The Future of Islamic Science: Integrasi Ontologi, Epistimologi dan Aksiologi dalam Ilmu Pengetahuan Modern

Authors

  • Susilawati Universitas Darul ‘Ulum Lamongan
  • Said Maskur IAI Ar-Risalah INHIL Riau
  • Muhammad Faisal STAIN Sultan Abdurrahman Kepri

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.8831

Keywords:

Ilmu Islam, ontologi, epistemologi, aksiologi, integrasi ilmu, islamisasi sains, filsafat ilmu

Abstract

Artikel ini mengkaji masa depan ilmu Islam melalui lensa integrasi tiga fondasi filosofis utama, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi, dalam konteks ilmu pengetahuan modern. Perdebatan mengenai hubungan antara Islam dan sains telah berlangsung selama berabad-abad, namun belum ada konsensus yang memadai tentang bagaimana kerangka keilmuan Islam dapat berinteraksi secara produktif dengan paradigma sains modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana filosofis dan kajian pustaka untuk mengeksplorasi bagaimana integrasi ontologis, epistemologis, dan aksiologis dapat menjadi jembatan antara tradisi keilmuan Islam dan sains kontemporer. Temuan utama menunjukkan bahwa integrasi ontologi menekankan kesatuan hakikat (wahdah al-wujud) sebagai fondasi kosmologi Islam yang selaras dengan prinsip keteraturan alam dalam sains modern. Integrasi epistemologi menawarkan perluasan sumber pengetahuan melampaui empirisme positivistik dengan memasukkan wahyu, intuisi, dan pengalaman spiritual sebagai sumber pengetahuan yang valid. Sementara itu, integrasi aksiologi menegaskan bahwa ilmu pengetahuan haruslah bermuatan nilai dan bertujuan untuk kebaikan umat manusia, menolak klaim netralitas nilai yang dianut oleh sains modern konvensional. Artikel ini menyimpulkan bahwa masa depan ilmu Islam terletak pada kemampuannya untuk membangun kerangka integratif yang holistik, yang tidak hanya mengakomodasi temuan-temuan sains modern tetapi juga memberikan landasan etis dan spiritual yang kuat bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Model integrasi holistik yang diusulkan menempatkan ketiga dimensi filosofis ini sebagai pilar yang saling berkaitan dan tak terpisahkan dalam membangun paradigma keilmuan baru yang lebih komprehensif

References

Al-Attas, S. M. N. (1995). Prolegomena to the metaphysics of Islam: An exposition of the fundamental elements of the worldview of Islam. Kuala Lumpur: ISTAC.

Al-Faruqi, I. R. (1982). Islamization of knowledge: General principles and work plan. Virginia: IIIT.

Bakar, O. (1999). The history and philosophy of Islamic science. Kuala Lumpur: ISTAC.

Bagir, Z. A. (2005). Integrasi ilmu dan agama: Interpretasi dan aksi. Bandung: Mizan.

Golshani, M. (2004). Issues in Islam and science. Tehran: Institute for Humanities and Cultural Studies.

Guessoum, N. (2011). Islam's quantum question: Reconciling Muslim tradition and modern science. London: I.B. Tauris.

Hasim, M. F., Al Mubarak, A. J., & Taufiq, M. A. (2025). The concept of Islamization of science: A study of the educational philosophy of Syed Muhammad Naquib Al-Attas. Al-Mabsut.

Hidayah, U. (2023). Islamisasi integrasi interkoneksi ilmu pengetahuan dan agama Islam: Model keilmuan di perguruan tinggi Islam. Al-Muaddib.

Jamaluddin, M., & Hasib, K. (2025). Islamisasi dan integrasi ilmu pengetahuan dalam perspektif Syed Muhammad Naquib Al-Attas. Cognitive: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam.

Kartanegara, M. (2005). Integrasi ilmu: Sebuah rekonstruksi holistik. Bandung: Mizan.

Khozin, K., & Umiarso, U. (2019). The philosophy and methodology of Islam-science integration: Unravelling the transformation of Indonesian Islamic higher institutions. Ulumuna, 23(1).

Kuntowijoyo. (2006). Islam sebagai ilmu: Epistemologi, metodologi, dan etika. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Kusmana, K. (2017). The integration of knowledge and UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Islamika Indonesiana.

Lubis, F., Salminawati, S., Usiono, U., et al. (2024). Analytical study on integration of Islamic science in Indonesia based on ontology, epistemology, and axiology. Asian Journal of Islamic Studies.

Markun, S., & Tasruddin, R. (2025). Islam dan ilmu pengetahuan: Integrasi ontologis, epistemologis, dan aksiologis kontemporer. Advances in Education Journal.

Mila, C., Istiqamah, I., Kurniaty, N., & Faisal, M. (2026). Komparasi paradigma pendidikan Barat dan pendidikan Islam: Ontologi, epistemologi, dan aksiologi dalam perspektif integrasi ilmu. Wahana Islamika.

Muslih, M., Perdana, M. P., & Sutoyo, Y. (2022). Dimensions of Islamization in the development of science. Kalam.

Nasr, S. H. (1996). Religion and the order of nature. Oxford: Oxford University Press.

Nasr, S. H. (2006). Islamic science: An illustrated study. World Wisdom.

Nugroho, Y. P., Ali, M., & Jinan, M. (2025). Model integrasi sains dan Islam di SMA Trensains Muhammadiyah Sragen. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Putra, F. M. A., Anshari, A., & Irmawati, I. (2025). Integrasi nilai-nilai Islam dalam pengembangan ilmu pengetahuan pada era Society 5.0. Media Riset Bisnis Manajemen dan Akuntansi.

Reza, A. R. H., Qomar, M., & Rif, R. H. M. (2024). Islamisasi ilmu dan ilmuisasi Islam: Polemik dalam integrasi Islam dan sains. EL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam.

Reski, A. E. D., & Musthan, Z. (2026). Strategi pengembangan ilmu pengetahuan dalam filsafat ilmu integrasi agama dan sains. Jurnal Global Islamika.

Sari, D. P. (2024). Islamisasi ilmu pengetahuan: Berbasis ontologis, epistemologi, dan aksiologi. Maliki Interdisciplinary Journal.

Toisuta, H., Ernas, S., & Lampong, S. R. D. (2024). Knowledge integration in Indonesian state Islamic institutes and universities: A review. International Journal of Islamic Thought.

Downloads

Published

2026-06-18

How to Cite

Susilawati, Said Maskur, & Muhammad Faisal. (2026). The Future of Islamic Science: Integrasi Ontologi, Epistimologi dan Aksiologi dalam Ilmu Pengetahuan Modern. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(4), 916–931. https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.8831

Issue

Section

Articles