Pengimplementasian Konsep Kepasundanan

Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh dalam Konstruksi Akuntabilitas pada NTT DATA, Inc

Authors

  • Gentry Binar Saputra Universitas Pasundan, Indonesia
  • Samuel Zega Universitas Pasundan, Indonesia
  • Nayla Azzahra Putri Universitas Pasundan, Indonesia
  • Berliana Novitasari Universitas Pasundan, Indonesia
  • Kayra Nabilla Irasha Universitas Pasundan, Indonesia
  • Kania Rahmadani Universitas Pasundan, Indonesia
  • Rizky Saepul Universitas Pasundan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.6642

Keywords:

Akuntabilitas Organisasi, Kepasundanan, Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, Akuntansi Modern.

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan praktik akuntabilitas dalam akuntansi modern yang sering dipahami secara terbatas sebagai kewajiban administratif yang berfokus pada pelaporan keuangan, kepatuhan terhadap standar formal, serta mekanisme pengendalian organisasi. Pendekatan yang cenderung teknis dan mekanistik tersebut menyebabkan dimensi etika, nilai kemanusiaan, serta kearifan lokal dalam praktik pertanggungjawaban organisasi seringkali terabaikan. Kondisi ini menjadi semakin relevan dalam konteks perusahaan teknologi multinasional seperti NTT Data, Inc., yang mengandalkan sistem teknologi, tata kelola global, serta prosedur formal untuk membangun transparansi dan akuntabilitas kepada para pemangku kepentingan. Meskipun sistem tersebut efektif dalam mendukung efisiensi dan kepatuhan, ketergantungan yang berlebihan pada mekanisme formal berpotensi menciptakan kesenjangan antara akuntabilitas yang bersifat transaksional dengan kebutuhan akan hubungan kerja yang lebih harmonis, beretika, dan berkelanjutan. Tanpa landasan nilai yang kuat, akuntabilitas berisiko hanya menjadi instrumen kontrol birokratis yang minim empati dan tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengkonstruksi pemahaman akuntabilitas organisasi melalui perspektif kearifan lokal Sunda, yaitu filosofi kepasundanan silih asah, silih asih, dan silih asuh. Silih asah dimaknai sebagai proses saling berbagi dan mengembangkan pengetahuan, silih asih merepresentasikan sikap saling menghargai serta kepedulian antarindividu, sedangkan silih asuh mencerminkan tanggung jawab untuk saling membimbing, menjaga, dan menumbuhkan keberlanjutan hubungan kerja dalam organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis interpretatif untuk memahami bagaimana nilai-nilai tersebut dapat memperkaya konstruksi akuntabilitas organisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai silih asah, silih asih, dan silih asuh mampu memperluas makna akuntabilitas tidak hanya sebagai proses pelaporan dan pengendalian, tetapi juga sebagai praktik sosial yang menekankan kerja sama, kepedulian, pembinaan, serta tanggung jawab moral perusahaan terhadap para pemangku kepentingan sehingga menghadirkan model akuntabilitas yang lebih humanistik, etis, dan holistik dalam praktik organisasi modern

References

Ardiansyah, dkk. (2024). Akuntansi dalam perspektif budaya dan karakteristik masyarakat.

Bovens, M. A. (2007). Analysing and Assessing Accountability: A Conceptual Framework. Retrieved from https://dspace.library.uu.nl/server/api/core/bitstreams/62d0c566-e33f-4693-8f73-146abfd542eb/content

Davis, J. H., Schoorman, F. D., & Donaldson, L. (1997). Toward a Stewardship Theory of Management. Academy of Management Review, 22(1), 20–47.

Fauzia, N., Maslihah, S., & Wyandini, D. Z. (2020). Trisilas Local Wisdom Scale (Silih Asih, Silih Asuh, Silih Asah). Departemen Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia.

Freeman, R. E. (2016). A Stakeholder Theory of the Modern Corporation. In The Corporation and Its Stakeholders (pp. 125–138). https://doi.org/10.3138/9781442673496-009

Gray, R. (2002). The Social Accounting Project and Accounting, Organizations and Society: Privileging Engagement, Imaginings, New Accountings and Pragmatism over Critique? Accounting, Organizations and Society. Retrieved from https://research-portal.st-andrews.ac.uk/en/publications/the-social-accounting-project-and-accounting-organizations-and-so/

Gunawijaya. (2017). Kajian mengenai kebutuhan manusia dalam perspektif perkembangan IPTEK.

Haqi, F., & Khomsiyah. (2024). Tata Kelola Perusahaan dalam Falsafah Sunda (pp. 61–71). Universitas Trisakti & Universitas Pakuan.

Hidayat, D., & Hafiar, H. (2019). Nilai-nilai budaya soméah pada perilaku komunikasi masyarakat Suku Sunda. Jurnal Kajian Komunikasi, 7(1), 84. https://doi.org/10.24198/jkk.v7i1.19595

Kosasih, D. (2017). Penguatan budaya lokal sebagai peneguh multikulturalisme melalui toleransi budaya. In TriTangtu dan Tri-Silas sebagai Landasan Pengembangan Pendidikan Kedamaian (Vol. 1).

Maulana. (2025). Eksplorasi Nilai-Nilai Budaya dalam Praktik Akuntansi: Perspektif Etnografi. Yogyakarta: Maulana.

Marwah. (2020). Akuntansi sebagai konstruksi sosial yang dipengaruhi nilai dan norma masyarakat.

Muthari. (2020). Integrasi pengetahuan lokal dan praktik budaya dalam praktik akuntansi berkelanjutan.

Nuryanto. (2023). Budaya Sunda sebagai landasan pembentukan perilaku akuntabel dalam kehidupan sosial.

Pratama, B. B. (2022). Akuntabilitas organisasi nirlaba: Analisis dalam metafora empat sifat rasul. Kompartemen: Jurnal Ilmiah Akuntansi, 20(1), 143. https://doi.org/10.30595/kompartemen.v20i1.12399

Purwanti, L., & T. I. (2024). Formal-Cultural Accountability: A New Paradigm of Public Accountability. Retrieved from https://doi.org/10.1080/23311886.2023.2297756

Rahmawati, P. D. (2024). Konsep Omotenashi dalam Dunia Kerja Jepang Fokus pada Industri Ryokan. Universitas Negeri Surabaya.

Rismayanti, dkk. (2024). Perkembangan tuntutan pasar dalam era pertumbuhan ekonomi dan teknologi.

Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Intrinsic and extrinsic motivations: Classic definitions and new directions. Contemporary Educational Psychology, 25(1), 54–67. https://doi.org/10.1006/ceps.1999.1020

Utami, S. S. (2010). Pengaruh teknologi informasi dalam perkembangan bisnis. Jurnal Akuntansi dan Sistem Teknologi Informasi, 8(1), 61–67.

Downloads

Published

2026-06-13

How to Cite

Gentry Binar Saputra, Samuel Zega, Nayla Azzahra Putri, Berliana Novitasari, Kayra Nabilla Irasha, Kania Rahmadani, & Rizky Saepul. (2026). Pengimplementasian Konsep Kepasundanan: Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh dalam Konstruksi Akuntabilitas pada NTT DATA, Inc. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(4), 356–367. https://doi.org/10.61104/alz.v4i4.6642

Issue

Section

Articles