Peran Stakeholder Dalam Memperkuat Kelompok Rentan Pada Usaha Kerupuk Kemplang di Desa Tanjung Pering
DOI:
https://doi.org/10.61104/alz.v4i3.5755Keywords:
Stakeholders, Vulnerable Groups, MSMEs, Kemplang Crackers, Community Empowerment, Tanjung Pering VillageAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran stakeholder dalam memperkuat kelompok rentan pada usaha kerupuk kemplang di Desa Tanjung Pering. Usaha kerupuk kemplang di desa ini telah berkembang sejak tahun 1988 dan dijalankan secara turun-temurun oleh masyarakat sebagai salah satu sumber mata pencaharian. Sebagian besar tenaga kerja yang terlibat merupakan ibu rumah tangga yang menjadikan pekerjaan ini sebagai kegiatan sampingan untuk menambah pendapatan keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha kerupuk kemplang memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat desa. Dalam satu hari produksi dapat mencapai sekitar satu kuintal dan dapat meningkat hingga dua sampai tiga kuintal tergantung jumlah tenaga kerja yang terlibat. Produk kerupuk kemplang dipasarkan tidak hanya di wilayah sekitar desa tetapi juga ke beberapa daerah seperti Lampung, Sumatera Selatan, Pekanbaru, dan Jambi. Namun dalam pengembangannya, pelaku usaha masih menghadapi beberapa kendala seperti ketergantungan pada kondisi cuaca saat proses penjemuran, kualitas bahan baku yang tidak selalu stabil, serta keterbatasan perizinan usaha seperti nomor induk usaha, izin BPOM, dan label halal. Peran stakeholder seperti pemerintah desa, BUMDes, dan organisasi masyarakat memiliki kontribusi dalam mendukung usaha ini melalui pelatihan, bantuan peralatan, serta dukungan modal usaha. Namun beberapa bantuan yang diberikan belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha sehingga belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan kebijakan yang lebih tepat sasaran agar usaha kerupuk kemplang dapat berkembang secara berkelanjutan serta mampu meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan di Desa Tanjung Pering
References
Arifin, Z. (2020). Pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro kecil dan menengah. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 21(2), 115–126.
Hidayati, N. (2021). Peran usaha mikro dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di pedesaan. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 6(1), 45–56.
Lestari, D., & Kurniawan, A. (2020). Penguatan kapasitas UMKM melalui program pendampingan usaha. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 18(1), 78–89.
Nugroho, S. (2021). Efektivitas program bantuan pemerintah terhadap pengembangan UMKM di daerah. Jurnal Kebijakan Publik, 12(2), 134–146.
Prasetyo, B., & Nugroho, R. (2022). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha mikro di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 25(1), 67–79.
Rahman, A., & Sari, D. (2022). Pelatihan kewirausahaan sebagai upaya peningkatan kapasitas UMKM. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 10(2), 98–110.
Sari, M., & Rahman, F. (2023). Legalitas usaha sebagai faktor penting dalam pengembangan UMKM pangan. Jurnal Ekonomi Kreatif, 7(1), 55–66.
Suryani, E., & Hidayat, T. (2021). Kontribusi UMKM dalam meningkatkan pendapatan masyarakat desa. Jurnal Sosial Ekonomi, 16(2), 201–214.
Widodo, A., & Putri, R. (2023). Peran modal sosial dalam pengembangan usaha mikro berbasis komunitas. Jurnal Sosiologi Pembangunan, 9(1), 32–44.
Yuliana, S. (2022). Peran organisasi perempuan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Jurnal Gender dan Pembangunan, 5(2), 89–101.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Devia Tri Wahyuni, Ernia Syah Putri, Dwi Salsabilla, Nia Ramadani, Thita Maharani, Arini Arini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.










This work is licensed under a