Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal Suku Sasak Dalam Membangun Resiliensi Komunitas Di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat

Authors

  • Muhammad Rivaldi Institut Pemerintahan Dalam Negeri
  • Mujahidin Institut Pemerintahan Dalam Negeri

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.6013

Keywords:

Mitigasi Bencana, Kearifan Lokal, Resiliensi Komunitas, Suku Sasak.

Abstract

Penelitian ini mengkaji mitigasi bencana berbasis kearifan lokal Suku Sasak dalam membangun resiliensi komunitas di Kota Mataram. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya risiko bencana yang diperparah oleh urbanisasi serta dominasi pendekatan mitigasi yang bersifat top-down. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kearifan lokal dalam memperkuat resiliensi melalui modal sosial, komunikasi, kompetensi komunitas, dan kapasitas ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan teknik purposive dan snowball sampling. Analisis data menggunakan model interaktif berbantuan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal, baik tangible seperti kul-kul dan arsitektur adaptif, maupun intangible seperti besemeton dan besiru, berperan dalam sistem peringatan dini dan penguatan kohesi sosial. Namun, terdapat tantangan berupa degradasi nilai kolektif dan fenomena pasif digital. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi kearifan lokal dalam tata kelola mitigasi bencana perkotaan.

References

Aksa, F. I. (2024). Wisdom of indigenous and tacit knowledge for disaster risk reduction. Indonesian Journal of Geography, 55(3), 421–432. https://doi.org/10.22146/ijg.47321

Habibudin. (2020). Nilai-nilai Kearifan Lokal Masyarakat Sasak dalam Kehidupan Sosial. JIPSINDO: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia, 7(1), 1–12. https://doi.org/10.21831/jipsindo.v7i1.30846

Norris, F. H., Stevens, S. P., Pfefferbaum, B., Wyche, K. F., & Pfefferbaum, R. L. (2008). Community resilience as a metaphor, theory, set of capacities, and strategy for disaster readiness. American Journal of Community Psychology, 41(1–2), 127–150. https://doi.org/10.1007/s10464-007-9156-6

Putera, R. E. (2021). Tata kelola kebencanaan: Praktik pemerintahan daerah dalam manajemen bencana. Rajawali Pers.

Rahardjo, S. (2018). Arsitektur vernakular Nusantara sebagai teknologi mitigasi bencana. Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan, 15(2), 45–62.

Triastari, I., Dwiningrum, S. I., & Rahmia, S. H. (2021). Developing Disaster Mitigation Education with Local Wisdom: Exemplified in Indonesia Schools. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. https://doi.org/ 10.1088/1755-1315/884/1/012004

Vasileiou, E., Fraser, T., Elrick-Barr, C., & Hahne, A. (2022). Integrating local and indigenous knowledge in disaster risk governance: A systematic review. International Journal of Disaster Risk Reduction, 73, 102872. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2022.102872

Zuhdi, S. (2019). Kearifan lokal Suku Sasak dan relevansinya dalam kehidupan kontemporer. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(1), 78–95

Adiyoso, W. (2018). Manajemen bencana: Pengantar dan isu-isu strategis. Bumi Aksara.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2025). Buku Data Bencana Indonesia Tahun 2024. Jakarta: BNPB.

Downloads

Published

2026-05-07

How to Cite

Rivaldi, M., & Mujahidin. (2026). Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal Suku Sasak Dalam Membangun Resiliensi Komunitas Di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 4354–4364. https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.6013

Issue

Section

Articles