Dinamika Pelaksanaan Tradisi Pengantin Sahur: Pergeseran dari Rutinitas Menjadi Seremonial

Authors

  • Rahmat Rifani Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau
  • Rina Susanti Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5860

Keywords:

Tradisi Pengantin Sahur, Pergeseran, Festival

Abstract

Salah satu tradisi dari Desa Pulau Palas yang masih bertahan hingga saat ini adalah tradisi Pengantin Sahur atau arakan Pengantin Sahur yang bertujuan membangunkan masyarakat untuk sahur. Tradisi Pengantin Sahur tetap dipertahankan dan dijaga oleh masyarakat Desa Pulau Palas di tengah derasnya arus modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perubahan yang terjadi dalam pelaksanaaan tradisi serta mengkaji makna sosial budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi dengan melibatkan 7 informan yang terdiri dari tokoh masyarakat, pelaku tradisi, dan pihak terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Pengantin Sahur mengalami perubahan ketika dikemas dalam bentuk festival atau perlombaan, yang berdampak pada perubahan aktor, alat dan perlengkapan, waktu pelaksanaan, serta bentuk kegiatan. Perubahan ini juga menggeser makna tradisi dari fungsi sosial menjadi sarana hiburan, kreativitas, dan kompetisi antarkelompok masyarakat. Meskipun demikian, tradisi ini tetap mempertahankan nilai kebersamaan, solidaritas, dan identitas budaya masyarakat. Dalam perspektif teori fungsional struktural dengan konsep AGIL Talcott Parsons, perubahan ini mencerminkan kemampuan masyarakat dalam beradaptasi, menetapkan tujuan baru, memperkuat integrasi sosial, serta mempertahankan nilai budaya. Meskipun mengalami transformasi, tradisi ini tetap mengandung nilai kebersamaan, solidaritas, dan identitas budaya masyarakat.

References

Andini, N. M. D. (2026). Transformasi sakralitas dan pelaksanaan tradisi ngerebeg di Desa Adat Sembung Sobangan. Anamika, 1(1), 1–19. https://doi.org/10.00000/anamika.v0i0.000 https://jurnalanamika.com/index.php/jurnalanamika

Arianto, B. (2024). Triangulasi Metode Penelitian Kualitatif. Balikpapan: Borneo Novelty Publishing.

Arifin, A., Indria L, S., & Budiati, A. C. (2016). Upaya Mempertahankan Tradisi Nyadran Di Tengah Arus Modernisasi (Studi Diskriptif Kualitatif Di Kampung Krenen, Kelurahan Kriwen, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo). Sosialitas; Jurnal Ilmiah Pend. Sos Ant 5 (2), 3, 1–17.

Desidarius, K., Mite, W., Deru, R., Meze, L. T., Meze, M. D., Naze, M. N., Munde, Y. A., Dhiu, R., Ipa, P., Citra, S., & Ngada, B. (2024). Reba Ngada Sebagai Simbol Persatuan Dan Keberagaman Dalam Pancasila dalam mempertahankan nilai tradisional yang telah diwariskan oleh leluhur ( Aslinda. 4, 80–90

Ginting, E. F. D., & Susanti, R. (2024). Pergeseran Pelaksanaan Rebu Ngerana pada Masyarakat Karo di Desa Tanjung Sawit Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar The Shift in the Implementation of Rebu Ngerana among the Karo Community in Tanjung Sawit Village , Tapung Subdistrict , Kampar Regency. 13, 477–488.

Hadli, M. (2018). Konstruksi Makna dalam Budaya Tradisi Pengantin Sahur di Desa Pulau Palas Kecamatan Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir. 5, 1–23. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFSIP/article/view/23865

Hariandi, A., Sari, C. O. Y., Zahara, D., Hapsari, H. P., & Mubarokah, L. B. (2023). Nilai-Nilai Moral Terkandung dalam Tradisi Arakan Sahur di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 5(1), 83–96. https://doi.org/10.37364/jireh.v5i1.133

Hartanto, T. &. (2023). RAGAM KEARIFAN LOKAL BUDAYA DAN TRADISI LISAN. Pekanbaru: Cahaya Firdaus.

Januariawan, I. G. (2021). Lingkungan hidup di Desa Pakraman Penglipuran: Kajian teologi Hindu. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 3(1).

Malik, R., Susanti, R., Hidir, A., Resdati, Ihsan, M., & Dzulqarnain, M. F. (2025). Triangulasi dan analisis domain; Meningkatkan kredibilitas dan kedalaman penelitian kualitatif. Kamboti: Jurnal Sosial dan Humaniora, 6(1), 33-41. https://doi.org/10.51135/kambotivol6issue1page33-41

Maharani, B. K., & Khanifah, L. N. (2026). Dampak peralihan pengelolaan desa wisata Ketapang Urban Aquaculture terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. DECISION: Jurnal Administrasi Publik, 8(1), 23–39.

Misdawati, U. (2019). Tradisi “Pengantin Sahur” di Desa Pulau Palas Kecamatan Tembilahan Hulu Kabupaten Indragiri Hilir. Jom Fisip, 6(1), 7. https://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFSIP/article/view/23865

Nurdin, I., & Hartati, S. (2019). Metodologi Penelitian Sosial. Surabaya: Media Sahabat Cendikia.

Nurhadi, A., & Budhi, S. (2025). Kesenian masukkiri sebagai media integrasi sosial dan nilai keislaman komunitas Bugis Pagatan. Huma: Jurnal Sosiologi, 4(2), 180-193. https://doi.org/10.20527/h-js.v4i2.545

Parsons, T. (1951). The Social System. London: Routledge & Kegan Paul Ltd.

Pinusi, R. (2021). Makna simbol malam Nujuh Likur sebagai media komunikasi tradisional pada masyarakat Semende di Kecamatan Muara Sahung, Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Institut Agama Islam Negeri Bengkulu.

Prasety, A., Nurdi, M. F., & Gunawan, W. (2021). Perubahan sosial masyarakat dalam perspektif sosiologi Talcott Parsons di era new normal. Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi, 11(1), 1-12. https://doi.org/10.17509/sosietas.v11i1.36088

Ratnaningtyas, E. M., Ramli, Syafruddin, Saputra, E., Suliawati, D., Nugroho, B. T., . . . Jahja, A. S. (2023). Metodologi Penelitian Kualitatif. Pidie, Aceh: Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.

Salsabila, H., & Wahyudi, D. Y. (2024). Dinamika perubahan tradisi boyongan di Desa Turipinggir Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang(1980-2022). 11(1), 1–23.

Sinambela, S. M., Saragih, M. D., Lumbantobing, J. N. Y., Lase, M., & Iqbal, M. (2025). Dinamika kebudayaan dan perubahan sosial dalam masyarakat modern. Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika, 2(2), 65-75. https://doi.org/10.62383/katalis.v2i2.1521

Waruwu, K. J. I. M., Lattu, I. Y. M., & Suwartiningsih, S. (2025). Transformasi fungsi tradisi lompat batu: Adaptasi nilai budaya masa lalu untuk masa kini. Pustaka, 25(2), 224-237. https://doi.org/10.24843/PJIIB.2025.v25.i02.p09

Zuraidah, K. I., & Sudrajat, A. (2022). FENOMENA PERUBAHAN TRADISI REBO WEKASAN (Studi Kasus Masyarakat Suci, Gresik). Jurnal Agama Sosisal Dan Budaya, 5(2), 2599–2473.

Downloads

Published

2026-05-02

How to Cite

Rahmat Rifani, & Rina Susanti. (2026). Dinamika Pelaksanaan Tradisi Pengantin Sahur: Pergeseran dari Rutinitas Menjadi Seremonial. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(3), 3527–3540. https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5860

Issue

Section

Articles