Penyelesaian Sengketa dalam Perspektif Antropologi Hukum

Dialektika Antara Hukum Negara, Adat, dan Praktik Sosial

Authors

  • Muhammad Sya’ban Siregar STAIN Mandailing Natal
  • Nurhayati STAIN Mandailing Natal
  • Azhari Akmal Tarigan STAIN Mandailing Natal
  • Mhd Nur Husein Daulay STAIN Mandailing Natal

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.8064

Keywords:

Sengketa, Antropologi, Hukum, Dialektika, Adat, Praktik, Sosial

Abstract

Pluralisme hukum di Indonesia menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa tidak hanya dilakukan melalui hukum negara, tetapi juga melalui hukum adat dan praktik sosial yang hidup dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyelesaian sengketa dalam perspektif antropologi hukum dengan menelaah dialektika antara hukum negara, hukum adat, dan praktik sosial dalam masyarakat Indonesia. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan antropologi hukum, pendekatan konseptual, dan pendekatan perundang-undangan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan yang bersumber dari peraturan perundang-undangan, buku, jurnal ilmiah, dan berbagai literatur yang relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa dalam perspektif antropologi hukum tidak hanya dipahami sebagai penerapan norma hukum formal, melainkan juga sebagai proses sosial dan budaya yang dipengaruhi oleh nilai, norma, relasi sosial, dan struktur budaya masyarakat. Dialektika antara hukum negara dan hukum adat mencerminkan karakter pluralistik sistem hukum Indonesia, di mana kedua sistem hukum tersebut saling berinteraksi dalam membentuk mekanisme penyelesaian sengketa yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Mekanisme adat sering dipilih karena dinilai lebih mampu menghadirkan keadilan substantif, menjaga harmoni sosial, serta mempertahankan nilai-nilai lokal yang hidup dalam komunitas. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya harmonisasi antara hukum negara dan hukum adat guna mewujudkan sistem penyelesaian sengketa yang lebih adil, humanis, dan berorientasi pada keadilan substantif

References

Aasoglenang, T. A. (2023). Legal pluralism and indigenous conflict adjudicatory mechanisms: the theory and practice in North-Western Ghana. SN Social Sciences, 3. https://doi.org/10.1007/s43545-023-00764-x

Anjani, D. R., Hasibuan, I., Nahfani, A., & Subroto, A. (2026). CUSTOMARY LAND CONFLICTS BETWEEN DAYAK INDIGENOUS LAW AND STATE LAW IN INDONESIA. Awang Long Law Review. https://doi.org/10.56301/awl.v8i2.2045

Baikakedi, T. L. (2023). The Evolution of Customary Law Arbitration: A Botswana Practice. Beijing Law Review. https://doi.org/10.4236/blr.2023.142035

Haning, S. (2025). The Role of Customary Law in Resolving Land Disputes in Indonesia’s Indigenous Communities. International Journal of Social and Human. https://doi.org/10.59613/m15tkg12

Holden, L. (2019). Cultural Expertise and Law: An Historical Overview. Law and History Review, 38, 29–46. https://doi.org/10.1017/s073824801900049x

Jahan, K., Kaur, D. H., Kumar, D., Ghosh, S., Upadhyay, R. K., & Aditya, A. (2025). Law, Culture, And Social Norms: Understanding Customary Practices in Conflict with Constitutional RightS. Journal of Information Systems Engineering and Management. https://doi.org/10.52783/jisem.v10i3.8663

Kamaruddin, K., Iswandi, I., Yaqub, A., Mahfiana, L., & Akbar, M. (2023). Justice, Mediation, and Kalosara Custom of the Tolaki Community in Southeast Sulawesi from the Perspective of Islamic Law. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam. https://doi.org/10.22373/sjhk.v7i2.13183

López, J. R., Gomez, J. R. P., & Orellana, F. R. (2025). Legal Pluralism and customary law in Andean communities: The case of the Casaorcco community, Ayacucho, 2020. Edelweiss Applied Science and Technology. https://doi.org/10.55214/25768484.v9i3.5278

Lubis, A. F. (2025). LEGAL PLURALISM AND SOCIAL IDENTITY: AN ANALYSIS OF STATE AND RELIGIOUS LAW INTERACTION IN LOCAL DISPUTE RESOLUTION IN INDONESIA AND PAKISTAN. Lex Localis - Journal of Local Self-Government. https://doi.org/10.52152/bt4pv061

Meiyani, E., & Mochammad, F. (2026). Negotiating Customary Values: A Legal Anthropological Study of Social Conflict Resolution in Local Communities Amid Modernization. Golden Ratio of Mapping Idea and Literature Format. https://doi.org/10.52970/grmilf.v6i2.1764

Myaskur, M., & Wahyudiono, T. (2024). Aspek Hukum Penyelesaian Sengketa Tanah Adat. Islamic Law: Jurnal Siyasah. https://doi.org/10.53429/iljs.v9i2.600

Najib, A. A., Hardiyanti, M., & Prabawani, R. D. (2025). LIVING LAW VERSUS STATE LAW: INTEGRATING CUSTOMARY JUSTICE WITHIN VILLAGE AUTONOMY. Veredas Do Direito Direito Ambiental e Desenvolvimento Sustentável. https://doi.org/10.18623/rvd.v22.n2.3167

Ramadhani, Q. A. R., Kamilah, A., Mulyana, A., & Yulianah, Y. (2025). Harmonisasi Hukum Negara dan Norma Adat: Analisis Sosiologis atas Penyelesaian Sengketa Tanah Adat di Indonesia. Journal of Contemporary Law Studies. https://doi.org/10.47134/lawstudies.v2i3.3363

Ramli, M., Rijal, S., Surya, R., & Malika, I. (2024). State, Custom, and Islamic Law in Aceh: Minor Dispute Resolution in the Perspective of Legal Pluralism. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam. https://doi.org/10.22373/sjhk.v8i2.15924

Sukriono, D., Sudirman, S., Rapita, D. D., Atok, A., & Bramantya, A. (2025). Local wisdom as legal dispute settlement: how Indonesia’s communities acknowledge Alternative Dispute Resolution? Legality : Jurnal Ilmiah Hukum. https://doi.org/10.22219/ljih.v33i1.39958

Tuhuteru, L. (2025). Revitalization of Customary Law as an Instrument for Resolving Social Conflict in Multicultural Societies. Journal of Adat Recht. https://doi.org/10.62872/hc4rmn52

Turmudzi, K. (2025). Penerapan Konsep Pluralisme Hukum Sally Falk Moore dalam Penyelesaian Konflik di Tingkat Pemerintahan Daerah. Jurnal Hukum Caraka Justitia. https://doi.org/10.30588/jhcj.v5i1.2066

Watofa, Y., Amir, M., Huda, M., & Pitriani, P. (2025). Integration of Customary Law and State Law in Resolving Natural Resource Conflicts in Indigenous Areas. Journal of the American Institute. https://doi.org/10.71364/178dhm07

Wutwensa, B. M., & Lembang, N. (2026). Cultural-Based Dispute Resolution in the Kankain Karkara Mananwir System of the Byak Community in Papua. JUSTISI. https://doi.org/10.33506/js.v12i2.5258

Downloads

Published

2026-06-13

How to Cite

Muhammad Sya’ban Siregar, Nurhayati, Azhari Akmal Tarigan, & Mhd Nur Husein Daulay. (2026). Penyelesaian Sengketa dalam Perspektif Antropologi Hukum: Dialektika Antara Hukum Negara, Adat, dan Praktik Sosial. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(4), 382–394. https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.8064

Issue

Section

Articles