Analisis Komparatif Faktor-Faktor Penghambat Pencapaian Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Studi Perbandingan Era Jokowi Periode I (Q2 2014–2019) Dan Era Prabowo (Q2 2024–2026)
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.6686Keywords:
Comparative Analysis, Structural Barriers, Inflation, Economic Growth, Growth Target, Analisis Komparatif, Hambatan Struktural, Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi, Target PertumbuhanAbstract
ABSTRACT
This study analyzes the structural and policy barriers that hinder Indonesia from achieving its economic growth targets under two different administrations, namely Joko Widodo’s first presidential period with a 7 percent growth target and Prabowo Subianto’s administration with an 8 percent growth target. The research employs a qualitative-comparative descriptive approach using secondary data from Statistics Indonesia (BPS), Bank Indonesia, IMF, World Bank, and relevant empirical studies. Quarterly economic growth, inflation, and GDP expenditure component data consisting of household consumption, investment, government expenditure, exports, and imports (CIGNX) for the periods Q2 2014–2019 and 2014–2024 were used as supporting indicators to evaluate Indonesia’s macroeconomic conditions. The findings show that Indonesia’s economic growth remained relatively stable around 5 percent and consistently failed to achieve the ambitious targets set by both administrations. Several structural barriers were identified, including weak household consumption, underperforming productive investment, low industrial productivity, dependence on commodity exports, and global economic uncertainty. Inflation fluctuations also indicate that macroeconomic stability remains a challenge in sustaining economic growth. This study concludes that the gap between growth targets and actual realization reflects a systemic issue that transcends governmental transitions.
ABSTRAK
Penelitian ini menganalisis hambatan struktural dan kebijakan yang menyebabkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sulit dicapai pada dua rezim pemerintahan yang berbeda, yaitu era Joko Widodo periode pertama dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen dan era Prabowo Subianto dengan target sebesar 8 persen. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-komparatif kualitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, IMF, Bank Dunia, serta berbagai kajian empiris. Data pertumbuhan ekonomi, inflasi, serta komponen PDB berdasarkan pendekatan pengeluaran yang terdiri atas konsumsi rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah, ekspor, dan impor (CIGNX) periode Q2 2014–2019 dan 2014–2024 digunakan sebagai indikator pendukung untuk mengevaluasi kondisi makroekonomi Indonesia.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia selama periode penelitian cenderung berada pada kisaran 5 persen dan belum menunjukkan tren signifikan menuju target pertumbuhan ekonomi tinggi. Hambatan utama yang ditemukan meliputi melemahnya konsumsi rumah tangga, rendahnya investasi produktif, lemahnya produktivitas industri, ketergantungan terhadap komoditas, dan tekanan ekonomi global. Selain itu, fluktuasi inflasi menunjukkan bahwa stabilitas makroekonomi masih menjadi tantangan penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesenjangan antara target pertumbuhan ekonomi dan realisasi aktual merupakan persoalan struktural yang bersifat persisten lintas pemerintahan.
References
Aini, N., & Rahmawati, D. (2024). Pengaruh inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 2010–2023. Jurnal Musytari Neraca Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi, 3(7), 112-121.
Badan Pusat Statistik. (2025). Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II-2025. Jakarta: BPS RI.
Bank Indonesia. (2025). Laporan perekonomian Indonesia tahun 2025. Jakarta: Bank Indonesia.
International Monetary Fund. (2025). World Economic Outlook 2025: Global uncertainty and economic resilience. Washington DC: IMF.
Kementerian PPN/Bappenas. (2025). Perkembangan ekonomi Indonesia dan dunia triwulan II tahun 2025. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.
Mankiw, N. G. (2019). Macroeconomics. New York: Worth Publishers.
Nuraini, E., & Putra, F. (2024). Stabilitas makroekonomi dan tantangan pertumbuhan ekonomi Indonesia pascapandemi. Jurnal Ekonomi Pembangunan Indonesia, 25(1), 45-48.
Rahmayanti, N. P., Dariah, D., & Edward, M. (2025). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluaran pemerintah. Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 13(2), 183-197. doi:https://doi.org/10.21067/jrma.v13i2.12725
Tempo. (2026). Tempo.co. Retrieved from Prabowo targetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen, Bappenas sebut kebutuhan investasi Rp49.418 triliun: https://www.tempo.co/ekonomi/prabowo-targetkan-pertumbuhan-ekonomi-8-persen-bappenas-sebut-kebutuhan-investasi-rp-49-418-triliun-1171460
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic development. Boston: Pearson Education.
Wijaya, A., & Kurniawan, D. (2023). Hambatan struktural pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam perspektif industrialisasi dan investasi. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 14(2), 133-147.
World Bank. (2025). Indonesia economic prospects 2025. Washington DC: The World Bank.
Yusuf, M., Isnowati, S., & Fauzan, M. (2023). Pertumbuhan ekonomi ditinjau dari penggunaan investasi, tenaga kerja dan belanja pemerintah. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, 12(11), 2288-2297.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Annajwa Zahra, Ilham Ersa Valentinata, Najwa Adelia, Bryan Peniel Simanungkalit, Fadli Maulana, Ahmad Setiawan Nuraya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










This work is licensed under a