Analisis Strategi Mitigasi Struktural Tsunami Aceh dalam Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat dengan Metode Analytical Hierarchy Proses

Authors

  • Lathifatil Auniyah Universitas Negeri Surabaya
  • Winda Dwi Cahyani Universitas Negeri Surabaya
  • Melantika Dewi Kharisma Universitas Negeri Surabaya
  • Assyifa Syanna Zhafira Dinar Putri Universitas Negeri Surabaya
  • Evana Clairina Heriyanto Universitas Negeri Surabaya
  • Emilda Putri Sania Universitas Negeri Surabaya
  • Nuh Krama Hadianto Universitas Negeri Surabaya
  • M.Noer Falaq Al Amin Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.6172

Keywords:

Mitigasi Bencana, Tsunami, Aceh, AHP, TEWS, Mangrove

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi akibat letaknya pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, salah satunya adalah bencana tsunami. Provinsi Aceh menjadi wilayah yang sangat rentan terhadap tsunami, terutama setelah terjadinya gempa dan tsunami Aceh tahun 2004 yang menimbulkan kerusakan besar serta korban jiwa dalam jumlah tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas kebijakan mitigasi bencana tsunami yang paling efektif di Aceh menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui penyusunan hierarki keputusan yang terdiri atas tujuan, kriteria, dan alternatif kebijakan. Kriteria yang digunakan meliputi anggaran, keberlanjutan, dampak, dan waktu pengerjaan, sedangkan alternatif kebijakan terdiri dari pembangunan infrastruktur dan pengembangan sarana kesiapsiagaan, pemasangan sirine Tsunami Early Warning System (TEWS) dan penanaman mangrove, serta optimalisasi tata ruang dan relokasi berbasis zonasi risiko. Hasil analisis menunjukkan bahwa kriteria dampak memiliki bobot tertinggi sebesar 0,43, diikuti keberlanjutan sebesar 0,33, anggaran sebesar 0,22, dan waktu pengerjaan sebesar 0,02. Berdasarkan sintesa evaluasi alternatif, kebijakan pemasangan sirine TEWS dan penanaman hutan pantai atau mangrove memperoleh nilai tertinggi sehingga menjadi alternatif prioritas dalam mitigasi tsunami di Aceh. Kebijakan tersebut dinilai mampu memberikan perlindungan yang lebih efektif dan berkelanjutan melalui kombinasi sistem peringatan dini dan perlindungan alami wilayah pesisir.

References

Journal

Syamsidik, Nugroho A, Oktari RS, Fahmi M. (2019). Aceh Pasca Lima Belas Tahun Tsunami Kilas Balik dan Proses Pemulihan. Banda Aceh-Indonesia: Tsunami and Disaster Research Center (TDMRC); 2019.

Fauzi, A., Hunainah, & Humaedi. (2020). Menyimak fenomena tsunami Selat Sunda. Jurnal Geografi: Geografi dan Pengajarannya, 18(1), 43.

Fatimah, E. (n.d.). Penilaian tingkat risiko bencana tsunami untuk kawasan Kota Banda Aceh berdasarkan skenario tsunami Desember 2004. Jurnal, 3(2), 2014–2145.

Rustiani, L., Herlambang, B. A., & Anam, A. K. (2026). Analisis risiko tsunami berbasis GIS dan kondisi eksisting pantai untuk mitigasi bencana di Kota Banda Aceh. Modem: Jurnal Informatika dan Sains Teknologi, 4(1), 118–128. https://doi.org/10.62951/modem.v4i1.754

Agustiani, Nisrina. (2023). Tsunami dan mitigasi risikonya. Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, 1(1-2). Diakses dari https://ojs.daarulhuda.or.id/index.php/Socius/index

Fasya, SA, Meutia, ZD, & Meutia. (2025). Evaluasi konsep mitigasi struktural bencana tsunami di Desa Lamjamee Kota Banda Aceh. Jurnal Arsitektur dan Kota Berkelanjutan, 7(2).

BPBA. (2024). Laporan Kinerja Instansi Pemerintah: Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana di Provinsi Aceh. Banda Aceh: Badan Penanggulangan Bencana Aceh.

Syamsidik, Luthfi, M., Fahmi, M., & Oktari, R. S. (2021). Ten years of the UNESCO-IOC Tsunami Ready program: Assessing its impacts on local tsunami preparedness in Aceh, Indonesia. International Journal of Disaster Risk Reduction, 54, 102059.

Oktari, R. S., et al. (2023). Community Preparedness for Tsunami in Aceh: A Long-term Evaluation Post-2004. Jurnal Ilmu Kebencanaan (JIK)

Post, J., et al. (2019). Tsunami Risk Assessment for Local Communities in Indonesia. Natural Hazards and Earth System Sciences.

Fasya, S. A., Meutia, Z. D., & Meutia. (2025). Evaluasi konsep mitigasi struktural bencana tsunami di Desa Lamjamee Kota Banda Aceh [Evaluation of the concept of structural mitigation of tsunami disaster in Lamjamee Village, Banda Aceh City]. JIA, 4(1). http://dx.doi.org/10.22373/jia.v4i1.3466

Senjana, S., Djafar, T., & Putri, R. A. (2023). Konsep Hutan Bakau sebagai Konsep untuk Mitigasi Tsunami di Banda Aceh, Indonesia. Desa-Kota, 5(1), 163–171.

Nirwansyah, F. (2006). Relokasi Kampung Nelayan di Kawasan Krueng Raya dari Fase Rehabilitasi ke Fase Rekonstruksi Pasca Bencana Tsunami. Tugas Akhir, Universitas Islam Indonesia.

Ningrum, F. A. S., Amalia, R. R. Y., Kusmiarto, Dharmawan, A., Wahananta, B. M., & Ariks, E. Y. (2023). Pembangunan kembali pasca tsunami Aceh di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh: Analisis spasial dan sektoral. Widya Bhumi, 3(2), 81–98.

Book

Saaty, T. L. (1990). The Analytic Hierarchy Process: Planning, Priority Setting, Resource Allocation (Rev. ed.). Pittsburgh: RWS Publications.

Downloads

Published

2026-05-11

How to Cite

Auniyah, L., Dwi Cahyani, W., Dewi Kharisma, M., Syanna Zhafira Dinar Putri, A., Clairina Heriyanto, E., Putri Sania, E., Krama Hadianto, N., & Falaq Al Amin, M. (2026). Analisis Strategi Mitigasi Struktural Tsunami Aceh dalam Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat dengan Metode Analytical Hierarchy Proses. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 5391–5402. https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.6172

Issue

Section

Articles