Piagam Madinah: Solusi Politik, Sosial, dan Ekonomi untuk Masyarakat Multikultural Yatsrib
DOI:
https://doi.org/10.61104/jq.v4i2.3214Keywords:
Piagam Madinah, Ummah Wāḥidah, Solusi Politik, Harmoni Sosial, Keadilan Ekonomi, Studi Hadis.Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis secara holistik peran Piagam Madinah (Shahifah Madinah) sebagai kerangka solusi multidimensi terhadap krisis politik, sosial, dan ekonomi di Yatsrib pra-Islam. Kota Yatsrib saat itu dicirikan oleh fragmentasi kekuasaan antar-suku (Aus dan Khazraj), ketegangan sosial-agama, dan ketidaksetaraan ekonomi yang didorong oleh praktik ribā dan dominasi klan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Pustaka dengan pendekatan Historis-Normatif dan Analisis Isi Kualitatif terhadap teks Piagam, didukung oleh literatur Sirah Nabawiyah dan Fiqh Siyāsah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Piagam Madinah berhasil menawarkan solusi yang komprehensif. Secara politik, Piagam mendirikan Entitas Politik Tunggal (Ummah Wāḥidah) yang melampaui ikatan kesukuan (Aṣabiyyah) dan menetapkan otoritas sentral yang diakui bersama pada diri Nabi Muhammad Saw. mengakhiri anarki kekuasaan. Secara sosial, Piagam berfungsi sebagai Deklarasi Toleransi pertama dengan menjamin kebebasan beragama bagi kaum non-Muslim serta menegakkan keadilan hukum non-diskriminatif dan prinsip tanggung jawab kolektif. Secara ekonomi, melalui penekanan pada solidaritas (Ta'āwun) dan keamanan kolektif, Piagam menciptakan prasyarat kelembagaan untuk menstabilkan perekonomian dan melawan eksploitasi. Piagam Madinah, oleh karena itu, adalah model konstitusi awal yang relevan untuk memperkuat konsep integrasi politik, harmonisasi sosial, dan keadilan dalam masyarakat multikultural modern.
Downloads
References
Ibnu Hisyām, Abū Muhammad ‘Abdul Malik. (T.t). Sīrah Nabawiyyah. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Pulungan, J. S. (1994). Prinsip-Prinsip Pemerintahan Dalam Piagam Madinah Di Tinjau Dari Pandangan Al-Quran. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. (Merupakan terjemahan Piagam dan analisis normatif).
Tim Departemen Agama RI. (2015). Al-Qur’an dan Terjemahnya. Jakarta: Kementerian Agama RI.
Abidin, Z. A. (2014). Piagam Madinah Konstitusi Tertulis Pertama di Dunia. Jakarta: Pustaka Al Kautsar.
Al-Mawardi, A. H. (2006). Al Ahkam Al Sulthaniyyah. Al Qahirah: Dar al Hadits.
Haekal, M. H. (1970). Sejarah Hidup Muhammad. Bogor: PT. Lentera Antar Nusantara.
Khadduri, M. (2001). War and Peace in the Law of Islam. The Johns Hopkins Press.
Pulungan, J. S. (2002). Fiqh Siyasah: Ajaran, Sejarah dan Pemikiran. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Watt, W. M. (1956). Muhammad at Medina. Oxford: Oxford University Press.
Adnan, A., Akbar, M. Y. A., Muhibudin, M., & Hidayat, F. N. (2024). Politik Dakwah Rosulullah dalam Piagam Madinah dan Implementasinya pada Sistem Pemerintahan di Indonesia. Al- Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah, 4(2), 62–82.
Effendi, E., Badruzaman, B., & Hakiki, K. M. (2023). Piagam Madinah; Bingkai Etika Politik Islam Dan Kontekstualisasinya Dalam Politik Kebangsaan Di Indonesia. Al-Adyan: Jurnal Studi Lintas Agama, 18(1), 135–162.
Hamdani, F., Dimyati, K., Wardiono, K. (2016). Paradigm Prophetic Critique of Rational Paradigm Based on the Charter of Medina Top Concept Morality of Law HLA Hart. Jurnal Dinamika Hukum, 17(1), 23-30.
Rahmaningsih, A. A. (2022). Konsep Persatuan Bangsa dalam Piagam Madinah dengan Konstitusi Indonesia. Bullet: Jurnal Multidisiplin Ilmu, 1(3), 242–249.
Rosadi, B. F. (2023). Dakwah Rasulullah di Madinah: Piagam Madinah dan Perubahan Sosial. Al-Jamahiria: Jurnal Komunikasi Dan Dakwah Islam, 1(2), 156–165.
Sulni, H. (2024). Kontruksi Masyarakat Berdasarkan Konsep Ummah dalam Piagam Madinah. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(6), 4363–4376.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhtaddin Rahayu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








This work is licensed under a