Narasi Moderasi Beragama di Media Sosial

Analisis Wacana terhadap Kontestasi Otoritas Keislaman Generasi Muda

Authors

  • Susilawati Universitas Darul ‘Ulum Lamongan
  • Muhammad Faisal STAIN Sultan Abdurrahman Kepri

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.8521

Keywords:

Moderasi Beragama, Media Sosial, Otoritas Keislaman, Generasi Muda, Analisis Wacana Kritis

Abstract

Artikel ini menganalisis narasi moderasi beragama di media sosial dan kontestasi otoritas keislaman generasi muda di Indonesia dalam lanskap digital kontemporer. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis model Norman Fairclough dan kerangka ideologi Teun van Dijk, penelitian ini mengkaji bagaimana narasi moderasi beragama dikonstruksi, dinegosiasikan, dan dikontestasikan oleh generasi muda Muslim melalui platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Twitter/X. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka, memanfaatkan sumber data primer berupa artikel jurnal ilmiah, buku akademik, dan hasil penelitian terdahulu yang diterbitkan dalam rentang tahun 2017 hingga 2026. Hasil analisis menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, konstruksi narasi moderasi beragama di media sosial berlangsung melalui mekanisme yang kompleks dan platform-specific, mulai dari framing yang menghubungkan nilai keislaman dengan prinsip kebangsaan, dakwah kreatif berbasis visual di Instagram, hingga konten pendek yang mengombinasikan pesan keagamaan dengan hiburan di TikTok. Kedua, terjadi transformasi fundamental dalam mekanisme legitimasi otoritas keislaman, di mana otoritas tradisional yang berbasis tradisi keilmuan menghadapi tantangan dari aktor-aktor digital yang memperoleh otoritas melalui popularitas dan penguasaan algoritma platform. Ketiga, algoritma media sosial memainkan peran ambivalen: di satu sisi memungkinkan narasi moderasi menjangkau audiens luas, di sisi lain menciptakan enklave algoritmik yang memperkuat polarisasi wacana keagamaan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa moderasi beragama di ruang digital memerlukan literasi media kritis, penguatan kolaborasi antara otoritas keagamaan tradisional dan aktor digital generasi muda, serta pengembangan strategi promosi moderasi yang berbasis pemahaman mendalam tentang logika platform dan mekanisme algoritmik

References

Aminuddin, A. (2024). Interpreting moderate Islam in Indonesian digital media: A critical discourse analysis of Islami.co and IBTimes.id. Journal of Education and Religious Studies. https://journal.academiapublication.com/index.php/jers/article/view/209

Ayuni, Q. (2022). Keagamaan online di media sosial: Mediatisasi dakwah humanis di Instagram @husein_hadar [Tesis]. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Beta, A. R. (2019). Hijabers: How young urban Muslim women redefine themselves in Indonesia. International Communication Gazette, 81(6–8), 1–17.

Campbell, H. A. (2013). Digital religion: Understanding religious practice in new media worlds. Routledge.

Couldry, N. (2012). Media, society, world: Social theory and digital media practice. Polity Press.

Fairclough, N. (1995). Media discourse. Edward Arnold.

Fairclough, N. (2013). Critical discourse analysis: The critical study of language (2nd ed.). Routledge.

Fata, A. K., & Khamdan, M. (2024). Salafisme di Indonesia: Identitas dan kontestasi ideologi di Indonesia. Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam. https://www.academia.edu/download/119750559

Hasan, N. (2012). Islamic populism in Indonesia and the Middle East. Cambridge University Press.

Hidayat, F. (2026). Negotiating social identity among young Indonesian Muslims within the digital globalization landscape. Journal of Media Communication and Social Issues. https://ejournal.smartpedia.co.id/index.php/smedia/article/view/4

Jufri, J., Hudi, S., & Ilyas, M. (2025). Beyond the text: A discourse analysis of religious issues written by Aksin Wijaya on Pesantren.id. FAJAR Jurnal Pendidikan Islam. https://ejurnal.uij.ac.id/index.php/FAJ/article/view/4045

Kafid, N. (2023). Moderasi beragama: Reproduksi kultur keberagamaan moderat di kalangan generasi muda Muslim. Buku Litera.

Lim, M. (2017). Freedom to hate: Social media, algorithmic enclaves, and the rise of tribal nationalism in Indonesia. Critical Asian Studies, 49(3), 411–427. https://doi.org/10.1080/14672715.2017.1341188

Mujadid, S. A. (2026). Fenomena “Ustadz Instan” di TikTok: Analisis kredibilitas dan dampaknya terhadap literasi keagamaan generasi muda. Qaulan Baligha. https://e-journal.lp2m.uinjambi.ac.id/ojp/index.php/QB/article/view/5943

Mukhsin, M., Alfani, I. H. D., & Fauzi, R. (2024). The role of Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah youth in promoting Islamic moderation in Indonesia. An-Nida’. https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/Anida/article/view/32457

Nafis, A. A. F., & AR, N. W. (2025). Islam di ruang maya: Media cyber membentuk persepsi dan praktik keagamaan yang moderat. SHOUTIKA. https://jurnal.stainmajene.ac.id/index.php/shoutika/article/view/1673

Nisa, E. F. (2018). Creative and lucrative da’wa: The visual culture of Instagram amongst female Muslim youth in Indonesia. Asiascape: Digital Asia, 5(1–2), 68–99. https://doi.org/10.1163/22142312-12340085

Nurislamiah, M., & Firdaus, M. Y. (2025). Peran influencer Muslim dalam penyebaran nilai-nilai Islam. MISYKAH: Jurnal Pemikiran dan Studi Islam. https://jurnal.uibbc.ac.id/index.php/misykah/article/view/4187

Rachman, A., & Saumantri, T. (2025). Transformation of religious authority in the digital era: A post-normal times analysis by Ziauddin Sardar on the phenomenon of social media da’wah. Jurnal Ilmu Dakwah. https://journal.walisongo.ac.id/index.php/dakwah/article/view/25644

Riady, A. (2025). Fatwa greetings pluralistik: Konteks teologi inklusif dan pluralisme agama di Indonesia kontemporer. Dialektika. https://jurnal.iainambon.ac.id/index.php/DT/article/view/10974

Setiyanto, D. A. (2024). Promoting patriotism and religious moderation: A critical discourse analysis of Sanadmedia.com. Harmoni, 23(1). https://jurnalharmoni.kemenag.go.id/index.php/harmoni/article/view/716

Slama, M. (2018). Practising Islam through social media in Indonesia. Indonesia and the Malay World, 46(134), 1–4. https://doi.org/10.1080/13639811.2018.1416798

Superdi, D. (2025). The role of social media in constructing religious moderation discourse: An analysis of TikTok. Social Impact Journal. http://journal.goresearch.id/index.php/sij/article/view/195

Taufik, E. T. (2025). Hashtag moderasi beragama: A social network analysis. Digital Muslim Review. http://digitalmuslimreview.or.id/index.php/dmr/article/view/56

Thohir, M., & Dimyathi, M. A. (2021). Punchline tweets: How to negotiate educational values of religious moderation against radicalism on Indonesian social media. Prosiding AICIS.

Van Dijk, T. A. (1998). Ideology: A multidisciplinary approach. Sage Publications.

Van Dijk, T. A. (2008). Discourse and power. Palgrave Macmillan.

Zuhri, A. M. (2021). Beragama di ruang digital: Konfigurasi ideologi dan ekspresi keberagamaan masyarakat virtual. UINSA Press. http://repository.uinsa.ac.id/id/eprint/3198

Downloads

Published

2026-06-15

How to Cite

Susilawati, & Muhammad Faisal. (2026). Narasi Moderasi Beragama di Media Sosial : Analisis Wacana terhadap Kontestasi Otoritas Keislaman Generasi Muda. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(4), 617–631. https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.8521

Issue

Section

Articles