Harmonisasi Regulasi Penghapusan Konten Deepfake Pornografi Di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v3i6.2849Keywords:
Artificial Intelligence, Deepfake Pornografi, Kekerasan Berbasis Gender Online, UU TPKS, Penghapusan Konten, Perlindungan KorbanAbstract
Revolusi Industri 4.0 mendorong hadirnya Artificial Intelligence (AI) sebagai salah satu elemen penting perkembangan teknologi yang kini memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan. Namun, kemajuan ini juga menghadirkan berbagai risiko hukum, salah satunya terkait penyalahgunaan teknologi deepfake untuk menghasilkan konten pornografi yang termasuk dalam kategori Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi korban deepfake pornografi di Indonesia, dengan fokus pada pemenuhan hak atas penghapusan konten sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan serta studi kasus konkret. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun UU TPKS telah memberikan landasan hukum mengenai hak korban atas penghapusan konten, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala. Tantangan tersebut antara lain berupa kompleksitas dan kerumitan mekanisme regulasi yang sering menimbulkan tumpang tindih, serta minimnya koordinasi antarlembaga dalam penyediaan layanan pemulihan. Kondisi ini membuat korban rentan mengalami reviktimisasi karena tidak memperoleh pemulihan psikologis yang optimal. Implikasi dari temuan ini menegaskan perlunya harmonisasi regulasi serta penguatan sinergi antarlembaga agar pemenuhan hak penghapusan konten bagi korban deepfake pornografi dapat terlaksana secara efektif sesuai dengan mandat UU TPKS.
References
Alfathoni, M. I., Pratama, B. A., & Putri, C. I. (2024). Legal protection for victims of deepfake pornography in terms of criminal law. ALJ: Jurnal Hukum Fakultas Hukum Universitas Andalas. https://alj.fhuk.unand.ac.id.
Ali, M., Fernando, Z. J., Huda, C., & Mahmutarom, M. (2025). Deepfakes and victimology: Exploring the impact of digital manipulation on victims. Substantive Justice. https://substantivejustice.id.
Ampri, A. I., & Algamar, M. D. (2022). Hak untuk Dilupakan: Penghapusan Jejak Digital sebagai Perlindungan Selebriti Anak dari Bahaya Deepfake. Jurnal Yustika: Media Hukum dan Keadilan, 25(1), 25–39. https://journal.ubaya.ac.id/index.php/yustika/article/view/5091 journal.ubaya.ac.id+1.
Antara News. (2025, February 10). Universitas Udayana investigasi kasus dugaan pelecehan seksual daring. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/4802537/universitas-udayana-investigasi-kasus-dugaan-pelecehan-seksual-daring
Cloud Computing. (2024, January 12). Apa itu deepfake & bahayanya? Cloudcomputing.id.https://www.cloudcomputing.id/pengetahuan-dasar/apa-itu-deepfake-bahaya#google_vignette
Das, S. (2025, January 12). Would love to see her faked: The dark world of sexual deepfakes – and the women fighting back. The Guardian. https://www.theguardian.com/technology/2025/jan/12/would-love-to-see-her-faked-the-dark-world-of-sexual-deepfakes-and-the-women-fighting-back
Departemen Sosial RI. (2003). Standar rehabilitasi psikososial korban tindak kekerasan. Direktorat Bantuan dan Jaminan Sosial RI.
Eriana, E. S., & Zein, A. (2023). Artificial intelligence. Eureka Media Aksara.
Indonesia.go.id. (2023). Sejak 2016, Kemkomdigi blokir sembilan juta konten negatif di situs dan medsos. Indonesia.go.id. https://indonesia.go.id/kategori/sosial-budaya/9029/sejak-2016-kemkomdigi-blokir-sembilan-juta-konten-negatif-di-situs-dan-medsos?lang=1
Izzah, P. N. (2024). Analisis yuridis manipulasi gambar deepfake pornografi (Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya). UIN Sunan Ampel Repository. http://digilib.uinsa.ac.id/73116/1/Puteri%20Nurul%20Izzah_05020720022_Full.pdf
JPNN.com. (2024, April 22). Polisi tangkap pembuat konten video syur dengan teknologi deepfake. JPNN.com. https://m.jpnn.com/news/polisi-tangkap-pembuat-konten-video-syur-dengan-teknologi-deepfake
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). (2023, April 25). Jangan takut laporkan kasus kekerasan seksual ke hotline layanan SAPA 129. Kemen PPPA. https://www.kemenpppa.go.id/index.php/siaran-pers/kemen-pppa-jangan-takut-laporkan-kasus-kekerasan-seksual-ke-hotline-layanan-sapa129#
Kumparannews. (2024, January 11). Menkomdigi: Indonesia peringkat ke-3 pengguna AI terbanyak di dunia. Kumparan. https://kumparan.com/kumparannews/menkomdigi-indonesia-peringkat-ke-3-pengguna-ai-terbanyak-di-dunia-245pvrkgrc4/1
Laoh, G. P. (2024, March 6). Komnas Perempuan catat 4.179 kasus kekerasan seksual pada 2022–2023. Kompas.com. https://news.detik.com/berita/d-7323790/komnas-perempuan-catat-4-179-kasus-kekerasan-seksual-pada-2022-2023.
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban. (2023). Laporan tahunan 2023: Perlindungan saksi dan korban dalam pusaran kejahatan digital. https://www.lpsk.go.id/api/storage/2024-05-29T08:23:50.138Z----LAPTAH-2023-LPSK-1.pdf
Lesmana, C. T. (n.d.). Pokok-pokok pikiran Lawrence Meir Friedman; Sistem hukum dalam perspektif ilmu sosial. Nusa Putra University. https://nusaputra.ac.id/article/pokok-pokok-pikiran-lawrence-meir-friedman-sistem-hukum-dalam-perspektif-ilmu-sosial/
Maan, M. K. P. (2025). Analisis perlindungan hukum terhadap penyimpangan teknologi kecerdasan buatan dalam bentuk pornografi deepfake. Jurnal Riset dan Kajian Hukum (JURRISH). https://prin.or.id/index.php/JURRISH/article/view/5071.
Mahardika, M. I. (2025). Tinjauan yuridis terhadap pelaku deepfake porn sebagai kekerasan gender berbasis online menurut UU Pornografi. Jurnal Fakultas Hukum Unsrat, 14(5). Https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/lexprivatum/article/view/60226/48473.
Muhaimin, M. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.
Nasution, A. V. A., Suteki, & Lumbanraja, A. D. (2025). Addressing deepfake pornography and the right to be forgotten in Indonesia: Legal challenges in the era of AI driven sexual abuse. International Journal for the Semiotics of Law, 38(7), 2489 2517. https://doi.org/10.1007/s11196 025 10265 0.
Noerman, C. T. (2024). Kriminalisasi deepfake di Indonesia sebagai bentuk kejahatan digital: Tinjauan hukum pidana. Jurnal USM Law Review. https://journals.usm.ac.id/index.php/julr/article/view/8995.
Noval, S. M. R. (2019). Penggunaan teknik deepfake: Pencegahan pembuatan video pornografi dengan metode undang undang. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (SNP2M). https://jurnal.poliupg.ac.id/index.php/snp2m/article/viewFile/1905/1748.
Pane, D. P., & Tambe, A. W. (2025). Tantangan penegakan hukum dan upaya mitigasi atas hadirnya deepfake porn sebagai jenis tindak pidana digital pada era artificial intelligence. Pemuliaan Keadilan, 2(3), 185 203. https://doi.org/10.62383/pk.v2i3.1055.
Patikasari, T. (2024). Pelindungan hukum bagi korban deepfake pornografi (Studi perbandingan Indonesia dan Korea Selatan) (Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta). UIN Jakarta Repository. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/83071
Patroli Siber. (n.d.). Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Patrolisiber.id. https://patrolisiber.id/contact-us/
Pitaloka, C. A. G. (2025). Penyalahgunaan teknologi deepfake untuk konten gambar dan video pornografi: analisis tindak pidana pencemaran nama baik. Humif: Jurnal Hukum Pidana & Kriminologi, (??), ?? ??. https://journal.lpkd.or.id/index.php/Humif/article/view/1475.
Puspitasari, R. D. (2023, December 19). Perempuan di Jabodetabek paling banyak jadi korban penyebaran foto bernuansa seksual. Konde.co. https://www.konde.co/2023/12/perempuan-di-jabodetabek-paling-banyak-jadi-korban-penyebaran-foto-bernuansa-seksual
Putri, A. S., Noerdajasakti, S., & Sulistio, F. (2023). RTBF as an effort to establish legal protection for victims of deepfake pornography in Indonesia. International Journal of Social Science & Humanities Research (IJSSHR). https://ijsshr.in.
Raharjo, B. (2023). Teori etika dalam kecerdasan buatan (AI). Yayasan Prima Agus Teknik.
Respati, A. A. (2024). Analisis yuridis terhadap pencegahan kasus deepfake pornografi dan pendidikan kesadaran publik di lingkungan digital. Media Hukum Indonesia (MHI), 2(2), 586 592. https://ojs.daarulhuda.or.id/index.php/MHI/article/view/573/600.
Rohmawati, I., Junaidi, A., & Khaerudin, A. (2025). Urgensi regulasi penyalahgunaan deepfake sebagai perlindungan hukum korban kekerasan berbasis gender online (KBGO). J-Innovative. https://j-innovative.org.
Romli, S. A. (2024). Perlindungan hukum. CV. Doki Course and Training.
Salsabila, N. (2023, March 8). Menjadikan HPI 2023 sebagai momen perlawanan terhadap KBGO. Jurnal Perempuan: Warta Feminis. https://www.jurnalperempuan.org/warta-feminis/menjadikan-hpi-2023-sebagai-momen-perlawanan-terhadap-kbgo
Sulaiman, A. (2018). Pengantar ilmu hukum. UIN Jakarta bersama Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Tempo.co. (2019, February 10). Deepfake ternyata banyak dipakai pornografi. Tempo.co.https://www.tempo.co/newsletter/cekfakta-34-deepfake-ternyata-banyak-dipakai-pornografi-670381
Wijaya, M. R. P., & Darma, I. M. W. (2025). Pertanggungjawaban pidana dan perlindungan korban dalam penyebaran deepfake pornografi melalui media sosial. Al Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(4), 4741 4750. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/2082.
Wired. (2024, June 5). Google is getting thousands of deepfake porn complaints. Wired. https://www.wired.com/story/google-deepfake-porn-dmca-takedowns/
Yudha, M., Purwanda, S., Amir, A., Kairuddin, K., Fhad Syahril, M. A., Samiruddin, S., & Latif, A. (2025). Perlindungan hukum bagi korban penggunaan deepfake dalam kejahatan pornografi. Indonesian Journal of Law and Shariah, 2(1), 25–36. https://ejournal.unu.ac.id/index.php/ijls/article/view/371.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Priscilla Adi Wijaya Adriana Putri, Rahel Octora

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









This work is licensed under a