Analisis Dualisme Sistem Pemilihan Kepala Daerah di Provinsi DIY dengan Prinsip Demokrasi dalam Pemilihan oleh Rakyat

Authors

  • Devi Anugrahi Rahmawati Universitas Tidar
  • Isnaini Universitas Tidar
  • Nawira Rizka Ramadhani Universitas Tidar
  • Anisa Finda Solihah Universitas Tidar
  • Heni Puji Lestari Universitas Tidar
  • Kuswan Hadji Universitas Tidar

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.6988

Keywords:

Dualisme Pilkada, Daerah Istimewa Yogyakarta, Demokrasi, Persamaan Kedudukan, Desentralisasi Asimetris.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya dua sistem dalam pemilihan kepala daerah di Indonesia. Fokusnya adalah membandingkan cara penetapan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan sistem pemilihan langsung yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Hal ini berkaitan dengan prinsip demokrasi dan kesetaraan hak warga negara. Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif dengan cara deskriptif, serta menggunakan pendekatan hukum dan konsep. Penelitian menunjukkan bahwa cara pengisian jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY dilakukan melalui penetapan otomatis yang berdasarkan garis keturunan dari Kasultanan dan Kadipaten. Secara resmi, cara ini tidak bertentangan dengan demokrasi Pancasila. Ini karena konstitusi Indonesia mengakui adanya desentralisasi yang tidak sama dan juga ada pemerintahan yang memiliki sifat khusus atau istimewa. Namun, dari sudut pandang demokrasi liberal-prosedural dan prinsip persamaan kedudukan di muka hukum—juga dikenal sebagai persamaan di hadapan hukum—sistem ini menimbulkan dilema normatif karena menutup ruang bagi partisipasi politik warga negara umum. Melemahnya tekanan politik dari bawah ke atas dan pengurangan hak pilih langsung warga di tingkat provinsi adalah hasil dari sistem penetapan ini. Tetapi sistem ini memiliki legitimasi tradisional-kultural yang kuat dan berfungsi sebagai alat konstitusional untuk melestarikan warisan budaya, tata ruang, dan kearifan lokal Yogyakarta. Menurut penelitian ini, penghargaan terhadap keistimewaan daerah harus diimbangi dengan meningkatkan mekanisme akuntabilitas publik dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).

References

Basuki Kurniawan and Jati Nugroho, Trends and Challenges of Asymmetrical Regional Head Election System in Indonesia, 2, no. 1 (2024).

Diana Yusyanti, “DINAMIKA HUKUM PEMILIHAN KEPALA DAERAH MENUJU PROSES DEMOKRASI DALAM OTONOMI DAERAH,” Jurnal Rechts Vinding: Media Pembinaan Hukum Nasional 4, no. 1 (2022): 85.

https://opac.uad.ac.id/index.php/koleksi/Penelitian/detail/2bc3fa9ee7c2dde20a56cf9bced19d03abb631a79f4423c36658c422f9a0ae377973036a168716163275233e8d8e7ca38963217092f565b3b4cd5eb17c6be19cTheq1Vj09XG0Y6Zthq7S0g

https://www.kompas.id/artikel/en-tanggapi-ade-armando-soal-politik-dinasti-sultan-hb-x-keistimewaan-diy-diakui-uu

Jurnal Dinamika Hukum Fakultas Hukum Unsoed. (n.d.). Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam perspektif hukum. Jurnal Dinamika Hukum. Diakses dari https://dinamikahukum.fh.unsoed.ac.id/index.php/jdh/article/view/190

Jurnal Konstitusi MKRI. (n.d.). Legitimasi kekuasaan kepala daerah dalam perspektif demokrasi. Jurnal Konstitusi. Diakses dari https://jurnalkonstitusi.mkri.id/index.php/jk/article/view/868

Jurnal Respublica Universitas Lancang Kuning. (n.d.). Pemilihan kepala daerah secara demokratis dalam konstitusi Indonesia. Respublica. Diakses dari https://journal.unilak.ac.id/index.php/respublica/article/view/1444

Kompas.com. (2024, Juni 21). Kenapa Tidak Ada Pemilihan Gubernur di DIY? Simak Penjelasannya. Diakses dari https://yogyakarta.kompas.com/read/2024/06/21/163048978/kenapa-tidak-ada-pemilihan-gubernur-di-diy-simak-penjelasannya https://puspanlakuu.dpr.go.id/siterang/detail-perkara/id/960 https://www.neliti.com/uk/publications/112548/status-keistimewaan-daerah-istimewa-yogyakarta-dalam-bingkai-demokrasi-berdasark

Kusuma, R. D., Fauzi, A., Saepudin, S., & Randisa, A. R. (2023). Problems and Challenges of Asymmetrical Democracy in Indonesia. Kybernology: Journal of Government Studies, 3(1). Diakses dari https://journal.unismuh.ac.id/index.php/kybernology/article/view/12059/

Mustofa, F. (2013). Mekanisme Pemilihan Kepala Daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta Perspektif Demokrasi (Skripsi). Universitas Negeri Semarang. Diakses dari https://lib.unnes.ac.id/18447/

Pemda DIY. (2026, Januari 7). DPRD DIY Tekankan Kajian Konstitusional dalam Mekanisme Pilkada. Diakses dari https://jogjaprov.go.id/berita/detail-berita/dprd-diy-tekankan-kajian-konstitusional-dalam-mekanisme-pilkada

Rahmat Robuan, “Kajian Sosio-Yuridis Keistimewaan Yogyakarta Ditinjau Dari Status Daerah Khusus dan Isitimewa Dalam Teori Negara Kesatuan di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” Jurnal Fakta Hukum (JFH) 1, no. 1 (2022): 86–100.

Downloads

Published

2026-06-13

How to Cite

Rahmawati, D. A., Isnaini, Nawira Rizka Ramadhani, Anisa Finda Solihah, Heni Puji Lestari, & Kuswan Hadji. (2026). Analisis Dualisme Sistem Pemilihan Kepala Daerah di Provinsi DIY dengan Prinsip Demokrasi dalam Pemilihan oleh Rakyat . Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(4), 231–238. https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.6988

Issue

Section

Articles