Analisis Yuridis Genosida Rwanda 1994: Implikasi Terhadap Perkembangan Hukum Pidana Internasional Dan Relevansinya Bagi Perlindungan Hak Asasi Manusia
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.6365Keywords:
Genosida, Rwanda, ICTR, Hukum Pidana Internasional, Hak Asasi Manusia.Abstract
Genosida Rwanda 1994 merupakan salah satu kejahatan paling tragis dan masif dalam sejarah hukum internasional modern, di mana sekitar 800.000 orang Tutsi dan Hutu moderat dibunuh secara sistematis hanya dalam 100 hari. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis yuridis terhadap Genosida Rwanda 1994 dari perspektif hukum pidana internasional, khususnya berfokus pada peran International Criminal Tribunal for Rwanda (ICTR) dalam mengembangkan definisi hukum genosida sebagaimana diatur dalam Konvensi Genosida 1948. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif melalui pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, dengan mengkaji bahan hukum primer berupa konvensi internasional, statuta ICTR, putusan dan vonis ICTR, serta bahan hukum sekunder berupa literatur hukum dan jurnal terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, ICTR memberikan kontribusi monumental dalam memperjelas unsur dolus specialis atau niat khusus untuk menghancurkan suatu kelompok, yang menjadi landasan hukum genosida internasional; kedua, Kasus Akayesu (ICTR-96-4-T) menjadi putusan landmark yang untuk pertama kalinya mendefinisikan pemerkosaan sebagai alat genosida; ketiga, yurisprudensi ICTR telah memperkuat prinsip pertanggungjawaban pidana individu (individual criminal responsibility) bagi pejabat negara dan militer. Artikel ini menyimpulkan bahwa warisan hukum ICTR sangat relevan bagi pengembangan perlindungan hak asasi manusia, termasuk sebagai referensi bagi penegakan hukum pelanggaran HAM berat di Indonesia.
References
Amnesty International. (2018). Indonesia: Time to Confront the Past and Ensure Justice for Gross Human Rights Violations. Amnesty International Ltd.
Buss, D. E. (2014). Performing Legal Order: Some Feminist Thoughts on International Criminal Law. International Criminal Law Review, 14(4), 604–623. https://doi.org/10.1163/15718123-01404002
Cassese, A. (2013). Cassese's International Criminal Law (3rd ed.). Oxford University Press.
Cryer, R., Robinson, D., & Vasiliev, S. (2019). An Introduction to International Criminal Law and Procedure (4th ed.). Cambridge University Press.
Des Forges, A. (1999). Leave None to Tell the Story: Genocide in Rwanda. Human Rights Watch.
Drumbl, M. A. (2007). Atrocity, Punishment, and International Law. Cambridge University Press.
International Criminal Tribunal for Rwanda (ICTR). (1998). Prosecutor v. Jean-Paul Akayesu, Judgement, Case No. ICTR-96-4-T. United Nations.
International Criminal Tribunal for Rwanda (ICTR). (1998). Prosecutor v. Jean Kambanda, Judgement and Sentence, Case No. ICTR 97-23-S. United Nations.
International Criminal Tribunal for Rwanda (ICTR). (2003). Prosecutor v. Ferdinand Nahimana, Jean-Bosco Barayagwiza, and Hassan Ngeze, Judgement, Case No. ICTR-99-52-T. United Nations.
Marzuki, P. M. (2019). Penelitian Hukum (Edisi Revisi). Kencana Prenada Media Group.
Mose, E. (2005). Main Achievements of the ICTR. Journal of International Criminal Justice, 3(4), 920–943. https://doi.org/10.1093/jicj/mqi064
Schabas, W. A. (2009). Genocide in International Law: The Crime of Crimes (2nd ed.). Cambridge University Press.
United Nations. (1948). Convention on the Prevention and Punishment of the Crime of Genocide. United Nations Treaty Series, 78, 277.
United Nations Security Council. (1994). Resolution 955 (1994): Statute of the International Criminal Tribunal for Rwanda. S/RES/955.
United Nations. (2015). Completion of the Work of the International Criminal Tribunal for Rwanda. United Nations General Assembly Resolution A/RES/70/3.
Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 208.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Intan Agristin Nuraini, Dwi Putri Lestarika

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










This work is licensed under a