Martabak Bangka sebagai Living Heritage dan Potensi Atraksi Wisata Gastronomi
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.8380Keywords:
Martabak Bangka; warisan budaya hidup; wisata gastronomi; akulturasi budaya; keaslian kuliner.Abstract
Martabak Bangka adalah produk kuliner tradisional yang telah berevolusi melalui proses akulturasi budaya antara komunitas Tionghoa dan masyarakat lokal di Pulau Bangka. Meskipun secara luas diakui sebagai makanan khas daerah, studi yang menempatkan Martabak Bangka sebagai warisan hidup dan potensi daya tarik wisata kuliner masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejarah lisan, proses akulturasi, praktik produksi budaya, dan keasliannya, serta untuk mengidentifikasi potensinya sebagai daya tarik wisata kuliner berdasarkan kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus yang berfokus pada usaha Martabak Bangka tradisional di Kota Pangkalpinang yang telah beroperasi sejak tahun 1989. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa Martabak Bangka memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat, tercermin dalam konsistensi resepnya, teknik produksi tradisional, dan transmisi pengetahuan kuliner antar generasi. Proses produksi yang terbuka juga memfasilitasi interaksi sosial dan pengalaman budaya yang dapat diamati langsung oleh pengunjung. Temuan ini menunjukkan bahwa Martabak Bangka merupakan warisan hidup dengan potensi signifikan untuk dikembangkan sebagai objek wisata kuliner berbasis kearifan lokal, sekaligus mendukung pelestarian identitas kuliner daerah.
References
Hermawan, B., & Winoto, S. W. (2022). Akulturasi perkembangan makanan ringan Tiongkok di Kota Surabaya. Prosiding Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2022, 6(1), 1-10.
Koerich, G. H., & Müller, S, G. (2022). Gastronomy knowledge in the socio-cultural context of transformations. International Journal of Gastronomy and Food Science, 29, Article 100581. https:doi.org/10.1016/j.ijgfs.2022.100581
Krisnadi, A. R. (2018). gastronomi makanan Betawi sebagai salah satu identitas budaya daerah. Prosiding National Conference of Creative Industry: Sustainable Tourism Industry for Economic Development, 381-397. https://doi.org/10.30813/ncci.v0i0.1311
Levyda, L., Ratnasari, K., & Giyatmi, G. (2021). Authentic food souvenir to support MSMEs and local wisdow in Bangka Belitung, Indonesia. GeoJournal of Tourism and Geosites, 35(2), 531-536. https://doi.org/10.30892/gtg.35234-681
Putra, A.N. (2021). Literature review of food tourism, culinary tourism and gastronomy tourism. Journal of Innovation Research and Knowledge,1(4), 517-526.
Rianti, A. (2018). Food culture acculturation of martabak cuisine originally from Indoa to Indonesia. Studi Budaya Nusantara, 2(1), 57-65. https://doi.org/10.21776/ub.sbn.2018.002.01.06
Rocillo-Aquino, Z., Cervantes-Escoto, F., Leos-Rodríguez, J. A., & Espinoza-Ortega, A. (2021). What is a traditional food? Conceptual evolution from four dimensions. Journal of Ethnic Foods, 8, Article 38. https://doi.org/10.1186/s42779-021-00113-4
Wahyuni, S. (2023). Antropologi kuliner Nusantara: Akulturasi dan identitas. Pustaka Budaya.
Worrachananun, M. W. (2024). Sustainable food tourism: Impacts, opportunity, and challenges in the modern era. Asian Administration and Management Review, 7(1), 12-25.
Yıkmış, S., Türkol, M., Abdi, G., İmre, M., Alkan, G., Aslan, S. T., Rabail, R., & Aadil, R. M. (2024). Culinary trends in future gastronomy: A review. Journal of Agriculture and Food Research, 18, Article 101363. https://doi.org/10.1016/j.jafr.2024.101363
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Iga Safa Marwani, Anugrah Gusta Prima, Riska Ramadhani, Zakia Ayu Lestari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










This work is licensed under a