Krisis Ekologis dalam Konflik Manusia dan Gajah akibat Kebijakan Tata Ruang di Sumatera Selatan Perspektif Habermas

Authors

  • Noor Annisa Suci Lestary Sosiologi, Universitas Sriwijaya
  • Putri Adinda Sosiologi, Universitas Sriwijaya
  • Aulia Salma Sosiologi, Universitas Sriwijaya
  • Vieronica Varbi Sununianti Sosiologi, Universitas Sriwijaya
  • Istiqomah Sosiologi, Universitas Sriwijaya
  • Deni Aries Kurniawan Sosiologi, Universitas Sriwijaya

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5960

Keywords:

Konflik Manusia-Gajah, Alih Fungsi Hutan, Kebijakan Tata Ruang, Gajah Sumatera, Teori Habermas

Abstract

Konflik manusia dan gajah di Sumatera Selatan meningkat akibat alih fungsi hutan dan kebijakan pembangunan yang kurang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab konflik dari aspek ekologis, sosial, dan kebijakan tata ruang dengan perspektif teori sosial kritis Jürgen Habermas. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap sumber ilmiah dan dokumen kebijakan periode 2015–2025. Hasil menunjukkan bahwa perubahan hutan menjadi kawasan industri, perkebunan, dan infrastruktur menyebabkan fragmentasi habitat dan penyusutan ruang hidup gajah, sehingga mendorong gajah memasuki permukiman dan memicu konflik. Selain itu, lemahnya implementasi kebijakan dan dominasi kepentingan ekonomi memperburuk kondisi. Dalam perspektif Habermas, hal ini mencerminkan dominasi sistem terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan berkelanjutan, perlindungan habitat, dan keterlibatan masyarakat dalam konservasi.

Author Biographies

Noor Annisa Suci Lestary, Sosiologi, Universitas Sriwijaya

Mahasiswa

Putri Adinda, Sosiologi, Universitas Sriwijaya

Mahasiswa

Aulia Salma, Sosiologi, Universitas Sriwijaya

Mahasiswa

References

Adisti, N. A., Banjarani, D. R., Aprita, S., Nurlani, M., & Hidayah, A. (2024). Restorasi Lingkungan Dalam Upaya Pemulihan Fungsi Lingkungan Dan Kesejahteraan Masyarakat Sumatera Selatan Sebagai Upaya Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Menuju Net Zero Emission 2060 Berbasi1s Riset. Seminar Nasional Avoer, 16, 23–24.

Ardiansyah, I., Hardinandar, F., Ridwan, & Firmanto, T. (2024). Kolonisasi Lifeworld: Telaah Teori Kritis Jürgen Habermas atas Kerusakan Lingkungan di Bima Nusa Tenggara Barat. Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum, 13(1), 236–251.

Berliani, K. (2022). Upaya Komprehensif Penanganan Konflik Gajah dan Manusia di Indonesia. Jurnal Biologi, Teknologi Dan Kependidikan, 9(1), 1–12.

Elfi, M., Yoza, D., Suhada, N., & Erianto. (2025). Analisis Spasial Potensi Konflik Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) dengan Manusia di Sekitar Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Jurnal Hutan Tropis, 13(3), 432–443.

Ferdian, N. R., Rahma, F., Hanif, A., Bhaltazar, M. G., Azizah, C. N., Ulfa, M., & Wahid, I. (2023). People’s Perceptions of Human Elephant Conflict (HEC) and The Existence of Sumatran Elephants at CRU Sampoiniet Aceh Jaya, Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(3), 1465–1469. https://doi.org/https://doi.org/10.29303/jppipa.v9i3.2425

Harahap, M. M., Telaumbanua, A. A., Zahrah, M., & Ulfa, M. (2025). Sebaran dan Karakteristik Spasial Konflik Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Tiga Desa Penyangga Taman Nasional Gunung Leuser, Indonesia. ULIN: Jurnal Hutan Tropis, 9(2). https://doi.org/https://doi.org/10.32522/ujht.v9i2.21910

Kamim, A. B. M. (2018). Perebutan Ruang Kehidupan dan Gangguan terhadap Animal Rights: Studi Atas Konflik Satwa–Manusia sebagai Implikasi dari Ekspansi Perkebunan Sawit di Indonesia. BALAIRUNG: Jurnal Multidisipliner Mahasiswa Indonesia, 1(1). https://doi.org/https://doi.org/10.22146/balairung.42056

Muslih, M., Zulhidayat, Z., Novita, Y., & Murjani, A. (2023). Upaya Konservasi Gajah Bersama Masyarakat Sekitar Kawasan di Kabupaten Bener Meriah. Urnal Penelitian Dan Pengembangan Daerah, 2(2), 166–175.

Pratama, R. A., Winarno, G. D., Darmawan, A., & Harianto, S. P. (2023). Revitalisasi Konservasi Gajah Sumatera di Way Kambas dan Perlindungan Gajah yang Diambang Kepunahan. Jurnal Thengkyang, 8(1). https://doi.org/https://doi.org/10.31962/jurnal.v8i1.178

Rasyid, M. (2024). Revitalisasi Konservasi Gajah Sumatera: Strategi Penyelamatan dari Ancaman Kepunahan. Jurnal Cahaya Mandalika, 5(2), 89–102.

Setiawan, E. N., Maryudi, A., & Purwanto, R. H. (2018). Konflik Tata Ruang Kehutanan Dengan Tata Ruang Wilayah: Studi Kasus Penggunaan Kawasan Hutan Tidak Prosedural Untuk Perkebunan Sawit Provinsi Kalimantan Tengah. BHUMI: Jurnal Agraria Dan Pertanahan, 3(1), 51–66. https://doi.org/https://doi.org/10.31292/jb.v3i1.226

Siber, U., & Nurjati, S. (2022). Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Hutan terhadap Konflik Manusia dan Gajah Sumatera. Jurnal Konservasi Hayati, 18(1), 12–21.

Susanto, A., Prasetyo, L. B., & Kartono, A. P. (2020). Fragmentasi Habitat dan Implikasinya terhadap Populasi Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Sumatera Selatan. Media Konservasi, 25(2), 143–151.

Wulandari, E., & Kusuma, A. F. (2023). Kelapa Sawit Indonesia: Dilema dan Solusi yang Tidak Kunjung Usai. Khatulistiwa Profesional: Jurnal Pengembangan SDM Dan Kebijakan Publik, 4(2), 57–68.

WWF Indonesia. (2020). Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus): Status, Ancaman, dan Upaya Konservasi. In WWF-Indonesia.

Downloads

Published

2026-05-06

How to Cite

Suci Lestary, N. A., Adinda, P., Salma, A., Sununianti, V. V., Istiqomah, & Kurniawan, D. A. (2026). Krisis Ekologis dalam Konflik Manusia dan Gajah akibat Kebijakan Tata Ruang di Sumatera Selatan Perspektif Habermas. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 4048–4054. https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5960

Issue

Section

Articles