Fungsi Ruang Terbuka Hijau Jakabaring Bagi Kehidupan Sosial Masyarakat Kota Palembang
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.6188Keywords:
Ruang Terbuka Hijau, Jakabaring, Kota Palembang, Kehidupan sosial, KeberlanjutanAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi ruang terbuka hijau Jakabaring bagi kehidupan sosial masyarakat kota Palembang. Jakabaring sebagai salah satu kawasan ruang terbuka hijau strategis di Kota Palembang memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi pengunjung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jakabaring telah menjadi ruang multifungsi yang dimanfaatkan untuk aktivitas olahraga, rekreasi, berkumpul, dan aktivitas ekonomi kecil. Dari aspek sosial, Jakabaring berfungsi sebagai ruang interaksi sosial, tempat bertemu, dan mempererat hubungan antar warga. Masyarakat merasakan manfaat lingkungan berupa udara yang lebih sejuk, ruang hijau yang nyaman, serta peningkatan kualitas lingkungan sekitar. Namun demikian, terdapat beberapa tantangan terkait keberlanjutan kawasan seperti perawatan fasilitas, perubahan fungsi lahan, dan kebutuhan peningkatan aksesibilitas. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi pengambil kebijakan dalam pengembangan dan pengelolaan ruang terbuka hijau Jakabaring ke depan.
References
Bratman, G. N., Anderson, C. B., Berman, M. G., Cochran, B., De Vries, S., Flanders, J., Gross, J. J., & Daily, G. C. (2015). Nature Experience Reduces Rumination And Subgenual Prefrontal Cortex Activation. Proceedings Of The National Academy Of Sciences, 112(28), 8567-8572.
Chiesura, A. (2004). The Role Of Urban Parks For The Sustainable City. Landscape And Urban Planning, 68(1), 129-138.
Cohen, S. (1985). Environmental Load And The Allocation Of Attention. In A. Baum & J. E. Singer (Eds.), Advances In Environmental Psychology: Volume 5. Energy And Psychological Aspects (Pp. 1-29). Lawrence Erlbaum Associates.
Ibrahim, M. F. (2011). Ruang Publik Sebagai Arena Kehidupan Sosial. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 22(3), 215-230.
Kaplan, S. (1995). The Restorative Benefits Of Nature: Toward An Integrative Framework. Journal Of Environmental Psychology, 15(3), 169-182.
Kellett, J., & Roderick, P. (2009). Green Space And Social Cohesion: A Review Of The Evidence. Urban Design And Planning, 162(2), 73-82.
Kitchel, R. J. (2012). Urban Microclimate And Vegetation: A Review Of Current Research. Journal Of Urban Ecology, 1(1), 1-12.
Lefebvre, H. (1991). The Production Of Space. Blackwell Publishing.
Nowak, D. J., Crane, D. E., & Stevens, J. C. (2006). Air Pollution Removal By Urban Trees And Shrubs In The United States. Urban Forestry & Urban Greening, 4(3-4), 115-123.
Organization., W. H. (2016). Urban Green Spaces And Health: A Review Of Evidence. Who Regional Office For Europe.
Pratama, A. (2019). Analisis Spasial Tutupan Lahan Dan Ruang Terbuka Hijau Di Kota Palembang. Universitas Sriwijaya.
Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone: The Collapse And Revival Of American Community. Simon & Schuster.
Saputri, D., & Wahyudi, H. (2020). Fungsi Sosial Ruang Terbuka Hijau Di Kawasan Perkotaan Palembang. Jurnal Geografi, 12(2), 89-102.
Susanto, T. (2015). Ruang Terbuka Hijau Dan Aktivitas Sosial Masyarakat Perkotaan. Jurnal Pembangunan Wilayah, 11(3), 234-248.
Wardani, R. (2018). Persepsi Masyarakat Terhadap Taman Kota Di Palembang. Universitas Sriwijaya.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 M. Taufiqurrahman Akbar, Farel Edyan Putri, Marissabeth Panjaitan, Maureen Anastasya Silangit, Rudy Kurniawan, Suci Wahyu Fajriani, Lisya Septiani Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










This work is licensed under a