Evaluasi Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Sebagai Strategi Transformasi Pendidikan Nasional
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.6336Keywords:
Merdeka belajar, evaluasi kebijakan, transformasi pendidikan, pendidikan nasional, tantangan implementasi.Abstract
Program Merdeka Belajar muncul sebagai inisiatif utama untuk mereformasi sistem pendidikan Indonesia, menggeser pendekatan konvensional kea rah pembelajaran yang lebih otonom, berfokus pada peserta didik, dan responsif terhadap dinamika era modern. Studi menganalisis pelaksanaan program tersebut menggunakan metode kualitatif berbasis tinjauan pustaka dan data sekunder dari berbagai institusi pendidikan. Elemen kunci mencakup simplifikasi kurikulum, penghentian Ujian Nasional, kebebasan guru dalam merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), serta sistem zonasi penerimaan murid guna meminimalkan ketidakadilan akses belajar. Temuan analisis menyoroti manfaat nyata, termasuk naiknya semangat belajar siswa lewat tugas berorientasi keterampilan, pembentukan kepribadian menyeluruh, dan pengoptimalan waktu pengajar untuk metode inovatif. Di sisi lain, hambatan yang muncul adalah minimnya sarana digital di wilayah pedesaaan, ketidaksiapan kemampuan guru terhadap strategi pengajaran mutakhir, serta penolakan terhadap peralihan dari penguasaan hafalan ke pemahaman konseptual yang lebih dalam. Ketidakseimbangan antarwilayah juga menjadi penghalang utama bagi kelanjutan program ini, dengan institusi kota lebih lincah beradaptasi dibanding daerah terisolasi. Untuk memaksimalkan reformasi tersebut, studi ini menawarkan pelatihan intensif bagi tenaga pendidikan, pemanfaatan teknologi sebagai pendukung proses belajar, dan pengawasan berbasis data untuk penilaian rutin. Pendekatan diharapkan memperkuat pendidikan SDGs ke-4 serta mendukung Indonesia Emas 2045.
References
Adolph, R. (2016). PISA 2018 Results WHAT STUDENTS KNOW AND CAN DO VOLUME I: Vol. I.
Hartobi, S., Suradi, A., & Saputra, A. (2024). The Implementation of Independent Learning Curriculum (Merdeka Belajar) at the Primary School Level. IJITL, 1(2). https://doi.org/10.64420/ijitl.v1i2.181
Lembong, J. M., Lumapow, H. R., & Rotty, V. N. J. (2023). Implementasi Merdeka Belajar Sebagai Transformasi Kebijakan Pendidikan. Jurnal Educatio, 9(2). https://doi.org/10.31949/educatio.v9i2.4620
Masood, E., Gauthier, B., Afkar, R., & Yarrow, N. (2020). Measuring the Quality of MoRA’s Education Services. Measuring the Quality of MoRA’s Education Services, november. https://doi.org/10.1596/34808
Maulida, N., Purba, H. C., Sarumpaet, J. T. M., Sibarani, C. G. G. T., & Ahsan, J. (n.d.). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar: Tinjauan Pustaka tentang Peran dan Problematika Guru serta Pengaruhnya terhadap Peningkatan Kualitas Peserta Didik. JPTAM, 8(2). https://doi.org/10.31004/jptam.v8i2.14839
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2019). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th Edition). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi revisi, cetakan ke-38). PT Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2021). Menjadi Guru Penggerak Merdeka Belajar. Bumi Aksara.
Nazar, E. R., Nasir, N., Bagea, I., & Abubakar. (2024). Peluang dan Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar: Sebuah Studi Interview di Sekolah Penggerak dan Mandiri Berubah. Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 11(1), 18–31. https://doi.org/10.24246/j.jk.2024.v11.i1.p18-31
Putri, R. S., & Desyandri. (2022). Konsep Implementasi Merdeka Belajar di Sekolah Dasar Menurut Pandangan Filsafat Kontruktivisme. Jurnal Pendidikan, 8(1). https://doi.org/10.23969/jp.v8i1.6939
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Silvi Rahma Dhani Khoirunnisa, Elsa Wahyu Pertiwi, Indah Prabawati, Wilda Sumarsyah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










This work is licensed under a