):135–46.

Yulianto, Agus. 2023. “Lamut Sebagai Seni Tradisi Tutur Di Kalimantan Selatan: Kepunahan Dan Pelestariannya.” Jurnal Tradisi Lisan Nusantara 3(1). doi: 10.51817/jtln.v3i1.319.

Downloads

Published

2026-02-01

How to Cite

Hidayah, A. A., & Jamalie, Z. (2026). Lamut dan Madihin sebagai Media Pewarisan Nilai Filosofis dan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal dalam Budaya Banjar . QOSIM : Jurnal Pendidikan Sosial & Humaniora, 4(1), 38–43. https://doi.org/10.61104/jq.v4i1.4131

Issue

Section

Articles