Budaya Konsumtif dalam Perspektif Jean Baudrillard
Studi pada Pengguna TikTok Shop
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.6134Keywords:
TikTok Shop, Budaya Konsumtif, Jean Baudrillard, Hiperrealitas, Nilai TandaAbstract
Belakangan ini, aktivitas belanja bukan lagi sekadar cara untuk memenuhi kebutuhan hidup, melainkan telah bergeser menjadi sarana untuk menunjukkan identitas diri. Penelitian ini mengulas bagaimana TikTok Shop menjadi ruang baru bagi tumbuhnya budaya konsumtif yang sangat intens. Fokus utamanya adalah membedah fenomena tersebut melalui kacamata pemikiran Jean Baudrillard, khususnya mengenai konsep nilai tanda (sign value), simulasi, dan hiperrealitas. Dengan menggunakan metode studi literatur (narrative review), penelitian ini menganalisis berbagai tulisan ilmiah, buku, dan jurnal yang relevan untuk memetakan perilaku konsumen di era digital. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengguna TikTok Shop cenderung membeli barang bukan karena fungsi praktisnya, melainkan demi mengejar simbol sosial seperti citra “glowing”, “aesthetic”, atau gaya hidup “clean girl” yang viral. Fitur live shopping dan algoritma platform ini menciptakan kondisi nyata dan lebih menggoda daripada realitas produk itu sendiri. Simpulannya, TikTok Shop telah berhasil mengintegrasikan hiburan dan ekonomi ke dalam sebuah ekosistem simulakra yang membuat konsumsi menjadi cair, implusif, dan sepenuhnya berbasis pada pemenuhan citra identitas di ruang sosial.
References
Agustina, T. P., M, R. M. P., Sununianti, V. V., Istiqoma, & Kurniawan, D. A. (2025). SIMULASI DAN SIMULAKRA JEAN BAUDRILLARD DALAM DINAMIKA BUDAYA KONSUMSI BERLEBIHAN MASYARAKAT POSTMODERN. An-Nas: Jurnal Humaniora, 9(1), 108–126.
Aulia, N., Nafsi, A., Fatimah, A. S., Nadhifa, A. A., & Caniago, S. A. (2025). Konsumerisme sebagai Bentuk Identitas Sosial Remaja Urban Di Era Media Sosial. Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(2), 884–909.
Bakti, I. S., Nirzalin, & Alwi. (2019). KONSUMERISME DALAM PERSPEKTIF JEAN BAUDRILLARD. Jurnal Sosiologi USK, 13, 146–165.
Baudrillard, J. (1994). Simulacra and Simulation. books.google.com.
Bauman, Z., & Magatti, M. (2007). Homo consumens: lo sciame inquieto dei consumatori e la miseria degli esclusi. Erickson Gardolo.
Belk, R. W. (1988). Third world consumer culture. Research in Marketing, 4(1), 103–127.
Fadhillah, N. R., & Ediyono, S. (2023). PERSPEKTIF TEORI JEAN BAUDRILLARD [STUDI KASUS : TIKTOK SHOP]. Marketgram Journal, 1(1), 39–43.
Featherstone, M. (2010). Body, image and affect in consumer culture. Body &society. https://doi.org/10.1177/1357034X09354357
Kurniawan, D. A., Pratiwi, A. L., Wulandari, T., Salsabila, R. A. A., & Mulyono, E. (2025). SIMULAKRA DAN HIPERREALITAS DALAM RUANG DIGITAL: PERAN INFLUENCER TIKTOK TERHADAP KONSTRUKSI CITRA SERTA KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK KECANTIKAN PADA GENERASI Z. An-Nas: Jurnal Humaniora, 9(2), 268–289.
Leiss, W., Kline, S., & Jhally, S. (1990). Social communication in advertising: Persons, products & images of well-being. Psychology press.
Przybylski, A. K., Murayama, K., Dehaan, C. R., & Gladwell, V. (2013). Com puters in Human Behavior Motivational , emotional , and behavioral correlates of fear of missing out. Computers in Human Behavior, 29(4), 1841–1848. https://doi.org/10.1016/j.chb.2013.02.014
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 M. Budi Pratama, M. Taufiqurrahman Akbar, M. Alif Awaluddin, Vieronica Varbi Sununianti, Istiqoma, Deni Aries Kurniawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










This work is licensed under a