Pengakuan dan Perlindungan Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat dalam Peraturan Perundang-Undangan Indonesia

Authors

  • Ni Wayan Galuh Candra Kirana Ilmu Hukum, Universitas Terbuka

DOI:

https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5858

Keywords:

Hak Ulayat; Masyarakat Hukum Adat; Peraturan Perundang-Undangan.

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengakuan hak ulayat masyarakat hukum adat dalam kerangka peraturan perundang-undangan Indonesia secara menyeluruh dan komprehensif. Meskipun Pasal 18B ayat (2) UUD 1945 dan berbagai undang-undang sektoral telah memberikan jaminan normatif atas keberadaan hak ulayat, pengaturan yang bersifat tersebar dan tidak terintegrasi menyebabkan terjadinya disharmonisasi regulasi yang berdampak serius pada lemahnya kepastian hukum bagi masyarakat hukum adat di seluruh wilayah Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan tiga pendekatan utama, yakni pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan perbandingan. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengakuan hak ulayat bersifat kondisional dan sektoral, sementara mekanisme implementasinya masih menghadapi berbagai kelemahan kelembagaan yang signifikan. Disharmonisasi antar regulasi, lemahnya koordinasi antarlembaga pemerintah, serta minimnya penerapan prinsip Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) menjadi faktor utama yang menghambat terwujudnya perlindungan hak ulayat yang substantif dan berkeadilan. Penelitian ini merekomendasikan pengesahan undang-undang khusus masyarakat hukum adat, penguatan sistem pendaftaran wilayah adat berbasis digital, serta harmonisasi regulasi secara menyeluruh dan berkelanjutan.

References

Ardiansyah, A., & Izzatusholekha. (2023). Urgensi Partisipasi Masyarakat Dalam Pembentukan Rancangan Undang-Undang Masyarkat Hukum Adat. Journal of Administrative And Social Science, 5(1), 253–262. https://doi.org/10.55606/jass.v5i1.1066

Bayo, R., Wijaya, A. U., & Hadi, F. (2023). Pengakuan Masyarakat Adat Dalam Peraturan Perundang-Undangan Di Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum Wijaya Putra, 1(1), 1–11. https://doi.org/10.38156/jihwp.v1i1.87

Dhyta, N. B., & Prasna, A. D. (2025). Analisis Disharmoni Kriteria Pengakuan Masyarakat Hukum Adat Dalam Perspektif Perundang-Undangan. Limbago: Journal of Constitutional Law, 5(2), 69–79. https://doi.org/10.22437/limbago.v5i2.43748

Diantha, M. P. (2016). Metodologi Penelitian Hukum Normatif dalam Justifikasi Teori Hukum. Prenada Media.

Djulaeka, & Rahayu, D. (2020). Metode Penelitian Hukum. Scopindo Media Pustaka.

Earlene, F., & Sitabuana, T. H. (2024). Tanggung Jawab Negara Terhadap Hak Masyarakat Hukum Adat di Pulau Rempang dalam Perspektif HAM. Tunas Agraria, 7(2), 144–161. https://doi.org/10.31292/jta.v7i2.301

Erlina, E., Idris, Z., Sari, Y. I., & Butar, M. A. B. (2025). Aspek hukum pengakuan dan kedudukan masyarakat hukum adat terhadap hak tanah ulayat. Andrew Law Journal, 4(2), 845–854. https://doi.org/10.61876/alj.v4i2.125

Gultom, L., & Sukirno. (2025). Perlindungan Hukum Tanah Ulayat Masyarakat Adat Suku Yei di Kabupaten Merauke. Jurnal Ilmu Multidisiplin, 4(5), 3845–3852. https://doi.org/10.38035/jim.v4i5.1572

Harniwati, H. (2024). Hukum Adat di Era Modernisasi. Journal of Global Legal Review, 2(1), 41–52. https://doi.org/10.59963/jglegar.v2i1.328

Isman, I., Setyowati, Y., & Arya Widodo, P. (2024). Protection of customary land rights: Meta-Analysis and Regulatory Impact Assessment in Indonesia’s New Capital. Open Society Conference, 2, 104–119. https://doi.org/10.33830/osc.v2i1.2905

Jaya, A. H. (2022). Pengakuan Hukum Terhadap Hak Ulayat Masyarakat Adat Rakyat Penunggu Kampong Secanggang Kabupaten Langkat. Indonesia Journal of Business Law, 1(2), 42–57. https://doi.org/10.47709/ijbl.v1i2.1864

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia. (2024). Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Administrasi Pertanahan dan Pendaftaran Tanah Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat.

Krismantoro, D. (2022). Pengakuan Hak Masyarakat Adat Atas Tanah Ulayat: Analisis Hubungan Antara Hukum Nasional Dan Hukum Adat. AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional, 4(2), 21–32. https://doi.org/10.54783/jin.v4i2.553

Lakburlawal, M. A., & Matuankotta, J. K. (2023). Pengakuan Hak Ulayat Laut Menurut Hukum Agraria. BAMETI Customary Law Review, 1(2), 94–104. https://doi.org/10.47268/bameti.v1i2.11253

Lubis, I., Siregar, T., Lubis, D. I. S., Adawiyah, R., & Lubis, A. H. (2025). Integrasi Hukum Adat dalam Sistem Hukum Agraria Nasional: Tantangan dan Solusi dalam Pengakuan Hak Ulayat. Tunas Agraria, 8(2), 143–158. https://doi.org/10.31292/jta.v8i2.401

Maswatu, I., Santosa, T. A., Ghoni, A., Dewi, M. N. K., Taqiyuddin Kadir, & Hartawati, A. (2025). Legal Protection of Indigenous Land Rights: A Study of Customary Law Integration in National Legal. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(3), 1789–1794. https://doi.org/10.31004/riggs.v4i3.2223

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. (2023). Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Barat Nomor 7 Tahun 2023 tentang Tanah Ulayat.

Permadi, I., Dungga, W. A., & Arshad, A. (2025). Ensuring Indigenous People’s Rights Protection Through Normative Law in Land Acquisition for Indonesia’s New National Capital City, Nusantara. Jambura Law Review, 7(1), 30–54. https://doi.org/10.33756/jlr.v7i1.24930

Presiden Republik Indonesia. (1960). Undang-Undang No. 5 Tahun 1960 Tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria Presiden Republik Indonesia. Undang Undang No. 5 Tahun 1960 Tentang : Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

Presiden Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Presiden Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Presiden Republik Indonesia. (2020). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Presiden Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah.

Presiden Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja Menjadi Undang-Undang.

Rubiati, B. (2024). The Existence and Protection of Ulayat Rights in Indigenous Communities Within the Framework of Positive Law in Indonesia. Jurnal Poros Hukum Padjadjaran, 5(2), 320–320. https://doi.org/10.23920/jphp.v5i2.1450

Salam, S., Suhartono, R. M., Nurcahyo, E., Karim, L. O. M., Bason, E., & Sulayman. (2024). Pengakuan Hak Atas Tanah Ulayat Masyarakat Hukum Adat di Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja: Perspektfi Teori Hukum Kritis. Jurnal Interpretasi Hukum, 5(1), 721–732. https://doi.org/10.22225/juinhum.5.1.7166.721-732

Setyowati, R. K. (2023). Pengakuan Negara Terhadap Masyarakat Hukum Adat. Binamulia Hukum, 12(1), 131–142. https://doi.org/10.37893/jbh.v12i1.601

Soelistyowati. (2024). Reassessing State Responsibility for Indigenous Rights to Natural Resources Based on Justice Principle. Jambe Law Journal, 7(1), 149–167. https://doi.org/10.22437/home.v7i1.347

Undang-Undang Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Kirana, N. W. G. C. (2026). Pengakuan dan Perlindungan Hak Ulayat Masyarakat Hukum Adat dalam Peraturan Perundang-Undangan Indonesia. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 7916–7929. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.5858

Issue

Section

Articles