Moderasi Beragama dan Transformasi Otoritas Keislaman Kontemporer
Analisis terhadap Fragmentasi Dakwah Digital
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.8555Keywords:
Moderasi Beragama, Otoritas Keislaman, Dakwah Digital, Fragmentasi, Media SosialAbstract
Artikel ini menganalisis hubungan antara moderasi beragama dan transformasi otoritas keislaman kontemporer dalam konteks fragmentasi dakwah digital di Indonesia. Era digital telah menghadirkan perubahan fundamental dalam lanskap dakwah Islam, di mana otoritas keagamaan tradisional mengalami dekonstruksi signifikan akibat munculnya aktor-aktor baru di ruang digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis wacana kritis terhadap berbagai literatur akademis kontemporer. Kerangka teoretis penelitian ini mengintegrasikan teori otoritas keagamaan Campbell, teori ruang media Couldry, dan konsep Post-Normal Times Ziauddin Sardar untuk membangun model analisis transformasi otoritas keislaman di era digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa fragmentasi dakwah digital termanifestasi dalam tiga dimensi utama: (1) dekonstruksi otoritas tradisional ulama dan pesantren oleh influencer digital dan ustadz selebritas; (2) kontestasi narasi keagamaan antara wacana moderat dan radikal dalam algoritma media sosial; dan (3) negosiasi identitas keagamaan generasi muda Muslim dalam lanskap globalisasi digital. Penelitian ini juga menemukan bahwa moderasi beragama menghadapi tantangan struktural berupa enkklaf algoritmik yang memperkuat polarisasi, sekaligus membuka peluang melalui strategi dakwah multimazhab dan fikih moderasi digital. Artikel ini menawarkan model kerangka integratif transformasi otoritas keislaman sebagai kontribusi teoretis dan memberikan rekomendasi kebijakan bagi penguatan moderasi beragama di ruang digital Indonesia
References
Abdillah, M. R., & Putri, R. (2026). Transformasi Dakwah melalui Pendekatan Sosiologi dalam Konteks Fragmentasi Sosial Kontemporer. Dirasah: Jurnal Kajian Islam, 1(1), 1–18.
Campbell, H. A. (2013). Digital Religion: Understanding Religious Practice in New Media Worlds. Routledge.
Couldry, N. (2012). Media, Society, World: Social Theory and Digital Media Practice. Polity Press.
Darajat, M., & Sazali, H. (2024). Konvergensi Regulasi dan Praktik Dakwah: Analisis Wacana terhadap Kebijakan Pengawasan Konten Keagamaan di Indonesia. Communication & Social Media Journal, 1(1), 1–15.
Effendi, D. I., Lukman, D., & Rustandi, R. (2022). Dakwah Digital Berbasis Moderasi Beragama. Yayasan Lidzikri.
Fathurrahman, F., & Wildan, M. D. H. (2026). Negosiasi Dakwah Digital: Kontinuitas dan Transformasi di Kalangan Ulama NU di Lombok. Indonesian Journal of Humanities and Social Sciences, 1(1), 1–20.
Firdaus, Y., & Azizurrochman, M. N. (2025). Dakwah Digital: Optimalisasi Media Sosial sebagai Sarana Transformasi Sosial Islam. Menulis: Jurnal Komunikasi Islam, 1(1), 1–18.
Hidayat, F. (2026). Negotiating Social Identity Among Young Indonesian Muslims within the Digital Globalization Landscape. Journal of Media Communication and Social Issues, 1(1), 1–19.
Hidayat, R., & Novita, S. (2026). Moderasi Beragama dan Tantangan Dakwah Islam di Era Digital: Rekonstruksi dalam Multikultural Indonesia. Hikmah: Jurnal Dakwah dan Sosial, 1(1), 1–16.
Kholisari, D. F. (2025). Dakwah Stylish di Era Digital dan Kontestasi Otoritas Keagamaan: Studi Kasus Hanan Attaki dan Ustadz Selebritas Indonesia. El-Hikmah, 1(1), 1–20.
Kurniawan, R., & Suparto, S. (2025). Dakwah Moderasi dan Kebangsaan: Strategi Al-Jam’iyatul Washliyah dalam Menguatkan Wawasan Kebangsaan di Era Disrupsi. Ad-Da’wah, 1(1), 1–17.
Lathyfah, H. (2025). Dinamika Dakwah Lintas Kawasan: Pengaruh Influencer Islam Global terhadap Praktik Keagamaan di Indonesia. Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, 1(1), 1–15.
Lim, M. (2017). Freedom to Hate: Social Media, Algorithmic Enclaves, and the Rise of Tribal Nationalism in Indonesia. Critical Asian Studies, 49(3), 411–427. https://doi.org/10.1080/14672715.2017.1341188
Nisa, E. F. (2018). Creative and Lucrative Da’wa: The Visual Culture of Instagram amongst Female Muslim Youth in Indonesia. Asiascape: Digital Asia, 5(1–2), 68–99. https://doi.org/10.1163/22142312-12340085
Nurlatifah, S., & Prihantoro, W. K. (2026). Fikih Moderasi dalam Ruang Publik Digital: Etika Media Sosial dan Dakwah Virtual. Journal of Islamic Ethics and Education, 1(1), 1–18.
Prayitno, D. (2025). Bentuk-Bentuk Deotorisasi Hadis di Internet: Analisis Kontemporer terhadap Distorsi Otoritas Keilmuan dalam Ruang Digital. Al-Furqan, 1(1), 1–22.
Rachman, A., & Saumantri, T. (2025). Transformation of Religious Authority in the Digital Era: A Post-Normal Times Analysis by Ziauddin Sardar on the Phenomenon of Social Media Da’wah. Jurnal Ilmu Dakwah, 1(1), 1–20.
Ramadhani, V. O. (2025). Transformasi Otoritas Keagamaan pada Era Digital: Studi tentang Persepsi Masyarakat terhadap Ulama dan Pesantren di Media Sosial. JADE Journal, 1(1), 1–16.
Sari, N. A. (2025). Studi Islam dalam Konteks Pembelajaran di Era Digital: Tantangan Diskursus Keagamaan Kontemporer. Chalim Journal of Teaching and Learning, 1(1), 1–14.
Shodiqin, A., Khosim, A., & Iryana, W. (2025). Kesalehan Digital dan Moderasi Keagamaan: Negosiasi Otoritas Islam di Era Media Sosial. Journal of Society and Development, 1(1), 1–18.
Slama, M. (2018). Practising Islam through Social Media in Indonesia. Indonesia and the Malay World, 46(134), 1–4. https://doi.org/10.1080/13639811.2018.1416798
Ulfa, M. (2024). Transformasi Komunikasi Dakwah dan Pengaruhnya terhadap Praktik Keagamaan Masyarakat Muslim di Indonesia. Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies, 1(1), 1–18.
Ulya, K. L. H., Al-Karim, M. F. A., & Kurniawan, B. (2025). Dakwah Digital Multimazhab: Analisis Strategi Komunikasi Islam Moderat di Era Post-Truth. Menulis: Jurnal Komunikasi Islam, 1(1), 1–20.
Yusuf, A. F., & Musyafa, N. (2026). Kontestasi Ideologi Islam di Ruang Digital. Deepublish.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Sudirman Anwar, Muhammad Faisal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










This work is licensed under a