Branding Jajuluk Sebagai Penguatan Identitas Etnis Komering

Studi Kasus Masyarakat Komering Di Kota Palembang

Authors

  • Mei Rida Safira Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Yenrizal Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Muslimin Ritonga Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5902

Keywords:

Branding Budaya, Identitas Etnis, Interaksi Simbolik, Jajuluk, Suku Komering.

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses branding budaya tradisi Jajuluk (pemberian gelar adat pascapernikahan) sebagai strategi penguatan identitas etnis Komering di wilayah urban multikultural Kota Palembang. Di tengah arus modernisasi yang berpotensi mereduksi tradisi menjadi sekadar formalitas, pendekatan branding atau komunikasi pemasaran sosial menawarkan kebaruan perspektif dalam menjelaskan fenomena pelestarian budaya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tahapan branding Jajuluk dan mengidentifikasi hambatan yang mengiringinya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan Teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead. Hasil kajian mengungkap bahwa branding Jajuluk dikonstruksi melalui empat tahapan sistematis: pembentukan identitas berbasis konsensus keluarga, penggunaan aktif dalam komunikasi harian, penyebaran sosial melalui institusi dan media digital, serta pemertahanan melalui kesadaran kolektif. Meski demikian, proses ini terhambat oleh faktor internal, yakni degradasi pemahaman filosofis generasi muda dan minimnya regenerasi pemangku adat, serta faktor eksternal berupa tingginya mobilitas sosial urban. Kesimpulannya, Jajuluk mengalami pergeseran makna dari instrumen kedewasaan sosial yang sakral menjadi label identitas selektif. Diperlukan sinergi strategis antara lembaga adat, pemerintah, dan akademisi untuk merancang strategi komunikasi budaya yang lebih adaptif bagi masyarakat modern.

References

Buku

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

West, R., & Turner, L. H. (2017). Pengantar teori komunikasi analisis dan aplikasi: Introducing communication theory analysis and application. Salemba Humanika.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Artikel Jurnal

Astari, A. R., Shilfa, I., Aulia, O. A., Hanafiah, T., & Purwanto, E. (2025). Strategi branding budaya dalam media digital oleh pemerintah daerah. Jurnal Ilmu Komunikasi Digital, 10(3), 1–12.

Ayu, N., & Bela, L. (2023). Perubahan pola pikir generasi muda terhadap budaya tradisional Indonesia dalam perspektif global. Sosiologi Pemuda dan Budaya, 3(3), 26–31.

Damayanti, R. (2025). Islam Nusantara and local traditions: Role and challenges in Indonesia's cultural diplomacy and international relations. Indonesian Journal of International Relations, 42(1), 1–13.

Darosan, M., Fikri, M. S., Rusli, R., & Niswah, C. (2025). Masyarakat Palembang budaya, agama, etnis dan perubahan. Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA), 8(1), 39-50. https://doi.org/10.30829/jisa.v8i1.24093

Elita, F. M. (2021). Tradisi pemberian adok/jajuluk perkawinan adat Komering di Gumawang Kecamatan Belitang. Jurnal Antropologi Sumatera, 1(2), 151–159.

Febrian, R., Islam, M. F., & Yudistira, P. (2025). Peran budaya dalam pembentukan identitas manusia. RISOMA: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan, 3(2), 25–35. https://doi.org/10.62383/risoma.v3i2.623

Harahap, R., & Sari, M. (2025). Analisis faktor yang mempengaruhi pergeseran bahasa daerah Komring dikalangan generasi muda. Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah, 3(4), 199–202.

Harsanto, P. W. (2023). Degradasi kesadaran nilai-nilai kearifan lokal: Representasi budaya Jepang pada mural. Jurnal Seni dan Budaya Visual, 9(2), 166–180.

Hidayat, S., Bactiar, M. B., & Ardian, R. (2025). Memperkuat identitas nasional melalui generasi muda dalam melestarikan budaya lokal di Sanggar Astagiri Kabupaten Kuningan. Jurnal Pendidikan Karakter dan Budaya, 5(2), 873–882.

Indrawati, M., & Ifana, Y. S. (2024). Memahami warisan budaya dan identitas lokal di Indonesia. Jurnal Kebudayaan Nusantara, 18(1), 77–85.

Kholiffatun, U., Luthfi, A., & Kismini, E. (2017). Makna gelar adat terhadap status sosial pada masyarakat Desa Tanjung Aji Keratuan Melinting. Sosiologi Pedesaan dan Adat, 6(2), 202–213.

Marta, R., & Hasfera, I. P. (2021). City branding berbasis kearifan lokal. Al-Ma'arif: Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, 1(2), 15-28.

Mas'ud, F., Benu, A., & Balu, D. M. (2025). Globalisasi dan pergeseran dimensi budaya lokal: Tantangan pelestarian nilai tradisional. Jurnal Sosiologi Global, 10(1), 1-15.

Misyuraidah, M. (2017). Gelar adat dalam upacara perkawinan adat masyarakat Komering di Sukarami Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Intizar, 23(2), 241–260. https://doi.org/10.19109/intizar.v23i2.2239

NZ, A., Hendro, B., & Mu'min. (2022). Tradisi jajuluk (pemberian nama) dalam pernikahan adat (Studi living hadis pada suku Komering di Kota Palembang). Diroyah: Jurnal Studi Ilmu Hadis, 6(2), 95–101. https://doi.org/10.15575/diroyah.v6i2.13310

Oktavia, W., Fajri, M., & Djamil, S. M. (2025). Interaksi simbolik konten kreator Facebook (Studi kasus ibu rumah tangga di Jorong Sukorejo Pasaman Barat). Jurnal Media dan Interaksi Digital, 9(3), 30830–30843.

Oktaviani, A., Dewi, R. S., & Juwandi, R. (2024). Analisis modifikasi budaya dalam perspektif krisis identitas etnis Betawi. Jurnal Antropologi Sosial, 6(1), 1–12.

Paramita, C., Wulandari, G. A., Suryaningsih, I. B., Suhartadi, K., & Nugraha, W. (2026). Penguatan cultural branding dan komitmen pariwisata berkelanjutan dalam pengembangan desa wisata Klungkung Jember. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 6(3), 748–756. https://doi.org/10.47065/jpm.v6i3.2784

Prameswari, N. L. (2025). Peranan dan cerminan sosial perkawinan adat Palembang, pengkajian nilai budaya di tengah arus modernisasi. Jurnal Studi Kultural Melayu, 9(10), 346–353.

Pratama, H., & Pratama, A. F. (2024). Perubahan identitas budaya masyarakat urban di era modern. Jurnal Sosiologi Perkotaan, 2(2), 66–74.

Putri, H. J., & Murhayati, S. (2025). Metode pengumpulan data kualitatif. Jurnal Metodologi Penelitian Sosial, 9(5), 13074–13086.

Rosdahliani. (2025). Ritual dan tradisi sebagai identitas budaya: Kajian antropologi di masyarakat Indonesia. Jurnal Antropologi Nusantara, 1(1), 8–13.

Salma, R., & Budhi, S. (2025). Identitas budaya dan makna simbolik pada tradisi penggunaan kain kuning masyarakat Banjar. Jurnal Etnografi Indonesia, 4(2), 433–444.

Saputra, I., Zamzamia, I., & Setiyoko, D. T. (2025). Keragaman budaya sebagai identitas bangsa studi multikultural di Indonesia. Jurnal Sosiologi Multikultural, 9(4), 30778–30786.

Sari, T. Y., Kurnia, H., Khasanah, I. L., & Ningtyas, D. N. (2022). Membangun identitas lokal dalam era globalisasi untuk melestarikan budaya dan tradisi yang terancam punah. Academy of Social Science and Global Citizenship Journal, 2(2), 76–84. https://doi.org/10.47200/aossagcj.v2i2.1842

Septiana, D., Junaidi, H., Putri, C., & Ningsih, A. (2026). Komunikasi: Jurnal komunikasi analisis pola komunikasi budaya dalam tradisi miyah malaman: Studi interaksionisme simbolik di Kelurahan Perigi Kayuagung. KOMUNIKASI: Jurnal Komunikasi, 17(1), 40–49.

Suhartadi, K., Barokah, I., Paramita, C., & Ayu, G. (2024). Cultural branding: Development of culture-based tourism village towards sustainable tourism. Journal of Tourism and Cultural Studies, 5(1), 173–181.

Suryandari, N. (2017). Eksistensi identitas kultural di tengah masyarakat multikultur dan desakan budaya global. Jurnal Ilmu Komunikasi, 11(1), 15-25. https://doi.org/10.21107/ilkom.v11i1.2832

Susanto, R., Pratama, N. E., & Prajarini, D. (2023). Sungging perancangan user interface game edukasi topeng Panji sebagai media pelestarian kebudayaan. Jurnal Desain dan Media Interaktif, 2(1), 1-10.

Warman, A. T., Damanik, A. E., Aulia, A. R., Riana, R., Hana, O., Nababan, P., & Yunita, S. (2025). Peran keluarga dalam pembentukan identitas budaya anak. Jurnal Sosiologi Keluarga, 9(6), 9397–9402.

Zamhari, A., Zulaikha, F., Puspitasari, N., Anugrah, D. P., & Adelia. (2023). Nilai nilai tradisi niktiko adok dalam adat pernikahan suku Komering di Desa Pulau Negara. Jurnal Studi Adat dan Budaya Sumatera, 1(3), 464–470.

Downloads

Published

2026-05-04

How to Cite

Safira, M. R., Yenrizal, & Ritonga, M. (2026). Branding Jajuluk Sebagai Penguatan Identitas Etnis Komering : Studi Kasus Masyarakat Komering Di Kota Palembang. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 3954–3969. https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5902

Issue

Section

Articles